Pesta Oang-Oang, Pesta Memuji Tuhan Ala Orang Pakpak

No comment 119 views

Berikut artikel Pesta Oang-Oang, Pesta Memuji Tuhan ala Orang Pakpak, Semoga bermanfaat

MEDAN, KOMPAS.com – Bersama Redima Gultom, pagi selepas subuh kalian menuju stasiun bus yg mulai mengantar kita ke Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Saya bahkan belum sempat sarapan tetapi telah menyiapkan kopi hangat di termos yg mulai menemani perjalanan membelah pagi.

Sayup-sayup musik artis Karo mengiringi kalian melewati Berastagi, Kabanjahe, Merek, Sumbul, dulu terlihatlah tugu selamat tiba di Sidikalang. Tugu yg unik, sayang catnya telah luntur. Kami minta diturunkan di Stadion Baru Panji Sibura-bura, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Terlihat rombongan orang memadati pintu masuk. Berpakaian kebaya warna-warni dan bersanggul, para kaum hawa kelihatan cantik dan bersinar. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian adat suku Pakpak. Berpasang-pasangan, nyaris serba hitam-hitam.

Tangan-tangan mereka tidak kosong, banyak yg membawa hasil bumi: durian, petai, rambutan, beras, tebu merah, jeruk, nenas, manggis, ayam, segala dijunjung di kepala.

Memasuki halaman stadion, kendaraan yg parkir dikepung papan bunga ucapan selamat. Di pintu masuk, kita disambut Veryanto Sitohang, tokoh pemuda setempat. Dia mengenakan kemeja batik merah marun dengan motif etnik.

KOMPAS.COM/MEI LEANDHA Bupati Dairi melambaikan tangan kepada peserta defile pada Pesta Oang-Oang di Kecamatan Sidikalang, Minggu (28/8/2016).

Senyumnya lepas melihat kami, dulu segera mengajak masuk dan mengambil tempat duduk. Untuk ukuran kabupaten, stadion ini menurut aku cukup baik dan kapasitasnya besar. Nampak panggung sejurus mata memandang, kanan-kirinya tenda aneka warna berbaris layaknya punggawa.

Di bawah tenda-tenda ini duduklah para tamu undangan, dan para jemaat Gereja Kristen Pakpak Dairi (GKPPD) segala Indonesia. Hari itu adalah Hari Jubelium 25 GKPPD, dalam bahasa Pakpak disebut Pesta Oang-Oang.

Sebanyak 7.000 kursi yg disediakan panitia ludes. Panitia sampai memesan 1.000 kursi lagi, begitu juga dengan makanan. Pukul 10.00 WIB, acara dimulai dengan ibadah.

Baru dua menit berlangsung, tersiar kabar, ibadah di Gereja Khatolik Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan batal dilanjutkan akibat penyerangan yg dikerjakan seorang anak muda kepada pastornya.

Panitia sempat panik kalau kabar itu mulai membuat jemaat yg hadir ketakutan. Syukurlah, itu tak terjadi. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan defile, makan bersama, penyerahan cendera mata, lapihen simbadia oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LIA) dan launching penambahan buku ende GKPPD.

KOMPAS.COM/MEI LEANDHA Kepala kerbau dan kue tart menjadi tanda Jubileum 25 tahun GKPPD di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016).

Bupati Dairi KRA Johnni Sitohang Adinegoro dalam sambutannya menyampaikan sangat senang atas terselenggaranya Pesta Oang-Oang ini. Mengingat beratnya perjuangan GKPPD waktu awal-awal berdiri dulu.

“Ini seluruh berkat kasih Tuhan dan kuatnya persatuan jemaat. Hari ini kalian harus bergembira merayakannya, menikmati segala sajian pesta dalam kebersamaan,” katanya bersemangat, Minggu (28/8/2016) lalu.

Bishop GKPPD Pendeta Elson Lingga berharap warga jemaatnya di mana pun berada mampu menikmati kesempatan ini. Supaya mereka bersuka cita sebab selama 25 tahun Tuhan masih bersama mereka. Ke depan, semoga Tuhan terus menyertai perjalanan jemaat GKPPD yg masih panjang.

Ketua Umum Panitia Depriwanto Sitohang mengatakan, Pesta Oang-Oang Jubileum ke-25 GKPPD artinya pesta suka cita, pesta kegembiraan mencapai usia yg cukup. Tapi mereka tak sekadar pesta ini menjadi ajang pemborosan dan tidak bermanfaat.

Ada beberapa tujuan penting merupakan GKPPD harus memuliakan nama Tuhan dan harus menjadi berkat buat orang lain. Makanya, rangkaian acara telah dimulai sejak Mei lalu. Mulai dari pengobatan gratis, donor darah, kebersihan massal, jalan santai, festival koor dan lomba cipta lagu Phakpak. Dimeriahkan paduan suara tabungan dan penampilan artis-artis Pakpak.

KOMPAS.COM/MEI LEANDHA Stadion Baru Panji Sibura-bura, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016), tempat berlangsung Pesta Oang-Oang.

“Kami ingin bersuka cita dan berbagi dalam banyak hal, bagaimana GKPPD menyumbangkan tenaga dan pikirannya kepada daerah khususnya sehingga nama Tuhan dimuliakan,” kata Sitohang.

Matahari makin tinggi, daerah yg terkenal sebagai penghasil kopi ini menjadi gerah. Waktunya makan siang, seluruh peserta yg hadir makan gratis, panitia memotong sesuatu kerbau besar bagi disantap.

Veryanto selaku tokoh pemuda menambahkan, pesta ini dihadiri hampir 10.000 jemaat GKPPD se-Indonesia, tokoh-tokoh Dairi dan Sumatera Utara. Berbagai kegiatan budaya Pakpak dan agama ditampilkan. Peserta yg hadir mengenakan pakaian adat Phakpak dan suku-suku lainnya sehingga Pesta Oang-Oang menjadi karnaval budaya religius.

“Terima kasih bagi seluruh pendukung, pesta ini sukses, segala orang tahu kalian milik potensi dan banyak yg harus dibanggakan. Ayo selalu bersama bagi lebih baik dan bermanfaat,” kata Very.

Sebelum pulang, kita diajak menyantap durian sidikalang sambil minum kopi. Sebuahnya dihargai Rp 30.000. Isinya mantap tanpa busuk, cuma sedikit kurang masak. Saya mencari durian kancing, durian yg bijinya gepeng sebesar kancing dan rasanya agak pahit, ternyata sulit mendapatkannya.

KOMPAS.COM/MEI LEANDHA Menunjukkan hasil bumi yg dibawa pada Pesta Oang-Oang di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016).

Kekenyangan makan durian, acara ngopi segera dibatalkan. Saya dan Redima Gultom minta diantarkan ke Stasiun Datra, pulang ke Medan. Jadinya kopi dibawa untuk oleh-oleh, ditambah seikat petai yg menggiurkan kalau dijadikan campuran sambal udang.

Very mengajak kalian berdua tiba kembali pada 26 sampai 30 September 2016 karena ada pesta budaya Njuah-Njuah. “Ini pun mantap pestanya. Datanglah kita nanti ya, biar tahu kita budaya Pakpak. Biar makan durian sama ngopi lagi kita,” kata Very sebelum kalian kembali menuju Medan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/08/211900527/pesta.oang-oang.pesta.memuji.tuhan.ala.orang.pakpak
Terima kasih sudah membaca berita Pesta Oang-Oang, Pesta Memuji Tuhan ala Orang Pakpak. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pesta Oang-Oang, Pesta Memuji Tuhan Ala Orang Pakpak"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.