Museum Sisa Hartaku, Kenangan Di Balik Bencana Merapi

No comment 132 views

Berikut artikel Museum Sisa Hartaku, Kenangan di Balik Bencana Merapi, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Hancur bukan berarti buruk. Itulah kalimat yg tepat buat menggambarkan Museum Sisa Hartaku di Desa Kepuharjo, Yogyakarta. Ada daya tarik di baliknya.

Saat itu matahari cukup terik buat mengawali hari kami, para d’Traveler yg sedang mengikuti kegiatan napak tilas dan Lava Tour di Yogyakarta.

Hari kedua bagi Lava Tour seperti yg dijadwalkan pun tiba. Rasanya telah tidak sabar bagi berkeliling kawasan bekas erupsi Gunung Merapi tersebut. Ini objek wisata yg aku tunggu-tunggu, karena aku mampu melihat dari dekat seperti apa sih Museum Sisa Hrtaku itu.

Tak perlu menunggu lama, Jeep yg mulai membawa kalian mengelilingi pun telah tiba, dan aku kebagian buat naik di atas Jeep punya Pak Budi ‘Moncong’ (begitu panggilan akrabnya).

“Sudah bersiap buat Lava Tour nya Mbak? Nanti kalau ada palang, jangan berdiri di atas Jeep ya. Sering-sering lihat ke depan,” pesan Pak Budi sebelum berangkat.

Sesekali di perjalanan, Pak Budi memacu Jeep nya dengan kecepatan tinggi. Jalur yg kalian lalui itu diawali dengan jalan aspal dan lurus hingga melewati jalan bebatuan besar dan berliku.

“gujlek-gujlek dan harus ngebut jalannya Mbak, itu sensasinya,” kata Pak Budi seraya kembali memacu Jeep nya dengan sangat cepat.

Ya, betul sekali, ini waktunya buat memacu adrenalin. Tim kalian pun berdiri di atas Jeep sambil berteriak senang. Sesekali aku dan teman-teman yg dinamai Tim Borobudur kembali duduk sembari mendengarkan cerita Pak Budi tentang situasi ketika letusan terjadi hingga dua cerita mistis yg ada.

“Intinya di sini tuh kalau telah jam 6 sore harus balik, telah tak ada tour lagi. Pernah sih ada permintaan tour khusus dari pukul 8 malam sampai 4 pagi, tetapi itu beda lah tujuannya” kata Pak Budi.

Tak lama kemudian, kalian pun datang di Museum Mini Sisa Hartaku atau yg lebih dikenal dengan Omahku Memoriku (The House of Memory). Sontak aku berdecak kagum dan akan berkeliling museum ini bersama para d’Traveler lainnya yg juga asik menikmati tempat ini.

Amazing. Saya memperhatikan sesuatu per sesuatu setiap benda di museum ini. Perabotan rumah tangga, lemari, motor, sepeda, meja, kursi, tulang belulang sapi dan jam dinding yg memamerkan pukul 12:05:40 WIB segala tinggal debu dan puing.

Museum ini benar-benar membuat aku mampu merasakan betapa dahsyatnya letusan itu dan bagaimana ketika rumah ini masih utuh tersusun rapi. Namun, sekarang cuma sebuah kenangan dan puing-puing yg membuat kagum setiap mata memandang.

“Memang kalau telah waktunya, ya tak dapat ditunda apalagi dihentikan. Ini telah takdirnya, sekarang kalian cuma mampu bersyukur dan menjaga yg masih ada dengan baik,” tutur Pak Budi sembari mengantarkan kita ke objek wisata lainnya di kawasan Merapi.

Sungguh perjalanan yg menyenangkan. Setelah puas berkeliling, kita pun diantar kembali ke penginapan buat melanjutkan kegiatan d’Traveler berikutnya. d’Traveler, jalan-jalan terus!

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/06/113000/3360116/1025/museum-sisa-hartaku-kenangan-di-balik-bencana-merapi
Terima kasih sudah membaca berita Museum Sisa Hartaku, Kenangan di Balik Bencana Merapi. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Museum Sisa Hartaku, Kenangan Di Balik Bencana Merapi"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.