Oleh-oleh Ramah Lingkungan Dari Papua

No comment 178 views

Berikut artikel Oleh-oleh Ramah Lingkungan dari Papua, Semoga bermanfaat

BIAK, KOMPAS.com – Produk ramah lingkungan dengan bahan organik mampu menjadi pilihan Anda buat buah tangan pulang berlibur. Seperti seandainya Anda pergi ke Papua, di mana masyarakat lokal akan banyak menekuni kerajinan anyam dengan lidi. 

Mulai dari piring, tas, sampai tifa dengan bahan lidi dibuat oleh masyarakat kampung Yenmanaina dan Pasi, yg berada di Kepulauan Padaido, Kabupaten Biak, Papua. Hasilnya sungguh unik, bernuansa etnik, dan tentunya unggul karena hand made alias dibuat oleh tangan sendiri tanpa mesin. 

“Saya belajar ini dari melihat ibu lain, waktu itu ada pelatihan dari kelompok Gereja,” ungkap Mama Yuliana, salah sesuatu perajin produk kerajinan berbahan lidi ini, Selasa (21/6/2016).

Mama Yuliana dengan cekatan membuat sebuah piring makan dari bahan dasar lidi. Awalnya ia mengambil segenggam lidi segar, yg baru diolahnya dari tanaman kelapa depan rumahnya. 

“Harus lidi yg basah (masih segar) agar gampang ditekuk-tekuk,” ungkap Mama Yuliana. Ia kemudian membagi-bagi sejumlah lidi, sembari menghitung agar membentuk konfigurasi dari teknik silang menyilang lidi.

Alat-alat yg ia butuhkan hanyalah tali dari serat kayu dan gunting. Tak ada penggunaan lem, atau bahan plastik buat kerajinan ini. Limbahnya pun sangat minim, cuma ujung-ujung lidi yg tidak terpakai. 

Silvita Agmasari Piring dari anyaman lidi.

Mulailah Mama Yuliana sibuk menganyam. Lama kelamaan nampak bentuk piring makan. Tak sampai sesuatu jam, jadilah piring makan berbahan dasar lidi.

“Ini biasa buat pesta, jadi makannya tinggal diberi alas,” ungkap Mama. Semakin besar piring maka semakin sukar dibuat dan memerlukan lidi semakin banyak serta panjang.

Harga sesuatu lusin piring makan buat kerajinan lidi ini dihargai Rp 200.000, terhitung murah buat prosesnya yg rumit, memerlukan waktu, dan tenaga. Sayangnya Mama Yuliana masih kesulitan buat mempromosikan produknya. Begitu pula dengan perajin lainnya.

Tak heran ketika ingin membeli kerajinan tifa atau tas dari anyaman lidi, para perajin cuma memiliki jumlah stok yg sangat terbatas. Sekitar sesuatu atau beberapa buat masing-masing produk. 

“Sejauh ini yg beli cuma Ibu Camat saja,” kata Mama Yuliana. Harapan Mama Yuliana mulai wisatawan lokal dan mancanegara buat membeli produk kerajinan buatan sendiri tentu besar. Tapi apa daya, kampungnya bahkan belum dialiri listrik dan masih sulit diakses. 

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/24/205641827/oleh-oleh.ramah.lingkungan.dari.papua
Terima kasih sudah membaca berita Oleh-oleh Ramah Lingkungan dari Papua. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Oleh-oleh Ramah Lingkungan Dari Papua"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.