“Millennial Traveler”, Apakah Anda Salah Satunya?

No comment 131 views

Berikut artikel “Millennial Traveler”, Apakah Anda Salah Satunya?, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – “Kekinian”, begitu kata yg tepat buat menggambarkan generasi millennial. Mereka yg masuk dalam generasi ini lahir pada 1980 sampai awal 1990-an. 

Generasi ini milik kecenderungan berbeda ketika traveling. Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan generasi millennial pun bergeser dari sesuatu hal ke hal lainnya.

“Generasi millennial anaknya social media banget,” tutur Angga Adhitya Syailendra, Marketing & Communications Manager Hotel Indigo Bali Seminyak Beach ketika berkunjung ke kantor KompasTravel, Kamis (4/8/2016). 

Angga telah memerhatikan kebutuhan millennial traveler sejak beberapa tahun belakangan. Pria itu juga telah melanglangbuana dalam dunia perhotelan, khususnya di Bali. Menurutnya, para millennials rela tak belanja baju dan menabung untuk traveling. 

“Mereka lebih suka menabung dan lebih pada experiences. Fokus mereka bukan pada barang apa yg dipakai, tapi check in di mana,” tambah Angga.

Hotel tempat Angga bekerja, Indigo Bali Seminyak Beach adalah salah sesuatu hotel yg mengakomodir kebutuhan millennial traveler. Hotel yg mulai launching pada Desember 2016 tersebut milik banyak spot yang instagenic. 

RYANDHIKA FIRMAN HIDAYAT Peserta ‘TakeMeAnywhere’ bersepeda di persawahan Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (19/3/2016).

Ciri-ciri yang lain dari millennial traveler adalah tak suka berlama-lama di hotel atau penginapan. Angga menjelaskan, para millennial traveler lebih suka merancang itinerary sendiri dan coba hal baru.

“Itulah mengapa Hotel Indigo mendorong mereka bagi menjelajah ke luar hotel,” tambahnya. 

Salah sesuatu ciri yg paling menonjol adalah kecintaan millennial traveler dengan produk lokal. Mulai dari pakaian, kopi, teh, interior, sampai pernak-pernik buatan lokal dengan gampang menjadi tren baru.

“Mereka (millennial traveler) rela menghabiskan banyak uang bagi membeli produk lokal,” terang Angga.

Hal serupa dikemukakan Anti Purnamasari, Corporate Marketing & Communication Manager PT Intiwhiz International yg menaungi tiga brand hotel yakni Whiz, Whiz Prime, dan Grand Whiz.

“Soal pemesanan hotel, millennial traveler lebih memilih simple booking dibanding cara konvensional. WiFi adalah suatu keharusan. Mereka juga rajin membaca ulasan dari wisatawan lainnya soal hotel tersebut,” tuturnya kepada KompasTravel.

Anti sepakat dengan pendapat Angga, bahwa millennial traveler lebih suka menjelajah destinasi dibanding tinggal di hotel. 

“Mereka tinggal ambil kunci, taruh barang, kemudian pergi menjelajah destinasi,” tambah Anti.

KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Para pembaca Kompas.com, pemenang kompetisi Take Me Anywhere, coba rafting di Sungai Ayung, Ubud, Gianyar, Sabtu (19/3/2016). Rafting di sungai ini salah satunya dikelola oleh Bali Adventure Tours sejak 1989. Pengarungan dikerjakan sejauh 9 km selama 2 jam.

Ciri-ciri terakhir yg sangat menggambarkan millennial traveler adalah kecenderungan memilih destinasi anti mainstream atau tak biasa. Baik dari tempat wisata, penginapan, sampai tempat makan. 

“Mereka lebih senang mendatangi tempat anti mainstream. Membawa kebanggaan tersendiri buat mereka,” tambah Angga.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/04/210400627/.Millennial.Traveler.Apakah.Anda.Salah.Satunya.
Terima kasih sudah membaca berita “Millennial Traveler”, Apakah Anda Salah Satunya?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "“Millennial Traveler”, Apakah Anda Salah Satunya?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.