Nostalgia Ala Bus “Vintage Series” Transjakarta

No comment 116 views

Berikut artikel Nostalgia ala Bus “Vintage Series” Transjakarta, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Seperti biasanya, Kota Jakarta tampak sibuk menjelang sore. Mobil-mobil berbaris mengantre bagi mengambil jalan. Motor-motor pun bersanding dengan mobil. Para pekerja memenuhi bahu jalan dan halte bagi menunggu bus.

Pemandangan itu terus aku saksikan di area pusat ibu kota, tepatnya di Jalan Muhammad Husni Thamrin. Namun, hal berbeda aku dapatkan ketika menunggu bus Transjakarta di Halte Bank Indonesia. Kebetulan, pada Rabu (30/11/2016) sore itu, aku coba bus Vintage Series keluaran PT Transportasi Jakarta.

Beberapa waktu dahulu PT. Transportasi Jakarta launching bus Vintage Series bagi pengguna Transjakarta. Dua buah bus bergaya Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) berlalu-lalang di Koridor 1 Blok M – Jakarta Kota.

Sore itu, penumpang Halte Bank Indonesia bertumpuk di beberapa sisi merupakan arah Kota Tua dan Blok M. Beberapa tertunduk menatap telepon genggam dan tampak lesu.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di dalam Bus Vintage Transjakarta di halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat bagi mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

“Kapan bus jadulnya lewat Pak?,” tanya aku kepada penjaga loket Transjakarta.

“Biasanya sih 10-15 menit. Tapi ini lagi macet, ada demo,” tandasnya.

Dewi fortuna sungguh tengah menemani saya. Tak sampai 10 menit kemudian, bus Vintage Series melintas di depan saya. Dari bagian luar bus, kelihatan tulisan “Vintage Series” dan logo berwarna kuning bertuliskan “PPD”.

Kondektur Transjakarta melambaikan tangan.

“Ayo.. Blok M, Blok M,” teriak kondektur.

Saya melangkah. Rasa gerah di halte berganti dengan sejuknya hawa berpendingin udara. Kebetulan bus itu juga tak terlalu sesak.

Mata aku menjelajahi badan bus. Di dekat atap dan pintu bus, tertempel replika berita tentang bus PPD dan iklan-iklan produk tempo dulu.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di dalam Bus Vintage Transjakarta di halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat buat mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

PPD Pelopori Penurunan Harga: Tarip djauh-dekat djadi Rp 0,20 lagi..” begitu tertulis di replika berita Harian Kompas yg dipasang di dalam bus Transjakarta Vintage Series itu.

Blok M – Kota Dalam 28 Menit,” bunyi judul dari Majalah Intisari yg tertempel dalam versi berwarna.

Foto-foto bus PPD yg terekam di Harian Kompas juga dipajang. Ada foto deretan bus PPD, dan foto pembuatan bus. Ada pula foto bus PPD di tengah kerumunan warga Jakarta.

Poster iklan yg tertempel antara yang lain poster sampo, pasta gigi, dan alat elektronik. Gambar-gambar pada poster tersebut terasa sederhana. Tak berwarna dan kompleks seperti iklan-iklan ketika ini.

Kesan jadul memang jelas tertangkap lewat penggunaan ejaan lama, warna tulisan artikel Harian Kompas yg memudar, serta tentunya poster iklan di dalam bus.

Saat mata aku memandang ke jendela bus, kontras terasa. Kesan jadul digantikan mengilapnya gedung-gedung pencakar langit. Tak ada kendaraan seperti era-era 1980-an.

Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (Perum PPD) yaitu perusahaan punya pemerintah di bidang transportasi umum darat. PPD menjadi embrio dan pioneer perkembangan angkutan bus di Jakarta.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di dalam Bus Vintage Transjakarta di halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat buat mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

PPD memulai perjalanan bisnis transportasi dengan angkutan umum trem pada 1920 dengan nama Bataviach Elektrische Tram Maatschappij – BVMNV. Untuk mengutamakan kepentingan umum, BVMNV kemudian dinasionalkan dan dikuasai oleh negara berdasarkan Undang-Undang Darurat No.10 tahun 1954.

Sebagai tindak lanjut nasionalisasi tersebut, dengan akte notaris Mr Raden Suwandi No.76 tanggal 30 Juni 1954 dan No.82 tanggal 21 Desember 1954, BVMNV diubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama Perusahan Pengangkutan Djakarta.

Momen-momen nostalgia ala bus PPD bukan cuma aku yg merasakan. Beberapa penumpang juga turut terlempar ke era PPD kala itu.

Seperti laki-laki paruh baya dan sudah berambut putih yang berasal Tangerang, Kasyim. Pada tahun 1980, ia tinggal di Jakarta dan kerap memakai PPD. Saya bertemu Kasyim di Halte Bundaran Senayan.

“Bagus dan menarik. Kembali seperti jaman dulu. Saya lalu tidak jarang naik rute PPD Blok M – Pasar Senen,” ujarnya.

Dari Halte Bundaran Senayan, aku kembali menuju arah Monumen Nasional tepatnya ke Gedung Kementerian Pariwisata. Tuntas telah misi bernostalgia bersama bus Transjakarta Vintage Series.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/02/080500927/nostalgia.ala.bus.vintage.series.transjakarta
Terima kasih sudah membaca berita Nostalgia ala Bus “Vintage Series” Transjakarta. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Nostalgia Ala Bus “Vintage Series” Transjakarta"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.