Napak Tilas Ke Rumah Masa Kecil Tan Malaka Di Payakumbuh

No comment 96 views

detikTravel Community –  

Sejarah perjuangan Indonesia tidak lepas dari andil Tan Malaka yg yaitu salah sesuatu pahlawan nasional. Traveler pun dapat napak tilas ke rumahnya di Payakumbuh.

Adalah Sutan Ibrahim Gelar Datuk Malaka atau lebih dikenal dengan sebutan Tan Malaka, sebuah nama yg tak memiliki kisah perjuangan sepopuler Soekarno dan Mohammad Hatta dalam buku sejarah semasa sekolah. Namun sesungguhnya, ia konseptor lahirnya Republik Indonesia.

Ya, tidak banyak kisah perjuangan Tan Malaka yg diketahui oleh banyak orang. Kematiannya pun sempat menjadi teka-teki sebagian orang. Namun, seperti apa yg pernah diungkapkan oleh Tan Malaka, “Ingatlah! bahwa dari dalam kubur, suara aku mulai lebih keras daripada dari atas bumi.” Ada banyak orang yg masih membicarakannya bahkan menyimpan rindu tentang kehadiran sosoknya.

Tak sedikit juga yg menelusuri jejak masa dulu Tan Malaka termasuk menyinggah sebuah rumah tua khas arsitektur Minangkabau, tempat dimana bapak republik ini lahir serta menghabiskan masa kecilnya.

Terletak di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Payakumbuh. Lokasi ini dapat ditempuh dengan memakai Minibus dari kota Padang menuju Suliki, kemudian dilanjutkan dengan jasa ojek.

Diresmikan pada 21 Februari 2008 oleh kementerian pariwisata waktu itu, tidak berdampak berarti. Sebuah bangunan tua terkesan tidak terurus menyambut. Dinding depan bangunan terbuat dari papan dan memiliki lima buah gonjong.

Sekilas tidak ada yg menarik dari bangunan yg kelihatan rapuh selain unsur dari penulis Madilog ini. Melangkahlah lebih dekat, maka mulai menemukan kejutan yg membuat hati berdesir dengan ragam emosi yg tidak terbantahkan.

Suara derik dari sela-sela kayu ketika menaiki anak tangga menandakan kalau bangunan tua ini tak terurus dengan baik. Membiarkan termakan usia yg makin menua, seperti orang tua yg terabaikan oleh sang anak menikmati kesunyian usia senja. Begitulah kesan yg di dapat.

Memasuki bagian dalam rumah, tidak banyak perkakas yg berarti. Hanya tempat tidur kuno, sederet talempong, alat musik minangkabau dan sofa. Foto Tan Malaka bergambar hitam putih terpajang di dinding yg terbuat dari anyaman bambu.

Di salah sesuatu sudut  ruangan terdapat etalase yg memuat ragam buku tentang Malaka. Selain itu terdapat ranji, silsilah keluarga. Dari ranji ini kami jadi tahu bahwa sebenarnya Tan Malaka sebuah gelar adat dari Ibrahim.

Saksi bisu nama itu tetap ada di sebuah meja dekat pintu masuk, di mana di atasnya terdapat sebuah buku polio yg berfungsi sebagai buku tamu. Ada begitu banyak nama perorangan ataupun kelompok yg berseliweran dari berbagai pelosok negeri ini bahkan ada dari luar negeri seperti Malaysia, Filipina, bahkan Belanda.

Dari ragam nama itu, mereka meninggalkan testimonial penuh harapan dan kerinduan yg mendalam. Tak sedikit yg menulis kutipan kalimat Tan Malaka yg mengetarkan jiwa.

Sekilas tentang Tan Malaka, semasa hidupnya, pelopor partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba) ini tidak lepas dari pelarian, pembuangan dan pengusiran dari tanah kelahirannya. Tan Malaka bahkan sempat dituduh sebagai dalang di balik Sutan Syahrir pada Juni 1946.

Namun, tidak ada yg dapat mengabaikan perannya dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Oleh Soekarno, Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan Nasional melalui ketetapan presiden RI no 53 tanggal 23 Maret 1963.

Sangat disayang, namanya menghilang dari catatan buku sejarah entah karena sebab apa. Tak heran nama Tan Malaka tidak sepopuler bapak Proklamator Indonesia. 

 

 

 

 

 

 

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/27/105000/3200654/1025/napak-tilas-ke-rumah-masa-kecil-tan-malaka-di-payakumbuh
Terima kasih sudah membaca berita Napak Tilas ke Rumah Masa Kecil Tan Malaka di Payakumbuh. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Napak Tilas Ke Rumah Masa Kecil Tan Malaka Di Payakumbuh"