Pantai Pasir Putih Dan Makam Keramat Di Pulau Angso Duo

No comment 382 views

Berikut artikel Pantai Pasir Putih dan Makam Keramat di Pulau Angso Duo, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Pulau Angso Duo di Sumbar milik pesona yg menjadikannya primadona. Ada pantai berpasir putih yg indah, serta makam keramat sepanjang 4,5 meter. Bikin penasaran!

Ingin menikmati suasana pantai yg berpasir putih bersih, berada di tak jauh dari pusat kota dan menariknya lagi memiliki nilai sejarah yg tinggi? Nah, silahkan saja mencoba berkunjung ke Pulau Angso Duo. Pulau ini berada di Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatra Barat.

Pulau Angso Duo yaitu salah sesuatu dari 6 gugus pulau-pulau kecil yg dimiliki oleh Kota Pariaman yg begitu kesohor mulai keindahannya dan nilai sejarah yg tersemat di dalamnya.

Tidak heran, bila banyak pelancong yg ingin mencicipi pesonanya. Bukan cuma dari turis lokal saja loh tetapi dari turis asing  juga ramai tiba ke pulau ini.

Menjelajah pulau ini bisa dimulai dari dermaga Pantai Gandoria yg mengadap segera dan kelihatan jelas sekali. Trasnportasi yg digunakan berupa speedboat atau kapal perahu nelayan atau juga perahu wisata dengan muatan maksimal 30 penumpang yg sudah standby menanti pengunjung bagi mengantar ke seberang pulau ini. Untuk masuk ke pulau gratis dan cuma membayar jasa kapal resmi dengan tarif sebesar Rp 40.000 per orang. Itu bagi jasa kapal pergi-pulang, retribusi daerah dan termasuk asuransi loh.

Kapal akan berlabuh membelah lautan, riak air selama kapal melaju begitu terasa. Lantaran gelombang cukup tinggi. Sedikit cemas, namun tak lama sebab tak perlu memakan waktu yg lama buat dapat ke pula Pulau Angso Duo cuma 15 menit dengan speedboat atau sekitar 20 menit dengan kapal wisata. Tentunya tergantung dengan kecepatan kapalnya.

Jarak dari  Pantai Gandoriah ke Pulau Angso Duo sekitar 1,9 mil. Nah, batas waktu penyeberangan terakhir menuju Pulau Angso Duo pada pukul 15.00 WIB dan bagi pulangnya pukul 18.00 WIB. Ketika itu kapal akan merapat di dermaga, ada juga yg segera di tepi pantai. Penumpang turun sesuatu persatu.

Kegembiraan terpancar dari raut muka mereka yg ingin langsung mengeksplorasi pulau ini. Pantai landai yg berpasir putih nan lemut ini, nyiur melambai pohon kelapa, semilir angin dan aroma khas pesisir mulai menyapa ketika menginjakan kaki di Pulau Angso Duo.

Menariknya lagi setelah mengijakan kaki di pulau ini mulai disambut oleh tulisan Angso Duo yg besar. Tulisan ini dibangun 3 dimensi berwarna merah dengan tinggi sekitar 2 meter dan terbentang sekitar 5 meter.

Tulisan ini juga menghadap daratan Sumatra yg kelihatan sangat jelas bila berada Pantai Gandoria dan sekitarnya. Bisa jadi Pulau Angso Duo adalah pulau pertama yg memilik sign di Sumatera Barat.

Ini menjadi landmark tersendiri bila berkunjung ke Pulau Angso Duo. Rugi bila tak mengabadkan momen dengan berfoto dan selfie ria dengan latar tulisan ini. Bermacam gaya dapat dilakukan, mau foto narsis, melompat atau berpasangan layaknya foto prawedding. Tentunya dengan sesuka hati dan sampai puas. Asal kuat saja bermain bersama terik matahari.

Puas berfoto ria. Coba melangkah menuju Surau Katik Sangko dan singgah sejenak melihat sebuah kuburan panjang yg panjangnya hingga 4,5 meter ini. Lokasinya tak jauh dari landmark Angso Duo. Memang selain buat wisata alam, pulau ini juga sebagai wisata religi.

Dari berbagai literatur, kabarnya kuburan panjang itu diyakini punya Syekh Katik Sangko seorang ulama besar yg masih kerabat dekat dari Syekh Baharuddin yg yaitu salah sesuatu ulama penyebar agama Islam di Minangkabau. Masyarakat mengkeramatkan kuburan panjang ini.

Selain itu di sini terdapat juga sebuah musalla yg bernama Surau Katik Sangko digunakan buat beribadah buat para peziarah yg kerap kali tiba ke makam panjang. Surau ini tak begitu luas dengan ukuran kira-kira 4×4 meter dan berbentuk rumah adat Miangkabau.

Tidak cuma itu di ini masih menyimpan sejumlah makam yg dari berbatu nisannya tertuliskan 1329 Masehi dan 1315 Masehi. Ada juga sebuah sumur tua yg kedalamannya sekitar 2,5 meter terbuat dari susunan apik batu karang tanpa semen yg diprediksi berumur hampir seribu tahun.

Lepas melihat surau Surau Katik Sangko dan berziarah ke kuburan panjang, mampu dilanjutkan dengan trekking berkeliling pulau Angso Duo. Bila dilihat topografi pulau ini tak berbukit dan relatif datar sehingga para wisatawan bisa mengelilingi dengan gampang baik melalui tepian pantai atau mengikuti jalur tracking.

Pulau ini tak begitu luas cuma 5,13 Ha, yg terdiri dari 1,25 Ha hamparan pasir, 3,88 Ha kawasan vegetasi dan luas terumbu karang 16, 49 Ha. Hamparan pasir berkeliling segala pulau dan mampu dikelilingi dengan waktu kira-kira 25 menit dan bila dengan jalur trekking kira-kira 15 menit.

Tenang saja tak mulai tersesat sebab telah tersedia jalur pejalan kaki berbeton yg lebarnya 1 m yg terdapat bebatuan yg disusun sedemikian rupa. Ada mitosnya loh seandainya mengelilingi pulau dengan jalan kaki kemudian berdoa maka apa yg diharapkan nantinya mulai terwujud gitu.

Bila menyusuri jalur pejalan kaki cukup nyaman tak panas dan sejuk karena dikelilingi oleh pepohonan di sepanjang jalannya dan mulai menyusuri tepian hutan yg tak begitu rapat. Umumnya vegetasi yg ada di pulau ini berupa pohon kelapa, waru, ketapang hingga semak-semak.

Selama perjalanan mulai menemui dua tempat yg menarik buat disinggahi seperti mulai melewati dua buah gazebo-gazebo dari kayu yg menghadap segera ke laut. Lepas dari itu mulai masuk ke kawasan Taman OPC (Orang Pariman Creative). Di taman ini terdapat berbagai properti tempo dahulu sebagai penunjang buat berfoto ria dengan nuansa yg klasik.

Pengunjung mampu berfoto sepuasnya dengan memanfaatkan properti yg ada baik dikawasan hutan atau di tepian pantai. Usai mengabadikan gambar silakan berikan uang seikhasnya di kotak-kotak yg sudah disediakan pada tiap tempat bagi berfoto.

Di sekitar sini terdapat sepasang angsa yg menjadi ikon dari nama pulau ini merupakan Angos Duo (angsa dua). Memang tak ada literatur jelas yg menceritakan yang berasal muasal dari penamaan pulau ini dan dari mana pula sepasang angsa itu berasal.

Beberapa kalangan berpendapat nama Syekh Katik Sangko dikaitkan dengan mitos yang berasal mula nama Pulau Angso Duo, yakni petunjuk berupa awan berbentuk angsa yg membawa sang ulama tiba dan menetap ke pulau itu.  Bila ditanya kepada masyarakat mulai mendapatkan jawaban yg berbeda-beda. Tentunya perlu ada kajian yg mendalam mengenai nama pulau ini.

Perjalanan dilanjutkan kembali menyusuri hutan-hutan yg tak begitu rapat, sejuk dan menyegarkan hingga mulai sampai ke dermaga yg terdapat dua cafe punya masyarakat dan rumah penginapan yg mampu disewa oleh pengunjung buat yg ini homestay atau bermalam buat menikmati pulau ini. Selain itu juga pengunjung mampu juga berkemah di alam bebas dan mancing di laut. Seru juga kan!

Setelah puas mengelilingi pulau, tak ada salahnya juga coba berbagai jenis wahana air yg tersedia di Pulau Angso Duo ini. Pantainya yg putih dan lembut sangat menarik bagi bermain bersama keluarga atau teman sejawat, ditambah dengan ombak yg bersahabat serta airnya yg jernih tak lengkap rasanya buat bermain air. Di Pulau Angso Duo juga tersedia wahana menguji adernalin berupa permainan air banana boat yg mampu dinikmati dengan merogoh kocek Rp. 25 ribu buat sekali main.

Keindahan pulau ini tak cuma bisa dinikmati di darat saja namun bisa menikmati pesona bawah lautnya. Bagi pencinta snorkeling bisa coba melihat berbagai jenis keanekaragaman terumbu karang dan ikan hias yg memanjakan mata. Pengunjung mampu foto underwater di sini. Tentu dengan peralatan sendiri. Bila memungkinkan juga mampu diving. Lokasinya di sebelah timur pulau ini.

Memang dalam dua tahun belakangan ini wisata bahari di Sumatra Barat sedang menggeliatnya termasuk yg berkunjung ke Pulau Angso Duo. Berbagai paket tour antar pulau banyak tersedia tergantung pada pelancong buat memilih Itinerary-nya yg ditawarkan.

Bukan sekedar menikmati keindahannya namun seakan berwisata kepulau ini telah menjadi life stayle tersediri buat pelancong terutama generasi pencandu sosial media. Tentunya bagi jelajah nagari awak.

Pulau Angso Duo sudah dikelola dengan baik dan sudah berpenghuni, lokasinya bersih dan mengunjung tak perlu repot buat membuang sampah karena hampir setiap sudut pulau tersedia tempat sampah. Mari bersama-sama bagi menjaganya.

Pulau Angso Duo memang menjadi objek wisata pulau primadona punya Kota Pariaman yg selalu dibenahi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Semua itu buat membuat rasanya nyaman buat pengunjung. Tidak diragukan lagi pesona Pulau Angso Duo dan sekelumit misteri dari makam ulama dan namanya yg melekat pada pulau ini menjadi daya tarik sendiri buat wisatawan buat menghabiskan liburannya.

Akhirnya petang pun sudah tiba, langit akan akan merona jingga. Kapal telah bersiap mengantarkan penumpangnya kembali ke Pantai Gandoria dan pulang ke rumahnya masing-masing. Memang  sudah seharian berkelana rasanya tak cukup. Setidaknya telah menjelajah keindahan Pulau Angso Duo, si putih lembut laksana bulu angsa yg menawan itu.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/09/102500/3227372/1025/pantai-pasir-putih-amp-makam-keramat-di-pulau-angso-duo
Terima kasih sudah membaca berita Pantai Pasir Putih dan Makam Keramat di Pulau Angso Duo. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Pantai Pasir Putih Dan Makam Keramat Di Pulau Angso Duo"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.