Pulang Kampung Ke Cirebon, Saatnya Wisata Religi Sampai Kuliner

No comment 144 views

Berikut artikel Pulang Kampung ke Cirebon, Saatnya Wisata Religi sampai Kuliner, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Meski identik sebagai Kota Udang, Cirebon milik banyak destinasi wisata religi sampai kuliner. Berikut itinerary libur Lebaran di Cirebon.

Beruntunglah Anda yg pulang kampung ke Cirebon, Jawa Barat. Kota di pesisir utara Jawa ini milik segudang destinasi wisata. Cirebon juga milik keraton, sama halnya dengan Jogja dan Solo. 

Libur Lebaran kali ini, saatnya menyambangi dua destinasi populer dan mencicipi kuliner khas yg menggugah selera. Dihimpun KompasTravel, berikut itinerary liburan mudik 3 hari 2 malam di Cirebon.

Hari 1

Destinasi paling wajib ketika berkunjung ke Cirebon adalah Keraton Kasepuhan. Ini adalah salah sesuatu keraton di Kota Udang tersebut, selain juga Keraton Kanoman.

Keraton yg terletak di Jalan Jagasatru ini yaitu yg termegah, serta paling bersejarah. Bangunan keraton dikelilingi tembok bata merah. Di keraton inilah, kerajaan Islam tempat berdirinya Cirebon bertahta.

Keraton dan arsitekturnya yaitu perpaduan tiga agama yakni Hindu, Islam, dan Buddha serta tiga budaya merupakan Jawa, China, dan Eropa. Keraton Kasepuhan juga memiliki museum berisi benda pusaka, lukisan koleksi kerajaan, serta kereta kencana Singa Barong yg yaitu peninggalan Sunan Gunung Jati.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pengunjung sedang melihat koleksi Museum Kereta Singa Barong yakni kereta kencana di museum yg terletak di dalam area Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (29/3/2016). Kereta Singa Barong dibuat oleh orang pribumi lokal pada tahun 1549.

Masih di Jalan Jagasatru, berjalanlah ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid tertua di Cirebon, dibangun sekitar 1480 dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga sebagai arsiteknya. Ada pula Raden Sepat, arsitek Majapahit yg menjadi tawanan perang Demak-Majapahit.

Masjid ini milik banyak keistimewaan, termasuk tradisi “azan pitu” yg masih berlangsung hingga sekarang. Azan pitu adalah adzan yg dikumandangkan oleh tujuh muadzin secara bersamaan. Kini, azan pitu dikumandangkan menjelang salat Jumat.

Usai mengelilingi Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa, saatnya mengisi perut dengan kuliner khas yakni Empal Gentong. Salah sesuatu restoran yg paling terkenal adalah Empal Gentong & Empal Asem Haji Apud yg berlokasi di Jalan Raya Ir H Juanda No 24, Battembat.

 

Tribun Jogja/Hamim Thohari Empal Gentong

Empal Gentong memakai daging sapi sebagai bahan utamanya. Di restoran ini, Anda juga dapat mencicipi Empal Asem yg lebih segar. Ini karena empal gentong memakai kuah santan, sementara empal asem memakai kuah bening lengkap dengan potongan belimbing wuluh.

Selain empal gentong dan empal asem, restoran Haji Apud juga milik hidangan nasi lengko. Seporsi nasi campur tahu, tempe, tauge, kucai dan siraman bumbu kacang ini biasa disajikan dengan sate kambing muda.

Hari 2

Sebelum beraktivitas di hari kedua, saatnya mengisi perut di gerai Nasi Jamblang Bu Nur. Berlokasi di Jalan Cangkring II No 34, Anda dapat mencicipi nasi beralas daun jati itu dengan aneka macam lauk.

Sekitar 30 macam lauk tersaji depan mata. Mulai dari sayur tahu, tempe goreng, paru goreng, semur telor, sate kerang, cumi blakutak, aneka macam perkedel, pepes, semur daging, sampai otak sapi goreng.

Cumi blakutak, otak sapi, sate kentang, dan pepes telur asin adalah dua lauk favorit di gerai ini.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Nasi Jamblang Khas Cirebon

Hari kedua ini, ada baiknya Anda bertolak ke Kabupaten Kuningan yg terletak sekitar 1 jam dari Kota Cirebon. Selain Museum Linggarjati, destinasi wajib di Kuningan adalah Kolam Ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan.

Kolam Ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Kolam yg dihuni ikan dewa atau Kanra Bodas (Labeobarbus doumensis) adalah satu-satunya di Indonesia. Konon ikan-ikan ini dibawa oleh Wali Songo ketika tiba ke Cibulan.

Ervan Hardoko/Kompas.com Salah sesuatu kolam di obyek wisata Cibulan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kolam ini dipenuhi ikan yg diyakini masyarakat setempat sebagai titisan para pengikut Prabu Siliwangi.

Kemudian, para murid pun meninggalkan tujuh sumur yg mereka gunakan bagi berwudhu. Posisi tujuh sumur itu berkeliling petilasan yg diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai bekas semedi Prabu Siliwangi.

Masih di Kuningan, bertolaklah ke Jalan Raya Luragung buat mencicipi Nasi Kasreng. Pada dasarnya ini adalah nasi yg lalu jdi santapan sehari-hari para petani. Nasi putih dinikmati dengan berbagai lauk akan dari ikan paray, pepes ikan, sambal, lalapan, gorengan, juga udang rebon.

Tak lengkap berkunjung ke Kuningan tanpa mencicipi tapai ketan yg khas. Bertolaklah ke Jalan Raya Cigugur bagi membeli dua atau bahkan sesuatu ember tapai ketan.

 

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Sri Lestari sedang membuat tapai ketan ember ketika ditemui di rumahnya yg berada di kawasan sentra oleh-oleh Desa Wisata Cigugur, Kuningan

Penganan ini terbuat dari beras ketan putih yg dimasak, ditaburi ragi, dan dibungkus daun jambu air. Tapai ketan khas Kuningan juga memakai bahan tambahan alami yakni daun katuk. Daun ini membuat tapai ketan berwarna hijau serta tidak mudah berair.

Malam hari, waktunya berwisata kuliner sambil memandang Kota Cirebon dari ketinggian. Nama tempatnya Kelapa Manis, terletak di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Gronggong. Rumah makan ini milik empat lantai yg masing-masing ditata dengan apik.

Menu yg disajikan adalah khas Indonesia. Mulai dari gurame goreng kipas, cah kangkung daging, karedok, cumi dan udang goreng tepung, ayam penyet, ikan bakar, sup iga, juga lalapan. Menu yg paling direkomendasikan di rumah makan ini adalah Nasi Liwet Komplet. Menyantap makan malam dengan pemandangan kerlip lampu di kejauhan, sungguh nikmat!

Hari 3 

Hari ketiga, waktunya sarapan di Nasi Jamblang Mang Dul. Terletak di Jl Dr Cipto Mangunkusumo No 4, ini adalah salah sesuatu spot sarapan paling favorit di Cirebon.

Anda bebas memilih lauk akan dari sayur tahu tempe, telur dadar, sate telur puyuh, teri, sayur daun pepaya, semur jengkol, empal gepuk, dan lain-lain.

Usai mengisi perut, beranjaklah ke destinasi berikutnya merupakan Taman Air Goa Sunyaragi. “Istana” yg terbuat dari batu karang ini yaitu tempat meditasi para Sultan Cirebon beserta keluarganya.

KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon, Jawa Barat.

Konon, Taman Air Gua Sunyaragi didirikan pada 1703 oleh cicit dari Sunan Gunung Jati. Tempat wisata ini terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, dan buka akan 10.00-18.00 WIB.

Destinasi kuliner terakhir yg wajib Anda cicipi adalah Mie Get. Memang bukan khas Cirebon, namun tempat ini sangat hit di kalangan warga Cirebon.

Pada dasarnya Mie Get adalah mi instan yg dicampur cabai rawit, sayuran, dan saus tomat. Namun citarasanya terkenal nikmat, sehingga Mie Get milik banyak penggemar. Kedainya berlokasi di Jalan Dr Wahidin, tepat di pinggir jalan depan SMPN 5.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/25/190400527/Pulang.Kampung.ke.Cirebon.Saatnya.Wisata.Religi.sampai.Kuliner
Terima kasih sudah membaca berita Pulang Kampung ke Cirebon, Saatnya Wisata Religi sampai Kuliner. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pulang Kampung Ke Cirebon, Saatnya Wisata Religi Sampai Kuliner"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.