Piknik Ke Pulau Panjang Banten, Meski Terbatas Tapi Seru!

No comment 513 views

Berikut artikel Piknik ke Pulau Panjang Banten, Meski Terbatas Tapi Seru!, Semoga bermanfaat

detikTravel Community Р 

Sejenak menyepi dari kehidupan kota besar, traveler dapat piknik ke Pulau Panjang, Banten. Menghabiskan malam dengan keadaan serba terbatas, ternyata seru juga!

Sebuah pulau pemukiman yg tak begitu padat, begitulah kesan pertama saat penulis menjejakkan kaki di pulau yg berada di Teluk Banten, Laut Jawa ini. Letaknya tidak begitu jauh dari daratan Banten, cuma 45 menit dari Karangantu dan 30 menit dari Bojonegara.

Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten. Hutannya masih terjaga, juga terdapat lapangan sepakbola sebagai sarana bermain. Tak jauh berbeda dengan Pulau Tunda, tetangganya.

Saat menikmati panorama matahari terbenam di pantai kampung Pasir Putih, tampak jelas kelihatan pelabuhan Bojonegara, Cilegon, di seberang sana. Hanya dipisahkan oleh laut tenang yg membentang.

Sedangkan tatkala malam hari tampak lampu-lampu yg benderang di pelabuhan itu, benar-benar memberikan suasana yg indah, tenang dan romantis, seandainya menghabiskan malam di tepian laut di kampung ini.

Kampung Pasir Putih memang terasa dekat ditempuh dari pelabuhan Bojonegara, di sini terdapat sebuah dermaga yg tidak jauh dari Pos TNI-AL. Sedangkan panorama matahari terbit bisa kami nikmati dari pantai Kampung Peres.

Kampung ini lebih dekat ditempuh dari pelabuhan Karangantu, Banten Lama, di mana di kampung ini terdapat sebuah dermaga yg cukup ramai arus lalu-lintas transportasinya. Semua kebutuhan Pulau Panjang dari bahan pangan dan material bangunan serta sandang yg dipasok dari daratan biasanya melalui dermaga ini.

Cuma kebutuhan penerangan dan listerik yg mandiri, karena di pulau ini tersedia genset. Namun itu cuma bagi malam hari, pada pukul 6 pagi listerik mulai dimatikan kembali.

Air bersih bagi kebutuhan konsumsi juga didapat dari daratan, sehingga wajar kalau kapal-kapal dari dermaga ini yg menuju daratan dipenuhi oleh titipan drum-drum plastik serta galon-galon air mineral bagi membeli air bersih juga air mineral.

Itu disebabkan air di pulau ini terasa begitu payau. Selain itu banyak pula titipan tabung-tabung gas 3 kg kosong. Ada lagi titipan-titipan belanja makanan dan minuman kecil. Semuanya lengkap dengan uangnya serta nama penitip.

Sayur-mayur juga diperoleh dari Pasar Grenyang, Cilegon. Pedagang sayur yang berasal Pulau Panjang harus berangkat pukul 3 dinihari setiap hari menuju Cilegon demi mendapatkan sayur-sayuran segar, kalau kesiangan pasti sudah kehabisan.

Artinya dalam gelap-gulita pedagang sayur itu berangkat dengan perahu kecilnya buat mengarungi laut lepas yg tidak jarang berombak besar di ketika badai. Sayur-mayur dijual di dermaga, dan pelanggan yg menghampiri.

Tentang sarana pendidikan, walau di sini sudah terdapat SD maupun madrasah ibtidaiyah hingga SLTA (madrasah aliyah), keberadaan pondok-pondok pesanteren di sekitaran Karangantu amat menolong warga pulau ini, karena banyak anak mereka yg menuntut ilmu dan bermukim di pesantren selepas mereka lulus pendidikan dasar.

Selain menikmati sunset dan sunrise dari pantainya yg penuh bebatuan karang dan tidak berpasir, kami mampu pula berenang di pantai yg dangkal dan jernih, sehingga kelihatan ikan-ikan kecil. Namun kalian harus tetap berhati-hati mulai bulu babi.

Untuk snorkeling, kami dapat menyewa perahu nelayan dan meminta diantarkan ke spot-spot bawah laut yg menawan. Tak lupa kami mampu memancing ataupun mengeksplor hutan mangrove beserta pembibitannya, ikan hias dan pembuatan juga galangan kapal.

Jika kami menghendaki ketenangan, tentulah cocok di pulau ini. Apalagi di sekitaran terdapat Pulau Semut, Pulau Empat dan Pulau Lima yg yaitu pulau-pulau kecil dan tidak berpenghuni, yg layak dikunjungi.

Memang di Pulau Panjang tidak terdapat hotel ataupun penginapan, namun kami bisa menyewa rumah penduduk buat bermalam. Berkemah juga bisa. Yang penting, jangan lupa membawa losion anti nyamuk.

Dari kota Jakarta, berakhir minggu dan menikmati malam panjang di Pulau Panjang mampu menjadi alternatif wisata yg murah-meriah, karena gampang ditempuh dengan memakai kereta dari Stasiun Duri bertarif Rp 8.000, dan kalian turun di Stasiun Karangantu.

Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki tak jauh ke pelabuhan Karangantu guna menumpang kapal penyeberangan menuju pulau dengan tarif Rp 10.000. Sedangkan dari pelabuhan Bojonegara, tarif kapal adalah Rp 8.000. Hm, murah bukan!

Sayangnya di tengah kesunyian pulau, terdapat keresahan warganya mulai rencana penggusuran pemukiman mereka. Karena hampir sebagian lahan di pulau seluas 820 hektar ini sudah dibebaskan oleh sebuah korporasi.

Kabarnya diperuntukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tapi ada juga yg menyampaikan bagi industri petrokimia. Padahal konon lahan di kawasan Pulau Panjang dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kabupaten Serang seharusnya diperuntukan kawasan wisata. Semoga rencana ini tak terlaksana.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/11/22/102500/3168712/1025/piknik-ke-pulau-panjang-banten-meski-terbatas-tapi-seru
Terima kasih sudah membaca berita Piknik ke Pulau Panjang Banten, Meski Terbatas Tapi Seru!. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Piknik Ke Pulau Panjang Banten, Meski Terbatas Tapi Seru!"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.