Penggemar Arung Jeram, Berani Tidak Taklukkan Sungai Asahan?

No comment 147 views

Berikut artikel Penggemar Arung Jeram, Berani Tidak Taklukkan Sungai Asahan?, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Sungai Asahan di Sumatera Utara milik debit air yg sangat melimpah. Bagi para penggemar arung jeram, berani tak menaklukkan ganasnya aliran Sungai Asahan?

Ngarai Sigura-Gura atau dikenal juga dengan nama Lembah Asahan memang sebuah kawasan sangat indah dan menyimpan banyak potensi pariwisata alam yg mempesona. Di tengah lembahnya pun mengalir Sungai Asahan, sungai yg dikenal sebagai salah sesuatu spot rafting terbaik.

Sungai Asahan yaitu lokasi olahraga yg sangat populer di kalangan pencinta olahraga arum jeram dan kayak. Karena sungai yg memiliki hulu di Danau Toba ini diklaim sebagai sungai arum jeram terbaik nomor 3 di dunia , setingkat di bawah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado yg ada di Amerika Serikat.

Dalam keadaan normal, debit air yg mengalir di sungai ini mencapai 120 meter kubik/detik dengan kedalaman rata-rata 5-7 meter. Bentang alam di sepanjang sungai membuat kontur sungai menjadi berliku, bergelombang, dan diapit oleh tebing-tebing terjal. Tingkat kecuramannya juga cukup besar sehingga membentuk jeram-jeram besar dan bervariasi dari grade 4 hingga 5+.

Di Sungai Asahan terdapat 4 etape pengarungan yg dimulai dari Desa Tangga di bagian hulu, di sekitar Air Terjun Sampuran Harimau. Etape ini sambung menyambung, menjadi alternatif rute yg mampu dipilih ketika berarum jeram.

Rute pertama berawal dari Desa Tangga hingga Jembatan Parhitean sejauh tiga kilometer. Rute ini dijuluki dengan istilah ‘Never Ever End Rapids’, karena tipe jeramnya yg sambung menyambung yg tidak putus-putus seolah-olah tak pernah habis. Di etape ini  terdapat beberapa jeram besar merupakan Rabbit Hole dengan grade 5 dan Rodeo Hole dengan grade 4.

Rute kedua bernama ‘Hula-Huli Run’, etape ini dimulai dari belakang SD Desa Tangga dan berakhir di Zivana Rapid . Secara umum, etape ini relatif aman bagi diarungi. Etape yg panjangnya cuma tiga kilometer ini didominasi jeram ber-grade 3+.

Rute ketiga bernama ‘Midde Section’, etape ini dimulai dari Zivana Rapid yg berlanjut hingga Jeram Nightmare. Midde Section yaitu etape paling berbahaya di Sungai Asahan. Maskot yg paling terkenalnya adalah Nightmare Rapid, namun lepas dari jeram ini masih terdapat jeram-jeram ber-grade 5 yg menunggu dan sangat berbahaya, seperti Three Rock Run, The Fresh Cancan dan Honey Moon Horror. Saking bahayanya jeram ini, jangankan rafter lokal, rafter internasional pun banyak yg menghentikan langkah di jeram ini.

Etape terakhir adalah Halims Run, rute ini dimulai dari Desa Batu Mamak dan berakhir di Desa Bandar Pulo. Di tempat ini arus tenang banyak ditemukan. Selain itu terdapat pemandangan air terjun di sepanjang aliran sungai. Tebing-tebing tinggi pun menjulang menjadi bentukan alam yg sangat menawan. Tebing-tebing ini mengular hingga ke bagian hilir.

Terhitung sejak tahun 2000, Sungai Asahan sudah tercatat dalam kalender olahraga rafting internasional dengan festival The Asahan Whitewater Festival. Sayangnya makin ke sini festival ini tak lagi diadakan, terakhir festival ini digelar tahun 2010 lalu. Padahal, konon rangkaian even wisata ini pernah mengalahkan kunjungan pariwisata Bali di bulan yg sama.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/11/153800/3317658/1025/penggemar-arung-jeram-berani-tidak-taklukkan-sungai-asahan
Terima kasih sudah membaca berita Penggemar Arung Jeram, Berani Tidak Taklukkan Sungai Asahan?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Penggemar Arung Jeram, Berani Tidak Taklukkan Sungai Asahan?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.