Pengalaman Berarti Dari Penjelajahan Merbabu

No comment 33 views

Berikut artikel Pengalaman Berarti dari Penjelajahan Merbabu, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Jalur pendakian Merbabu via Suwanting ini dua kali diunggah dalam laman Instagram. Ia menjadi perhatian para pendaki, lantaran masih terhitung lebih sepi.

 

Dibanding jalur pendakian Merbabu via Selo yg terus ramai di setiap minggunya. Testimoni oleh para pendaki sekaligus pengguna instagram merekomendasikanku bagi mendaki Merbabu via Suwanting yg pada tahun 2016 baru dibuka kembali setelah sekian lama ditutup.

 

Dan saya merencanakan pendakian via Suwanting pada akhir semester ganjil ini, padahal sedang masa-masa Ujian Akhir Semester (UAS) kuliah. Tak apalah, hasrat mendaki memang tidak jarang tiba tiba-tiba, tidak diundang, juga tidak kenal waktu.

 

Sabtu siang pukul 14.30 WIB segala perlengkapan mendaki telah terbungkus dalam ransel masing-masing, ransel 80 literku juga telah sangat bersiap bagi ku angkut. Sebelum berangkat kalian melingkar dan berdoa, semoga diberi keselamatan selama perjalanan dari Solo sampai basecamp pendakian dan bismillah.

 

Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting ini terletak di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sama seperti Gunung Merapi, dari Merbabu kami bisa melihat Merapi, begitu juga sebaliknya.

 

Jalan menuju Basecamp Merbabu merupakan menanjak dan berkelok-kelok. Memasuki Desa Selo, udara di sekitar akan terasa dingin dan berat bagi dihirup, dan Merbabu telah kelihatan di depan mata.

 

Pukul 17.00 WIB tibalah kita di Basecamp Pendakian Merbabu via Suwanting. Kami menitipkan motor dan membayar sejumlah Rp 5.000 per motor. Kemudian registrasi dan mengisi data diri anggota tim, menulis tanggal kapan mendaki dan kapan turun di buku registrasi, dahulu membayar simaksi Rp 17.500 per orangnya.

 

Karena telah mendekati waktu sholat maghrib, kita menetapkan bagi sholat terlebih lalu dan melakukan pendakian pada malam hari.

 

Pendakian malam dimulai

 

Seperti biasa, sebelum mendaki kalian melingkar, briefing, dan berdoa. Tujuannya ialah menjaga komunikasi antar anggota tim, juga komunikasi dengan Yang Maha Esa. Setelah mengatur formasi, kalian berbaris dan memulai perjalanan, saya di posisi paling belakang sebagai sweeper.

 

Pendakian pada malam hari tentu lebih melelahkan daripada di pagi atau siang hari. Karena pada malam hari, kami berebut oksigen dengan tumbuh-tumbuhan di sekitar.

 

Pendakian pada malam hari juga tak dianjurkan buat dikerjakan di gunung-gunung tertentu yg masih liar, seperti di Gunung Argopuro di Probolinggo, Gunung Kerinci di Jambi, dan Gunung Leuser di Aceh.

 

Di ketiga gunung itu, hewan-hewan buas seperti macan masih bebas berkeliaran. Dan di malam hari, pengelihatan mereka tentu lebih tajam daripada pengelihatan kita.

 

Jalur pendakian via Suwanting ini cukup menanjak. Beberapa spot bahkan telah dipasangi tali tambang sebagai pegangan, buat menolong para pendaki melewati trek yg menanjak dan juga licin. Licinnya trek pendakian membuat kita terpeleset dua kali.

 

Sesekali kita kelelahan dahulu berhenti bagi mengatur nafas, meregangkan kaki, juga minum, tak lama karena takut otot kita nanti menjadi kaku. Di jalur pendakian Suwanting ini juga tersedia 3 spot mata air bagi mengisi ulang botol-botol kalian yg telah kosong.

 

Setelah mendaki selama tujuh setengah jaman, hari Minggu pukul 01.30 WIB kalian datang di Pos III. Lahannya luas dan cukup datar. Lalu kulihat ke sekitar, tenda di sini sangatlah banyak. Namun, suasana di Pos III ini begitu hening, semuanya sedang beristirahat.

 

Segera kita membangun 3 tenda berukuran empat, dan sebagian lainnya memasak. Kami membangun tenda di pinggir Pos III dan menghadap ke Merapi. Dari Pos III ini kami bisa melihat kelap-kelip cahaya lampu kota, dan lampu kendaraan yg berbaris di seluas Kabupaten Boyolali. Malam itu, langit kelihatan cerah dan ramai bintang.

 

Semuanya beristirahat dengan lelap. Tetapi saya kesulitan buat tidur, dan berhasil tidur setelah shubuh.

 

Menuju Puncak Suwanting

 

Pagi hari kalian menyeduh energen panas bagi menghangatkan tubuh. Setelah semuanya bangun dan telah sarapan, pukul 9.00 WIB kalian melanjutkan pendakian menuju Puncak Suwanting.

 

Dari Pos III menuju puncak, seluruh pemandangannya kelihatan indah. Yang kalian jumpai ialah padang sabana yg amat luas, dan dua pohon bagi kalian berteduh. Panorama bukit-bukit hijau di sekitar pun terasa amat menyenangkan mata. Puncak Merapi juga kelihatan sangat jelas dari atas sini.

 

Sampailah kita di Puncak Suwanting pukul 12.00 WIB. Lelah dan letih semalam terbayar. Semuanya duduk di rerumputan menghadap ke bawah, tidak terasa kita bersebelas telah sampai di puncak. Siang itu akan berawan, setelah mangambil dua foto kalian segera turun menuju tenda.

 

Usai puas makan siang, kalian segera mengemas kantong tidur, tenda, kompor, serta perlengkapan lainnya. Setelah semuanya siap, kita melingkar lagi, berdoa, dan segera jalan berbaris. Menjelang sore, kabut tipis akan turun.

 

Dalam perjalanan turun, dua kali kita menemui kera berukuran 40 cm sampai 60 cm. Adanya binatang di Hutan Gunung Merbabu ini menandakan alam di hutan ini masih asri, dan tentu wajib untuk kami buat tetap menjaganya. Dua hari ini terasa begitu melelahkan juga menyenangkan, terima kasih Merbabu.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/27/112000/3402256/1025/pengalaman-berarti-dari-penjelajahan-merbabu
Terima kasih sudah membaca berita Pengalaman Berarti dari Penjelajahan Merbabu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pengalaman Berarti Dari Penjelajahan Merbabu"