Perjalanan Hati Menuju Mahameru

No comment 136 views

Berikut artikel Perjalanan Hati Menuju Mahameru, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Gunung Semeru di Jawa Timur memang populer di kalangan traveler pecinta gunung. Dibutuhkan persiapan fisik, mental hingga hati buat mendakinya.

Mendaki gunung Semeru, puncak tertinggi di pulau Jawa. Saya menyebutnya sebagai perjalanan hati, karena butuh persiapan khusus bagi menggapai Puncak Mahameru. Baik secara fisik, mental maupun batin.

Sejak beberapa bulan sebelumnya, aku telah latihan fisik sit up, push up, angkat berat, jogging, jalan jauh, berenang. Juga persiapan baju yg sesuai, serta perlengkapan yg dibutuhkan.

Secara mental, kalian harus mengenal medan pendakian, cuaca, potensi bahaya dan lain-lain. Untuk itu aku browsing segala keterangan yg terkait Semeru.

Sedang persiapan batin, harus menjawab pertanyaan: seberapa kuat keinginan kalian bagi mendaki Semeru dan mencapai puncak Mahameru? Harus milik tekad yg kuat dan semangat pantang menyerah.

Hari H. Perjalanan dimulai dari Solo – Surabaya – Lumajang – Ranu Pani. Ranu Pani, pukul 07.30 WIB, kalian start memulai perjalanan kaki. Medan masih cukup bersahabat. Dihibur dengan pemandangan yg memanjakan mata.

Harap berhati-hati dengan ranting dan pohon yg melintang. Berangkat dari pos 3, segera ada tanjakan yg lumayan. Sampai pos 4, telah disambut dengan pemandangan Ranu Kumbolo yg tiada duanya. On schedule, 4 jam. 11.30 WIB kalian sampai di danau yg terkesan misterius terutama di tengah cuaca yg berkabut seperti ketika itu.

Dari Ranu kumbolo, segera disambut dengan tanjakan cinta (siapakan nafas) – Oro-oro Ombo – Cemoro Kandang – Jambangan – Kalimati. Masih on schedule juga, 4 jam perjalanan sampai Kalimati.

Lepas dari Kalimati, perjalanan full menanjak tanpa ‘bonus’ sedikit pun. Kami nge-camp di atas Arcopodo, sampai pukul 19.00.

Pagi subuh, kalian akan perjalanan summit attack. Ini adalah ujian terberat, karena full pasir, licin. Di mana kaki melangkah maju, telah pasti melorot. Butuh strategi khusus bagi berjalan maju. Di tengah perjalanan, kita disambut dengan sunrise yg super cantik.

4 jam perjalanan menuju puncak, dengan perjuangan yg luar biasa.

Mahameru!

Tiada kata yg dapat dengan tepat menggambarkan suasana hati ketika itu. Antara haru, bangga, bahagia, sekaligus lemas dan merasa kecil di hadapan alam yg begitu luas. Sungguh, cuma dengan izin Allah sajalah, kami mampu mencapai puncak tertinggi para Dewa.

Kawah Jonggring Saloka masih dengan aktif menyemburkan awan dan suara gemuruh. Perjalanan turun, yaitu bentuk perjuangan yg lain, karena kami mulai seluncuran pasir. Bolak balik aku jatuh terpeleset.

Banyak pelajaran yg dapat kami bisa dari sebuah pendakian, ilmu dari sekolah alam yg nyata.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/11/21/142300/3300110/1025/perjalanan-hati-menuju-mahameru
Terima kasih sudah membaca berita Perjalanan Hati Menuju Mahameru. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Perjalanan Hati Menuju Mahameru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.