Morotai, Pesona Dunia Nan Rapuh

No comment 134 views

Berikut artikel Morotai, Pesona Dunia nan Rapuh, Semoga bermanfaat

MOROTAI lebih dari indah. Pulau terdepan itu adalah gerbang Indonesia menuju Pasifik, kawasan yg bertumbuh cepat dan diperkirakan mulai menggeser pesona Atlantik yg kian redup. Posisinya yg strategis sempat menjadikannya sebagai rebutan Sekutu dan Jepang selama Perang Dunia II.

Nian Ngawi (47) dan anaknya, William Tarumanegara (19), mencermati rangkaian tulisan sejarah Perang Dunia II yg dipajang di Museum Perang Dunia II di Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Suasana gelap akibat pulsa listrik yg habis membuat mereka harus membelalakkan mata.

Bangunan museum yg diresmikan bersamaan dengan penyelenggaraan Sail Morotai 2012 tersebut sebagian tidak terawat. Langit-langitnya kusam dan akan mengelupas. Beberapa pajangan dan foto berdebu. Museum yg tidak terlalu besar itu cuma dibuka seandainya ada permintaan kunjungan wisatawan.

Sebagian besar isi museum cuma papan berisi foto dari berbagai lembaga asing dan tulisan sejarah Perang Dunia II. Benda-benda pajangannya cuma atribut pakaian tentara, alat makan-minum, koin, peluru, dua senjata berat, peralatan sandi, dan alat instalasi listrik. Tak ada pesawat tempur, tank amfibi, kapal perang, jip, atau alat tempur lainnya.

”Seharusnya senjata, kendaraan tempur, atau peninggalan perang lainnya lebih banyak ditampilkan sehingga suasana PD II lebih terasa,” kata Nian.

Tak cuma di museum, berbagai peralatan tempur itu juga sulit ditemukan di daratan Pulau Morotai. Padahal, ketika mendarat di Morotai pada 15 September 1944, Sekutu membawa 3.000 kendaraan militer, baik pesawat maupun truk seluruh medan. Kini, seluruh itu nyaris tidak tersisa. Jejaknya cuma beberapa tank amfibi macam Landing Vehicle Tracked Mark 2 yg teronggok di Desa Gotalamo, Morotai Selatan.

Sejak pertengahan 1950-an, penjarahan peninggalan PD II dikerjakan oleh sejumlah pengusaha luar Morotai atas izin pemerintah pusat. Bangkai pesawat, kapal, dan aneka kendaraan dipotong-potong dan diangkut ke luar pulau bagi diolah jadi bahan baku besi. Meriam dan sisa-sisa peluru pun diangkut bagi diambil kuningannya.

”Bahkan, dua dog tag atau bandul kalung militer, data diri tentara yg tersimpan di Museum PD II, dicuri dua bulan lalu,” kata Muhlis Eso, salah sesuatu penjaga Museum Perang Dunia II di Morotai.

Ironisnya, cuma sebagian kendaraan tempur yg tenggelam di dasar Selat Morotai, di selatan pulau, yg selamat. Lokasi bangkai aneka kendaraan tempur yg populer dengan sebutan Morotai Wreck itu kini menjadi lokasi penyelaman unik dan sulit dicari tandingannya di tempat lain. Keberadaannya melengkapi 28 lokasi selam di pulau seluas 4.301 kilometer persegi itu.

Kondisi sebagian besar situs-situs yg pernah menjadi bagian pertempuran Sekutu dan Jepang juga tidak terawat. Dari 12 landasan pesawat, tujuh di antaranya diperkeras dengan batu karang dan minyak hitam.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/06/190100927/Morotai.Pesona.Dunia.nan.Rapuh
Terima kasih sudah membaca berita Morotai, Pesona Dunia nan Rapuh. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Morotai, Pesona Dunia Nan Rapuh"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.