“Ngabuburit” Naik Bus Wisata Keliling Jakarta? Catat Tips Berikut

Berikut artikel “Ngabuburit” Naik Bus Wisata Keliling Jakarta? Catat Tips Berikut, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Kini wisatawan mampu menikmati wisata kuliner, belanja, dan sejarah Jakarta melalui tour bus wisata keliling Jakarta. Termasuk ketika menunggu berbuka buat yg berpuasa.

Agar tak tak terjadi hal yg tak diinginkan, seperti menunggu terlalu lama atau salah membawa perbekalan ketika menaiki bus wisata tersebut, berikut tips yg dihimpun KompasTravel.

Salah sesuatu pengemudi senior Bus Wisata Jakarta, Desmanida Anwar (45), sekaligus guide dalam tour Jakarta ini menjelaskan tips apa saja yg perlu dicermati wisatawan agar perjalanya nyaman di bus wisata keliling Jakarta.

1. Datang lebih awal

Meskipun bus wisata telah terdapat jadwal waktu pemberhentian di setiap shelternya, tidak jarang keadaan jalan di Jakarta yg tidak jarang macet, membuat bus tiba lebih awal ataupun terlambat. Namun menurut perempuan yg mengemudikan bus wisata sejak 2014 ini, bus wisata keliling Jakarta cenderung lebih cepat dari waktu yg direncanakan.

“Untuk menghindari macet apalagi jam kerja biasanya berangkat lebih cepat, setengah jam,” ujar perempuan yg akrab disapa Desma kepada KompasTravel ketika menaiki armadanya di tour ‘History of Jakarta’,” Minggu (5/6/2016).

Ia menyampaikan terlebih buat wisatawan yg hendak “ngabuburit” dan berbuka di tempat tertentu, mayoritas mengambil jadwal pada akhir, merupakan sekitar pukul 17.00. Jika tiba tepat pukul 17.00 dan bus ternyata telah berangkat, maka harus menunggu keesokan harinya, kecuali hari Sabtu yg beroperasi hingga pukul 23.00.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Wisatawan yg telah menunggu kedatangan bus wisata keliling Jakarta di halte Monas dua, Minggu (5/6/2016).

2. Bawa minum atau makanan terlebih dahulu

Wisatawan mulai menempuh perjalanan yg cukup jauh, sekitar beberapa jam perjalanan seandainya kondisi jalan lancar. Meski peraturan di dalam perjalanan tersebut dilarang makan, tetapi wisatawan mampu membawa bekal minum bagi dikonsumsi di jalan. Selain itu alternatif yang lain anda mengisi perut terlebih dulu sebelum berwisata.

Sedangkan untuk wisatawan yg sedang berpuasa dan hendak “ngabuburit”, juga disarankan membawa bekal minum dan makanan. Pasalnya kondisi jalan yg tak menentu membuat anda tidak tahu pasti ketika di mana azan maghrib berkumandang.

Jika maghrib di dalam bus atau di tempat Anda turun, jauh dari penjual minuman, setidaknya Anda telah siap dengan perbekalan.

3. Datang ke halte yg dikunjungi dua rute

Kita tak tahu bus keberapa yg kami tunggu, apakah bus terakhir, atau bus pertama yg masih menyisakan banyak bus di belakangnya. Maka memulai perjalanan wisata dari halte yg dilalui banyak rute mampu menolong Anda agar tak menunggu bus sangat lama.

Beberapa halte atau tempat pemberhentian dilalui ketiga rute bus wisata. Di antaranya halte Masjid Istiqlal atau Juanda, karena halte tersebut menjadi awal keberangkatan bus wisata. Selain halte tersebut, wisatawan mampu naik di Balai Kota Jakarta, dan Museum Bank Indonesia.

Di tempat-tempat tersebut wisatawan bisa memilih bus dengan rute wisata “Art and Culinary”, “History of Jakarta”, atau “Shopping Experience Jakarta”.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Petugas bus wisata Jakarta sedang membagikan tiket gratis dalam perjalanan tur wisata sejarah Jakarta memakai bus wisata.

4. Cermati waktu terbaik, pahami rute dan haltenya

Macetnya kota Jakarta, terutama pada waktu “Ngabubrit” atau pulang kerja di hari normal, membuat Anda wajib memperhitungkan estimasi perjalanan. Berbuka di kawasan kuliner Jakarta sesuai pilihan lebih baik dibanding anda harus buka puasa di tengah kemacetan.

“Lebih baik naik yg sebelum jam 5 sore, akan jam 3 ke bawah di halte yg pas mampu menikmati beberapa kali perjalanan,” ujar Desma.

Keberangkatan bus dalam sehari terdapat lima kali buat Senin hingga Jumat, sedangkan Sabtu lebih banyak karena sampai malam. Senin hingga Jumat, keberangkatan dari halte penting pukul 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, dan 17.00.

5. Sediakan uang tunai dan debit untuk wisatwan kuliner

Di dua tempat seperti museum menghendaki anda membayar tiket masuk memakai uang cash. Namun di dua tempat wisata kuliner dan belanja, mengharuskan Anda memakai debit bagi membayar ketika bertransaksi, seperti di bazar Balai Kota Jakarta.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/08/133317027/.ngabuburit.naik.bus.wisata.keliling.jakarta.catat.tips.berikut
Terima kasih sudah membaca berita “Ngabuburit” Naik Bus Wisata Keliling Jakarta? Catat Tips Berikut. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Ngabuburit” Naik Bus Wisata Keliling Jakarta? Catat Tips Berikut"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.