Perjuangan Panjang Mendaki Atap Pulau Bali

No comment 102 views

Berikut artikel Perjuangan Panjang Mendaki Atap Pulau Bali, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Gunung Agung yaitu ikon gagah dari Bali. Mencapai puncaknya pun butuh perjuangan panjang. Tapi keindahannya membayar seluruh kelelahan.

Perjalanan menuju atap pulau Bali, Gunung Agung yg menjadi gunung tertinggi di pulau Bali. Dengan ketinggian puncak 3.142 mdpl, gunung ini sekaligus menjadi tempat yg suci untuk penduduk Hindu Bali.

Perjalanan kita akan dari Kota Surabaya dengan memakai pesawat menuju bandara Ngurah Rai. Kami memilih penerbangan sore dari Surabaya. sesampai di Bali aku dan teman pendakian (@elfriday_) dijemput oleh paman aku buat menuju rumah paman aku di daerah Tabanan.

Pagipun tiba, kamipun diantar menuju pura Besakih, jalur pendakian yg umum digunakan para pendaki yg ingin mendaki gunung Agung. Sebelum mendaki seperti biasa kita melakukan pendaftaran, bagi mendaki Gunung Agung, Pendaki diwajibkan memakai jasa guide yang mulai mendampingi kalian menuju puncak Agung.

Biaya yg kalian keluarkan buat jasa guide adalah Rp 600 ribu bagi maksimal 4 orang/rombongan buat domestik. Sedangkan Rp1,5 juta buat mancanegara. Kamipun ditemani guide namanya bli Ketut.

Setelah selesai persiapan, kamipun memulai pendakian. tepat pukul 12.00 WITA, wow telah terbayangkan panasnya, hehe. Memang cuacanya benar-benar panas. jalur pendakian yg selalu menanjak membuat langkah kalian sangat pelan.

pukul 20.00 WITA, kamipun sampai di Kori Agung, tempat bagi mendirikan tenda. Malam itu terasa begitu melelahkan, suasana begitu tenang.

Langit bertabur bintang dan lampu-lampu kota membuat malam itu begitu indah dan mendamaikan. Kamipun masak bagi bagi makan malam dan tidak lupa kopi panas mengisi tenaga kalian setelah perjuangan yg sungguh menguras tenaga kami.

Setelah puas menikmati hotel berjuta bintang, kamipun menetapkan bagi tidur lebih cepat. Karena besok pagi-pagi kalian mulai menuju puncak gunung Agung, atap Pulau Bali.

Pukul 04:00 wita, kita telah bangun dan mempersiapkan bagi summit atack. Kami akan perjalanan ditemani dinginnya angin pagi itu. Langkah demi langkah.

Kurang lebih 1 jam perjalanan kita datang di puncak 1 gunung Agung. Suasana masih gelap, kata bli Ketut, seandainya ingin melihat sunrise kalian harus berjalan lagi menuju puncak dua. Dinginnya pagi itu terasa menusuk sampai ke tulang, tetapi kalian harus selalu berjalan.

Beberapa menit kamipun sampai di puncak dua. Saatnya menunggu, cahaya mentari akan muncul, inilah golden sunrise. Luar biasa kalian tidak dapat berkata-kata lagi, cuma terdiam kagum melihat keindahan yg disuguhkan di hadapan kami.

Setelah mentari cukup tinggi, kalian menetapkan buat menuju puncak tiga. Jaraknya tak terlalu jauh tetapi hempasan anginnya sangat kencang sehingga kita harus berjalan merunduk agar tak terhempas oleh angin.

Bisa bahaya karena di sisi kanan-kiri kita segera jurang. Perlahan-lahan kalian berjalan dan akhirnya sampailah kita di puncak tiga, atap Pulau Bali.

Pemandangan sungguh menakjubkan, samudera awan, mentari pagi, di kejauhan puncak Rinjani kelihatan menyapa kami. Di sebelah barat daya Gunung Batur tampak berdiri gagah. Seakan mengundang kita bagi mendatanginya.

Setelah puas menikmati pemandangan di atap Pulau Bali, kamipun menetapkan bagi turun dan kembali ke tenda. Beres-beres buat turun gunung.

Perjuangan keras sehingga kalian mampu melihat betapa indahnya negeri kalian dari puncak Gunung Agung. Terima kasih juga kepada teman pendakian, teman seperjuangan menuju Atap Bali @elfriday_ dan bli Ketut. Dan sampai ketemu di pendakian-pendakian berikutnya.  Jangan berhenti mendaki!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/26/142100/3258850/1025/perjuangan-panjang-mendaki-atap-pulau-bali
Terima kasih sudah membaca berita Perjuangan Panjang Mendaki Atap Pulau Bali. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Perjuangan Panjang Mendaki Atap Pulau Bali"