Pariwisata Baduy Bisa Mendunia, Asal…

No comment 94 views

Berikut artikel Pariwisata Baduy Bisa Mendunia, Asal…, Semoga bermanfaat

LEBAK, KOMPAS.com – Obyek wisata masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, optimistis mendunia karena memiliki nilai keunikan suku terasing di Tanah Air.

“Kami berharap pemerintah daerah merealisasikan pembangunan infrastruktur buat menggaet turis lokal maupun mancanegara,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banten Pamungkas Sholeh Majid di Lebak, Sabtu (23/7/2016).

Saat ini, keadaan infrastruktur sarana prasarana menuju kawasan masyarakat Baduy sangat minim sehingga berdampak terhadap kunjungan wisatawan.

Pembangunan infrastruktur yg diperlukan antara yang lain pembangunan jalan, kawasan pusat perdagangan, penginapan, sarana air bersih, listrik, dan komunikasi.

Saat ini, para pengunjung atau wisatawan yg hendak mengunjungi masyarakat Baduy mengeluhkan akan keadaan jalan hingga penginapan.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah mampu merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut. “Kami percaya pembangunan infrastruktur itu bisa mendongkrak kunjungan ke obyek wisata adat Baduy,” katanya.

Maximilianus Agung Pribadi Bersama suku Baduy.

Sholeh menjelaskan, ketika ini wisata budaya Baduy memiliki nilai jual yg mendunia, seperti kehidupan komunitas suku Aborigin di Australia, suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Peru.

Khasanah budaya masyarakat Baduy cukup menarik bagi dikerjakan wisata penelitian antropologi, karena kehidupan masyarakat itu hingga kini masih mempertahankan adat leluhurnya.

Masyarakat Baduy hingga kini masih mempertahankan adat istiadat dan menolak kehidupan moderen. “Kami percaya ke depan banyak para antropolog tiba ke Baduy bagi melakukan penelitian,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Syahida menyampaikan ketika ini obyek wisata Baduy cukup luar biasa sebagai ikon pariwisata Lebak dan dapat mendatangkan investor yg bergerak di bidang pariwisata.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Warga Baduy duduk dengan tertib di depan Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Banten, akhir April 2015. Bertandan-tandan pisang dan hasil bumi yang lain yg mereka bawa diletakkan di tangga pendopo. Mereka tiba bagi bersilaturahim dengan Bapak Gede, yakni Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno. Seba Baduy dilaksanakan setiap tahun, berpatokan pada penanggalan adat.

Karena itu, pihaknya percaya obyek wisata Baduy dapat mendunia karena memiliki nilai-nilai budaya, adat juga alamnya yg hijau dan lestari.

Masyarakat Baduy hingga kini mencintai hutan dan lahan dengan penghijauan juga pelestarian alam. Bahkan, masyarakat Baduy melarang melakukan penebangan pohon karena dapat menimbulkan malapetaka bencana alam.

“Kami selalu mendorong agar kawasan Baduy dapat dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.

Menurut Syahida, kelebihan masyarakat Baduy hingga kini masih mempertahankan adat istiadat dan menolak kehidupan moderen.

Kawasan hutan yg dihuni masyarakat Baduy seluas 5.100 hektare tanpa jalan, jaringan listrik, televisi, radio, dan kendaraan.

KOMPAS TV/ANJAS PRAWIOKO Empat warga Baduy datang di Bundaran HI Jakarta setelah jalan kaki ratusan kilometer dari kampung mereka di Baduy Dalam, Desa Kenekes, Kabupaten Lebak, Banten.

Bahkan, masyarakat Baduy Dalam berpakaian putih-putih bepergian ke luar daerah harus berjalan kaki dan dilarang naik angkutan kendaraan.

Pemerintah daerah mulai memprogramkan wisata Baduy menjadi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA).

Pengembangan wisata ini nantinya ditata melalui pembangunan terintegrasi dengan infrastruktur, penginapan, dan pusat perdagangan.

Selain itu juga produk-produk kerajinan suku Baduy cukup unik di antaranya aneka macam suvenir, tas koja, golok, tenun, dan gula aren.

“Saya percaya seandainya dibangun secara terintegrasi di kawasan Baduy dipastikan dapat menjadi obyek wisata mendunia,” ujar Syahida.

KOMPAS/RIZA FATHONI Warga suku Baduy Luar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menenun kain sarung.

Camat Leuwidamar Kabupaten Lebak, Endi Suhendi menyampaikan pemerintah daerah selalu membangun jalan menuju obyek wisata budaya Baduy dari Rangkasbitung hingga Ciboleger atau pintu gerbang masuk kawasan Baduy.

Kunjungan wisatawan domestik hingga kini mencapai 6.849 orang dan mancanegara tercatat 158 orang berasal dari Belanda, Inggris, dan Swiss. “Sebagian besar wisman itu buat kepentingan konservasi maupun mempelajari budaya setempat,” kata Endi.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/24/134600527/Pariwisata.Baduy.Bisa.Mendunia.Asal.
Terima kasih sudah membaca berita Pariwisata Baduy Bisa Mendunia, Asal…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pariwisata Baduy Bisa Mendunia, Asal…"