Penjualan Paket Wisata Ke Turki Diprediksi Akan Anjlok

No comment 86 views

Berikut artikel Penjualan Paket Wisata ke Turki Diprediksi Akan Anjlok, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan paket wisata ke Turki diprediksi mulai anjok hingga kurun sesuatu tahun ke depan pasca-insiden kudeta militer, Sabtu (16/7/2016) lalu. Meski demikian, dua agen perjalanan wisata yang berasal Indonesia mengantisipasi hal tersebut dengan berusaha memberikan pilihan destinasi wisata selain Turki.

“Pengaruh (insiden kudeta miiter Turki) ke depannya pasti signifikan, mungkin perlu waktu 6 bulan sampai 1 tahun baru mampu kembali normal,” kata Presiden Direktur PT Bayu Buana Tbk Travel Services, Agustinus Peko Seko ketika dihubungi KompasTravel, Sabtu (16/7/2016) malam.
 
Ia menegaskan pihak Bayu Buana tak menjual paket wisata Turki hingga keadaan keamanan stabil. Agustinus melanjutkan wisatawan tetap dapat memilih alternatif wisata di dunia selain Turki.
 
Karena kalian bertanggung jawab juga terhadap keselamatan peserta tur kami. Jadi bisnis tak semata-mata mencari keuntungan saja, keselamatan peserta tur kalian harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
 
Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Asnawi Bahar menyebutkan, pemulihan penjualan paket wisata ke Turki mulai berjalan sekitar 6 bulan. Ia memperkirakan insiden Turki mulai berdampak pada kehilangan omzet sekitar Rp 1 milyar per bulan dari berbagai perusahaan agen perjalanan wisata yang berasal Indonesia.
 
“Untuk sementara mulai ada penurunan kunjungan ke Turki namun bagi sementara saja karena memang Turki destinasi yg menarik dan juga menjadi destinasi kombinasi dengan umrah sehingga menjadi paket yg sangat digemari,” jelas Asnawi.
 
Manager Marketing Communication Dwidaya Tour, Yanty Wijaya menyayangkan dan prihatin terkait insiden kudeta militer di Turki. Ia mengungkapkan kejadian ini cukup memiliki dampak pada produk tur ke Turki yg sedang berjalan.
 
Beberapa konsumen kalian mempertimbangkan keberangkatan mereka. Ada pula yg meminta perubahan destinasi tur selain Turki. Mengingat dua kali kejadian serupa di Turki dan sampai ketika ini belum ada pernyataan travel warning, Dwidaya Tour tetap meng-approach konsumen bagi tetap tenang,” pungkas Yanty.
 
Ia juga menyampaikan sejauh ini pihak Dwidaya Tour tetap optimis bagi menjual paket Turki pasca-insiden. Yanty beralasan, peristiwa serupa yg mempengaruhi stabilitas keamanan di Turki sendiri bukan hal yg baru pertama kali terjadi.
 
Situasi keamanan di Turki menjadi sorotan menyusul pernyataan sekelompok elemen militer Turki mengklaim sudah menguasai negeri itu pada Sabtu (16/7/2016). Hal itu memicu bentrokan berdarah di Istanbul dan Ankara.
 
Fotografer AFP melaporkan sudah menyaksikan tentara menembaki warga yg berkumpul di dekat salah sesuatu jembatan Selat Bosphorus di Istanbul. Sementara itu, kantor berita Anadolu mengabarkan, gedung parlemen Turki di Ankara diserang dengan memakai bom.
 
Pihak Pemerintah Turki mengklaim sudah bisa mengendalikan situasi keamanan. Menurut Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, Sabtu (16/7/2016) sore WIB mengumumkan Angkatan Bersenjata Turki sudah menangkap 2.893 tentara yg diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap pemerintahan yg sah.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/17/140600927/Penjualan.Paket.Wisata.ke.Turki.Diprediksi.Akan.Anjlok
Terima kasih sudah membaca berita Penjualan Paket Wisata ke Turki Diprediksi Akan Anjlok. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Penjualan Paket Wisata Ke Turki Diprediksi Akan Anjlok"