Monumen Pembaptisan Pertama Orang Olilit Di Saumlaki, Maluku

No comment 137 views

Berikut artikel Monumen Pembaptisan Pertama Orang Olilit di Saumlaki, Maluku, Semoga bermanfaat

SAUMLAKI, KOMPAS.com – Lebih dari seabad dahulu tepatnya tahun 1910, Pastor Clerk dan Capres mendarat di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Misi mereka adalah menyiarkan agama Katolik di Pulau Yamdena dan Tanimbar secara keseluruhan.

Di sisi yang lain Pulau Yamdena, kabar pembaptisan pertama orang Olilit tersiar pada 14 Agustus 1913. Kabar tersebut tiba dari Pastor Mathias Nieuwenhuis dan dulu disampaikan ke negeri Belanda.

Para misionaris yg tiba jauh-jauh dari Negeri Kincir Angin pun gembira. Sejak itu mulailah pewartaan misi gereja di Tanimbar.

Dengan beredarnya kabar itu, para pastor akan meneruskan penyebaran agama ke desa-desa yang lain sampai ke Tanimbar Utara dan Fordata. Kisah itu adalah bagian dari catatan sejarah yg terekam dalam materi promosi Dinas Pariwisata dan Usaha Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2016. 

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Bentuk peringatan pembaptisan pertama di Desa Olilit itu kini diwujudkan dalam sebuah rupa patung. Patung pastor berdiri dikelilingi patung lima orang Desa Olilit duduk bersimpuh. Sang Pastor digambarkan mengenakan jubah hitam dengan kain putih yg menjuntai di bahunya.

Bentuk peringatan pembaptisan pertama di Desa Olilit itu kini diwujudkan dalam sebuah rupa patung. Patung pastor berdiri dikelilingi patung lima orang Desa Olilit duduk bersimpuh. Sang Pastor digambarkan mengenakan jubah hitam dengan kain putih yg menjuntai di bahunya. Ia tampak sedang menuangkan air suci ke kepala orang Olilit dalam upacara pembaptisan.

Sementara empat orang Olilit lainnya berdiri berkeliling pastor. Mereka berdiri di pinggir kolam yg berjarak sekitar beberapa meter dari tempat pembaptisan. Di pinggir lautlah mereka pertama kali dibaptis.

KompasTravel sempat mengunjungi Monumen Kristus Raja dalam kegiatan “Pengembangan Promosi Daerah Tahun 2016” atas undangan Kantor Perwakilan Pemerintah Daerah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada Kamis (8/12/2016) siang. Monumen Pembaptisan Pertama adalah obyek wisata kedua yang KompasTravel sambangi setelah bertandang ke Monumen Kristus Raja.

Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Daerah, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Ruben Benjarvioto Moriolkossu (43) menyampaikan Monumen Pembaptisan Pertama adalah penanda sejarah pembaptisan Katolik pertama di Tanimbar. Desa Olilit sendiri, lanjutnya, dikenal sebagai desa Katolik paling tua di Maluku Tenggara Barat.

“Dulu itu pastor tiba ke Olilit jalan kaki. Dia mau pergi ke sumur dan bertemu orang Olilit yg juga ada di sumur. Orang Olilit kira pastor itu musuh, bahkan sempat ingin dibunuh,” cerita Ruben kepada KompasTravel.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Monumen Pembaptisan Pertama dibangun setelah peringatan 100 tahun masuknya agama Katolik.

Sumur yg dimaksud Ruben adalah tempat monumen orang Olilit yg berkeliling pastor. Terdapat sumur yg menyerupai kolam dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Ada pipa di dalam kolam tersebut.

“Itu kalau air laut pasang, dapat dikasih masuk airnya. Jadi seperti sumur,” ujar Ruben.

Monumen Pembaptisan Pertama dibangun setelah peringatan 100 tahun masuknya agama Katolik. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara Barat membangun monumen itu dengan tujuan yg sama dengan Monumen Kristus Raja.

“Dibuat buat wisata rohani turis lokal dan mancanegara,” jelasnya.

Monumen Pembaptisan Pertama berada di pinggir Pantai Olilit Timur. Dari pusat kota, Monumen Pembaptisan Pertama berjarak sekitar lima kilometer. Tak ada pungutan biaya bagi dapat melihat monumen itu.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/10/070500227/monumen.pembaptisan.pertama.orang.olilit.di.saumlaki.maluku
Terima kasih sudah membaca berita Monumen Pembaptisan Pertama Orang Olilit di Saumlaki, Maluku. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Monumen Pembaptisan Pertama Orang Olilit Di Saumlaki, Maluku"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.