Perbedaan Itu Melebur Di Kawasan Kuliner Pecinan Makassar

No comment 96 views

Berikut artikel Perbedaan Itu Melebur di Kawasan Kuliner Pecinan Makassar, Semoga bermanfaat

MAKASSAR, KOMPAS.com – Bagi wisatawan pencinta kuliner seandainya berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan jangan lupa mampir di kawasan kuliner pecinan di Jalan Bali. Kawasan kuliner pecinan yg mayoritas pedagangnya etnis Tionghoa menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman unik.

Kawasan kuliner pecinan cuma buka sekali seminggu yakni hari Sabtu akan pukul 17.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Tenda-tenda pedagang berjejer sepanjang Jalan Bali, Jalan Sumba dan Jalan Bonerate.

Untuk dapat mencapai kawasan kuliner yg tertetak di sebelah Kelenteng Xiang Ma, harus melalui Jalan Sulawesi. Kendaraan pun diperbolehkan masuk ke kawasan kuliner dan cuma dapat parkir di Jalan Sulawesi.

Meski namanya kawasan kuliner pecinan, namun segala makanan dan minuman diperjualbelikan bagi umum alias halal bagi segala orang. Bahan-bahan yg digunakan pun adalah bahan makanan yg diperjualbelikan secara bebas.

Pedagang makanan dan minuman di kawasan kuliner bukan cuma etnis Tionghoa saja, melainkan pribumi yang berasal Sulsel. Sehingga perbedaan antara etnis menyatu di kawasan Kuliner Pecinan.

Komunikasi dan canda tawa antara etnis Tionghoa dan pribumi terjadi di kawasan kuliner tersebut. Pengunjung tiap malam Minggu mencapai ribuan orang.

Keunikan dari makanan dan minuman khas Tionghoa dan Makassar di kawasan kuliner pecinan ini menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan lokal maupun mancanegara. Harganya pun terjangkau, akan dari Rp 5.000 hingga 25.000.

Makanan unik favorit di kuliner pecinan seperti pizza corn, bakso boom berukuran besar, toyaki dan lainnya. Demikian pula dengan minuman unik yg menjadi perhatian pengunjung di antaranya minuman yg dikemas dalam botol infus dan balon lampu.

Selain makanan dan minuman disajikan, pengelola kawasan kuliner pecinan yakni Kecamatan Wajo dibawah naungan Pemerintah Kota Makassar juga menyediakan hiburan berupa barongsai dan elekton. Warga silih berganti berkaraoke menyanyikan lagu kesukaannya.

“Meskipun tergolong baru, tetapi kawasan ini telah mendapat animo besar dari warga lokal, maupun turis yg berkunjung ke Makassar,” kata petugas Kecamatan Wajo, H Andi Musyawarah.

Menurut Andi, selain dapat menjadi sumber perekonomian warga, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang buat memperkenalkan berbagai jenis makanan Sulawesi Selatan maupun Tionghoa.

“Saking antusiasnya warga, para pedagang malah menginginkan agar waktu berdagang ditambah, nggak hanya hari Sabtu. Bahkan telah banyak yg minta tiap hari digelar kawasan kuliner pecinan ini,” kata Andi.

Andi memaparkan, kawasan kuliner pecinan ini juga menjadi ajang tempat mencari jodoh. “Jadi, seandainya kamu main ke sana, kamu dapat sekalian cuci mata. Siapa tahu dapat bisa kenalan kece. Rugi kalau tak berkunjung di kawasan kuliner pecinan menghabiskan malam Minggu bersama keluarga, teman, pacar,” tambah Andi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/04/211100227/Perbedaan.Itu.Melebur.di.Kawasan.Kuliner.Pecinan.Makassar
Terima kasih sudah membaca berita Perbedaan Itu Melebur di Kawasan Kuliner Pecinan Makassar. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Perbedaan Itu Melebur Di Kawasan Kuliner Pecinan Makassar"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.