Perjalanan Tak Kenal Lelah Menuju Puncak Gunung Lawu

No comment 71 views

Berikut artikel Perjalanan Tak Kenal Lelah Menuju Puncak Gunung Lawu, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Puncak Hargo Dumilah di Gunung Lawu menawarkan pemandangan indah untuk para pendaki. Walau melelahkan, tetapi hasilnya sepadan dengan perjuangan mendakinya.

Setelah berdiskusi santai dengan teman, akhirnya hari itu kalian menetapkan mulai mendaki Gunung Lawu via Candi cetho liburan berikutnya. Persiapan telah dikerjakan sejak tiga bulan lamanya, dari membooking tiket kereta hingga bertanya tentang jalur pendakian yg mulai kalian lalui kali ini.

Maklum, di antara kalian belum ada sesuatu pun yg pernah mendaki gunung lawu. Kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan memakai Kereta Brantas.

Sekitar 12 Jam perjalanan, akhirnya kalian datang di Stasiun Solo Jebres yg kemudian mulai dilanjutkan dengan menumpang minibus carteran yg telah kita siapkan sebelumnya.

Basecamp Candi Cetho masih sepi hari itu, karena jalur ini memang tak setenar jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang, jadi cuma dua rombongan saja yg naik via jalur Cetho.

Tak lupa kita sarapan dan mempersiapkan kembali kebutuhan buat pendakian jangan sampai ada yg tertinggal. Setelah mengisi registrasi dan membayar retribusi 15 ribu/orang , Pukul 11.00 kita memulai pendakian.

Cuaca hari itu cukup cerah meski sesekali kabut menghampiri. Kami berjalan konsisten , sesekali break sekedar melepas lelah dan minum buat mencegah dehidrasi.

Sedari awal kalian berjalan telah disuguhi pemandangan yg menakjubkan, memang jalur ini terkenal dengan viewnya yg indah dan memanjakan mata.

Sebelum memasuki hutan, kita melewati bangunan candi yg masih dalam kawasan Candi Cetho, baru kemudian trek di dominasi oleh tanah dan akar. Jalur menanjak tanpa bonus cukup menguras tenaga membuat kita kepayahan.

Waktu telah menunjukan pukul 16:00 sore, tetapi tujuan kalian buat mendirikan tenda masih sangat jauh. Awalnya kalian berencana bermalam di pos 5 Bulakpeperangan.

Namun setalah melihat keadaan anggota yg lainnya yg telah akan drop, kalian menetapkan buat mendirikan tenda di Pos 3. Kami beristirahat, sholat dan melakukan kegiatan memasak yg sesekali di selingi dengan sesi perkenalan dan guyonan khas pendaki gunung.

Hanya ada tenda kita pada ketika itu. Setelah selesai masak dan makan malam, kita pun masuk tenda masing masing buat istirahat dan mempersiapkan fisik buat summit attack. Sebelumnya kalian telah briefieng mulai memulai pendakian ke puncak pada jam 02.00 dini hari.

Pukul 03.00 kita segala telah bangun dan bersiap dalam melakukan perjalanan ke puncak. Tak lupa mengisi perut dengan makanan ringan. Kami juga membawa bekal minuman dan makanan mengingat perjalanan menuju puncak masih sangat jauh.

Delapan belas orang akhirnya berangkat menuju puncak Hargo Dumilah. Tidak ada yg mampu kalian lihat, karena memang suasana masih gelap. Kami break sebentar bagi menunaikan ibadah sholat shubuh.

Meskipun di gunung, sebagai mahkluk Tuhan jangan lupa bagi tetap melakukan ibadah agar perjalanan tak kesenangan semata tapi penuh berkah. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kalian datang di pos 5 bulakpeperangan sekitar pukul 06.00.

Cuaca berkabut dan dingin tak menyurutkan langkah kita buat selalu melanjutkan perjalanan. Sesekali kita berhenti bagi sekedar makan atau foto foto ria di sabana Gunung Lawu yg terkenal keindahannya.

Trek di pos ini telah akan landai, seandainya beruntung mulai bisa ditemui sumber mata air yg airnya sangat segar dan bisa diminum.

Setelah melakukan perjalanan yg panjang dan tidak berujung, akhirnya kita datang di Warung mbok yem pukul 10:00 pagi. Kami menetapkan buat istirahat terlabih dulu di warung mbok yem, karena cuaca yg berkabut dan turun hujan tak memungkinkan kita bagi selalu melanjutkan perjalanan.

Kami gunakan waktu bagi berbagi cerita selama perjalanan dan tidak lupa memesan nasi pecel dan teh manis hangat di warung tertinggi di pulau jawa ini. Satu jam setengah kita beristirahat sembari menunggu hujan reda. Akhirnya pukul 11.30 kita melanjutkan perjalanan ke puncak Hargo Dumilah.

Perjalanan ke puncak kita ditemani oleh kabut dan gerimis tipis, tidak kurang 30 menit kita pun datang di Puncak Lawu 3.265 Mdpl. Syukur Alhamdulillah perjalanan berat ini terbayar dengan pemandangan yg menakjubkan.

Langit yg tadinya dihiasi mendung akhirnya menampakan sinarnya. Cuaca hari itu di puncak Lawu cukup cerah, meski sesekali diselimuti kabut. Kami habiskan waktu bagi mengelilingi dan berfoto di puncak Lawu atau sekedar bertegur sapa dengan pendaki lainnya.

Kami menikmati Hargo Dumilah siang itu. Dua jam kita di puncak, akhirnya kalian menetapkan buat turun ke pos 3. Menjadi tantangan tersendiri untuk kami, mengingat jarak dari Hargo Dumilah menuju pos 3 sangat jauh.

Sebelum turun kita mengisi persediaan air di sendang drajat. Kami berjalan saling merapatkan barisan, karena memang cuaca berkabut dan gerimis membuat kalian saling waspada dan memperhatikan keadaan fisik anggota sesuatu sama lain.

Hujan semakin deras namun kalian tetap melanjutkan perjalanan ke pos 3 , kita mengejaR  waktu agar tak kemalaman di jalan. Pukul 18.00 akhirnya seluruh anggota sampai di tenda.

Rencana kalian yg cuma beberapa hari semalam akhirnya molor sampai tiga hari beberapa malam. Kami tak mau mengambil resiko seandainya harus melanjutkan perjalanan turun di malam hari.

Melihat persediaan air yg cukup dan logistik makanan yg masih melimpah, akhirnya kalian menetapkan bagi ngecamp lagi semalam. Kami isi malam itu bagi memasak dan istrahat penuh, karena memang perjalanan ke puncak sudah menghabiskan banyak tenaga.

Pagi pukul 05.00, kita segala telah bangun dan akan membuat sarapan bagi perjalanan turun. Setelah seluruh selesai berkemas dan tidak lupa membawa kembali sampah jangan sampai ada yg ditinggalkan, akhirnya pukul 08.00 kalian turun menuju basecamp.

Perjalanan masih sama seperti kemarin, dengan jalur yg serupa dan tentu mampu bonus jalur menjadi becek dan licin. Karena sebelumnya Lawu di guyur hujan semalaman.

Kami berjalan selalu dan terkadang berhenti sebentar sekedar melepas haus, tidak lebih dari beberapa jam kalian seluruh telah datang di basecamp pendakian candi cetho.

Tak lupa kalian melapor ke pihak basecamp dan juga melaporkan sampah yg kita bawa. Sebelum pulang kalian sempatkan buat bersih bersih dan makan serta membeli dua souvenir yg tersedia di warung warung di sekitar basecamp Candi Cetho.

Alhamdulillah perjalanan kali ini bukan sekedar mengajarkan arti dari kebersamaan, tapi mengajarkan kalian segala buat bersyukur atas nikmat yg Tuhan berikan. Pukul 13.00 siang, perjalanan kalian lanjutkan menuju stasiun buat pulang ke rumah masing-masing.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/15/124500/3384475/1025/perjalanan-tak-kenal-lelah-menuju-puncak-gunung-lawu
Terima kasih sudah membaca berita Perjalanan Tak Kenal Lelah Menuju Puncak Gunung Lawu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Perjalanan Tak Kenal Lelah Menuju Puncak Gunung Lawu"