Patung Sigale-gale Dari Samosir “Menari” Di Festival Danau Toba 2016

Berikut artikel Patung Sigale-gale dari Samosir “Menari” di Festival Danau Toba 2016, Semoga bermanfaat

TARUTUNG, KOMPAS.com – Pada pembukaan Festival Danau Toba (FDT) 2016 di Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (9/9/2016) sore, patung Sigale-gale menari tor-tor di hadapan para tamu undangan.

Sigale-gale sesuatu dari sejumlah legenda di Kabupaten Samosir. Ada beberapa Sigale-gale yg menari pada FDP 2016 itu. Patung pertama memakai baju kuning, dan patung kedua memakai baju putih.

Kedua patung itu menggunakan penutup kepala berwarna hitam, lengkap dengan selendang dari kain ulos. Diiringi alunan musik yg dimainkan alat-alat musik tradisional, beberapa Sigale-gale berjalan dan menari-nari di lapangan dermaga Pelabuhan Muara.

Tangan kedua patung-patung itu bergerak-gerak, dimainkan oleh beberapa orang yg berada di balik patung. Sigale-gale dikenal sebagai legenda mistis Kabupaten Samosir. Pada zaman dahulu, patung itu diceritakan menari-nari karena dimasuki roh.

Dari berbagai keterangan yg dihimpun KompasTravel, legenda Sigale-gale bermula ratusan tahun lalu. Dahulu kala, ada seorang raja yg memiliki seorang anak laki-laki di Samosir. Anak itu bernama Manggale.

Suatu hari, sang raja memerintahkan Manggale buat merebut kekuasaan di sekitar wilayah mereka. Namun, Manggale tewas dalam peperangan itu. Sang raja pun terpukul, bahkan jatuh sakit, mengetahui kabar anak satu-satunya itu tewas.

Pihak kerajaan akhirnya membuat sebuah patung kayu yg menyerupai Manggale. Setelah patung Manggale selesai dibuat, para tetua adat di sana melakukan upacara adat dengan meniup alat musik Sordam. Upacara adat dikerjakan bagi memanggil roh Manggale agar masuk ke dalam patung kayu itu.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Tarian Sigale-Gale di Museum Hutabolon Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

Setelah roh itu masuk, konon katanya patung kayu itu akan menari-nari. Raja yg sakit seketika sembuh melihat patung menyerupai Manggale menari-nari.

Setelah itu, pada zaman dahulu, setiap ada orang yg meninggal, keluarganya mulai memanggil pemahat buat membuat patung yg menyerupai orang yg meninggal tersebut.

Sama seperti Manggale, roh orang yg meninggal itu dipanggil dan masuk ke dalam patung bagi menari tor-tor. Kini Sigale-gale menjadi salah sesuatu ikon wisata Kabupaten Samosir.

Beberapa waktu lalu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon bahkan menyebut sudah menyiapkan Sigale-gale menjadi andalan bagi menarik wisatawan di daerah berjuluk “Negeri Indah, Kepingan Surga” itu. Pemda Samosir mulai membangun patung Sigale-gale setinggi 100 meter.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/11/062300027/patung.sigale-gale.dari.samosir.menari.di.festival.danau.toba.2016
Terima kasih sudah membaca berita Patung Sigale-gale dari Samosir “Menari” di Festival Danau Toba 2016. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Patung Sigale-gale Dari Samosir “Menari” Di Festival Danau Toba 2016"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.