Orkestra Rasa Akira

No comment 104 views

Berikut artikel Orkestra Rasa Akira, Semoga bermanfaat

“CHEF” kondang Akira Back meniupkan cita rasa Timur dalam menu-menu Barat arus utama. Masakan seolah menjadi bagian dari permainan identitasnya. Rasa menerobos dikotomi kutub dunia.

Akira Back, chef kondang yang berasal Amerika kelahiran Korea dengan nama beken ala Jepang ini, dengan piawai meramu aneka menu yg menonjolkan kelihaiannya memasak. Berbagai menu hasil eksperimennya mencerminkan betapa identitas ketimuran cukup kuat menggelayuti horizon cita rasa kulinernya. Tak cuma kuat, namun juga terasa yakin diri.

Kepercayaan diri yg tecermin dalam menu-menu kreasinya itu terbukti diapresiasi di panggung kuliner Barat.

Sederet selebritas Hollywood, misalnya, menjadi penggemar restoran Akira, Yellowtail Japanese Restaurant & Lounge di Bellagio Resort & Casino di Las Vegas, Amerika Serikat. Sebut saja Paris Hilton, Taylor Swift, Eva Longoria, juga Mary-Kate dan Ashley Olsen.

Sejak beberapa tahun lalu, Akira membuka restorannya di Indonesia, sesuatu dari segelintir restorannya yg dibuka di Asia. Kita mampu menjajal menu-menu andalan Akira di restoran yg mengambil namanya sendiri, Akira Back, di gedung MD Place lantai 12 di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Seperti gaya restorannya yg yang lain di sejumlah negara, resto Akira Back di Jakarta ini juga tampil dalam nuansa interior yg temaram, bahkan cenderung gelap. Seolah menyimpan sisi misterius yg bersiap mengejutkan kita.

Siang itu, menu pertama yg tidak sabar bagi dijajal tentu saja tuna pizza yg kondang itu. Ketika hadir di meja, aroma gurih yg provokatif langsung menyusupi indera penciuman.

KOMPAS/RIZA FATHONI Soy Braised Short Ribs di Restoran Akira Back, Kuningan, Jakarta.

Tak cuma merangsang saraf penciuman, tampilan visual tuna pizza ini juga begitu manis, mampu membuat kami galau. Ingin langsung menyantapnya karena aroma yg begitu mengundang, namun juga merasa sayang ”merusak” penampilannya yg cantik.

Piza terbuat dari tortilla tipis dengan lapisan atas berupa irisan daging tuna merah jambu dihiasi taburan dedaunan shiso mungil. Kilat-kilat minyak truffle tampak di permukaan tuna, meruapkan aroma provokatif tadi.

Dalam gigitan pertama kalian mulai segara paham mengapa menu yg sesuatu ini begitu digemari orang.

Renyahnya tortilla ditingkahi irisan tuna segar yg serat-serat dagingnya terasa lembut. Identitas Timur hadir terang lewat olesan ponzu mayo.

Saus gurih ponzu ini memberi unsur rasa umami atau rasa gurih (savory). Rasa umami ini menjadi keunggulan khazanah kuliner dari dunia Timur yg keadaan geografisnya memang kaya mulai aneka rempah.

Pilihan Akira memakai tortilla, roti pipih tidak beragi dari jagung giling, ketimbang memakai adonan tepung seperti piza pada umumnya sepertinya memang paling tepat. Dengan tortilla, keunggulan rasa tuna premium menjadi lebih bersinar.

”Menu-menu Akira memang khas. Masakan khas Barat cuma diambil gagasannya, dahulu isinya lebih ke rasa Timur yg fusion. Ciri khas unsur rasa Korea, misalnya, banyak muncul dalam menu-menunya,” kata I Dewa Made Saputrawan, chef yang berasal Indonesia yg menjadi kepercayaan chef Akira sejak bertugas di Yellowtail Restaurant di Las Vegas.

KOMPAS/RIZA FATHONI Tuna Pizza di Restoran Akira Back, Kuningan, Jakarta.

Terjangkau

Kepopuleran nama Akira Back (bernama asli Sung Ook Back) mungkin membuat banyak orang mengira perlu merogoh kantong begitu dalam bagi bersantap di restorannya.

Padahal, resto ini rupanya juga menawarkan paket sajian makan siang yg cukup terjangkau. Dengan harga tidak sampai Rp 200.000, kami misalnya mampu memadupadankan tiga pilihan menu sendiri, yakni menu pembuka, utama, dan penutup.

Ada 11 menu dari pembuka hingga penutup yg mampu kalian padu padankan dalam tiga pilihan menu. ”Banyak orang mengira makan di sini terlalu mahal, padahal banyak pilihan terjangkau sebenarnya dengan padu padan tiga menu di paket lunch prix fixe ini,” kata Astrid Suryatenggara, chief marketing officer Akira Back Restaurant.

Salah sesuatu padu padan pilihan menu adalah salmon aburi, soy braised short ribs, dan chocolate in a cup. Menu soy braised short ribs yaitu daging sapi di bagian rusuk yg dilumuri saus kalbi dulu dimasak dalam waktu lama. Serat daging menjadi sangat empuk, namun tak hancur.

Manis gurih khas Korea terasa bergelayutan, membuat braised short ribs ini jauh lebih menyenangkan ketimbang versi klasiknya dalam resep Barat.

Jika masih penasaran, menu yang lain yg layak mencoba adalah crispy rice. Menu ini berbasis nasi yg dibuat mirip rengginang dengan bagian dalam yg masih kenyal.

Bagian atasnya dilapisi irisan tuna cajun, pasta nori, dan sekali lagi saus ponzu dengan tendangan lembut rasa pedas. Ah, seperti ada pelintiran rasa Indonesia di sini.

”Prinsip yg dipegang chef Akira sebenarnya sederhana, merupakan bahan baku yg terbaik dan pemahaman yg baik terhadap bahan baku tersebut. Keduanya krusial dalam meramu komposisi masakan,” kata Andri Dionysius, orang Indonesia yg bertanggung jawab sebagai corporate chef bagi segala restoran Akira Back di dunia.

KOMPAS/RIZA FATHONI Restoran Akira Back, Kuningan, Jakarta.

Dari berbagai menu yg dicoba di restoran Akira Back, ada karakter keseimbangan yg terasa diusung dengan amat terukur.

Sekalipun rasa umami cukup berdaulat, rasio keseimbangannya terasa tak lupa diri. Subtil, namun nyata kehadirannya. Manis, asin, gurih, dan keasaman yg sesekali mengintip silih berganti tampil dalam orkestra rasa yg solid.

Akira sepertinya tahu betul takaran susupan identitas rasa Timur dalam panggung kuliner dunia Barat. (SARIE FEBRIANE)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/06/102111327/orkestra.rasa.akira
Terima kasih sudah membaca berita Orkestra Rasa Akira. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Orkestra Rasa Akira"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.