Penting, Tips Aman Menggunakan “Couchsurfing”

No comment 148 views

Berikut artikel Penting, Tips Aman Menggunakan “Couchsurfing”, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Kasus pembunuhan Dahlia Yehia (25) sempat menjadi perhatian dunia. Wanita blasteran Mesir-Amerika itu dipukuli hingga tewas oleh host Couchsurfing di Kota Pokhara, Nepal.

Padahal, Dahlia mengunjungi Pokhara pada Juli 2015 buat menolong para korban gempa yg melanda Nepal beberapa bulan sebelumnya. Entah apa yg ada di benak Narayan Paudel, host Couchsurfing yg akhirnya memukuli Dahlia hingga tewas. Narayan kemudian membuang jasad wanita itu ke sungai.

FACEBOOK/FIND DAHLIA Tahun lalu, seorang Amerika yakni Dahlia Yehia (25) dipukuli hingga tewas oleh host Couchsurfing di Nepal.

Ini bukanlah kali pertama turis dianiaya, bahkan dibunuh oleh host komunitas Couchsurfing yg tersebar di banyak negara. Pada banyak kasus, para korban bahkan merasa “beruntung” karena “hanya” diperkosa dan tak dibunuh.

Salah sesuatu contohnya, pada 2012 turis wanita yang berasal Hongkong diperkosa dan dianiaya oleh seorang host Couchsurfing di Leeds, Inggris. Dalam pemberitaan di Daily Mail, perempuan malang itu sempat berusaha kabur. Namun langkahnya terhenti ketika host-nya berkata, “Jika kamu berusaha kabur, maka saya mulai membunuhmu, dan setelah itu saya mulai bunuh diri.”

Serupa dengan Benita Dass-Grasse, turis perempuan yg diperkosa oleh host Couchsurfing di Almeria, Spanyol. Perempuan  itu membeberkan kisahnya dalam situs Vagenda Magazine.

Dalam situs resminya, tertulis couchsurfers share their lives with the people they encounter, fostering cultural exchange and mutual respect. Dengan kata lain, Anda yg ingin mencari akomodasi di destinasi tujuan mampu “menumpang” di rumah warga lokal. Sebuah pengalaman menjadi warga lokal, tanpa harus mengeluarkan biaya penginapan. 

Tak selamanya Couchsurfing beresiko buat wisatawan maupun host yg bersangkutan. Perempuan yang berasal Hongkong yg diperkosa di Leeds juga memakai jasa Couchsurfing di Prancis, Italia, dan Spanyol. Tak ada insiden negatif yg terjadi di segala tempat tersebut. Namun, ada baiknya Anda memerhatikan tips keamanan bagi meminimalisir terjadinya kemungkinan buruk.

Safety First!

Pada 2011, situs Gizmodo mengunggah artikel berjudul “How to Couchsurf and Not Get Killed”. Hal pertama yg harus diperhatikan adalah memilih situs yg tepat buat Couchsurfing.

Ya, konsep Couchsurfing sudah “dicontek” oleh dua situs hospitality network lainnya seperti Hospitality Club dan GlobalFreeloaders. Pilihlah situs Couchsurfing atau BeWelcome yg milik anggota di banyak negara.

Hal kedua yg wajib diperhatikan adalah profil diri kami dalam situs Couchsurfing. Para perempuan diimbau bagi tak memakai foto terlalu seksi. Para pria juga disarankan tak memajang foto “agresif” atau terlalu memamerkan jati diri yg gemar berpesta.

Saat mencari host, perhatikan profilnya dengan seksama. Apakah mereka mendapat banyak respon positif? Apakah mereka mengunggah banyak foto bersama tamu lain? 

Alamat dan lokasi host juga utama bagi diketahui. Banyak host yang tak menyantumkan alamat secara lengkap. Hindarilah yg semacam itu. Anda mampu mengecek di Google Maps dan mencari tahu transportasi umum apa saja yg dekat dengan rumah host tersebut.

Meeting up 

Saat Anda dan host memutuskan buat bertemu, jangan segera mendatangi rumahnya. Cobalah tentukan kafe atau meeting point yang didatangi banyak orang.

Situs Gizmodo menyebutkan dalam artikelnya, Anda dapat mengenal host dalam waktu sedikitnya lima menit. Cukuplah bagi Anda “kabur” sebelum datang di rumahnya, seandainya ternyata penampilan atau perkataannya tak meyakinkan.

Sebelum atau pada ketika datang di rumah host Couchsurfing, mencoba kirimkan alamat lengkap kepada orang kepercayaan (orang tua, teman dekat, atau pasangan). Jika milik akses internet, send location lewat aplikasi Whatsapp juga mulai sangat berguna. Hanya buat berjaga-jaga seandainya Anda hilang kontak dalam jangka waktu lama.

Perempuan, Pelajar, dan Keluarga

Jika Anda seorang wanita, ada baiknya memilih host wanita di destinasi tujuan. Namira Puspandari (26) yang berasal Jakarta lebih memilih perempuan, pelajar, atau keluarga sebagai host Couchsurfing-nya.

“Lebih aman memilih host yang juga wanita. Salah sesuatu host di Portugal awal tahun dulu adalah seorang ibu dengan sesuatu anak. Pelajar juga seringkali baik,” tutur Namira kepada KompasTravel.

Namira pertama kali coba Couchsurfing di Yogyakarta pada 2013. Awal 2016 mahasiswa lulusan Tilburg University, Belanda tersebut menyambangi Portugal. Dia menginap dengan tiga host Couchsurfing di beberapa kota yakni Porto dan Lisbon.

“Sebelum memilih host, tentu harus membaca profilnya dengan seksama. Jangan lupa lihat foto rumah mereka. Akun verified rupanya tak menjamin, karena dapat didapat cuma dengan membayar,” papar Namira. 

Tips dari Couchsurfing

Terakhir, sebelum mencari host Couchsurfing di negara tujuan, ada baiknya Anda membuka tab personal safety tips pada situs resminya. Bacalah dengan teliti poin-poin yg perlu diperhatikan ketika mencari host, serta pentingnya mengontak  dan mengobrol dengan host sebelum menetapkan mulai tinggal di rumahnya.

Jika ketika menginap Anda merasa tak aman, jangan sungkan mengontak pihak kepolisian setempat. Begitu berada di tempat yg aman, Anda mampu mengadukan insiden tersebut kepada Trust and Safety Team dari Couchsurfing.

Dengan anggota yg tersebar di 246 negara, Couchsurfing memang jadi opsi yg tepat buat wisatawan. Lewat Couchsurfing, Anda mulai mendapatkan teman baru sekaligus menghemat biaya penginapan.

Namun, jangan sampai ada perkara Dahlia-dahlia selanjutnya di masa depan. Liburan tidak seharusnya berakhir tragis, bukan?

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/17/200300627/Penting.Tips.Aman.Menggunakan.Couchsurfing.
Terima kasih sudah membaca berita Penting, Tips Aman Menggunakan “Couchsurfing”. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Penting, Tips Aman Menggunakan “Couchsurfing”"