Mereka Yang Kesengsem Lasem

No comment 98 views

Berikut artikel Mereka yang Kesengsem Lasem, Semoga bermanfaat

RUMAH-rumah gedong berusia hampir 150 tahun itu dibiarkan sepi setelah ditinggalkan pemilik atau ahli warisnya. Gerbang kayu megah yg menjadi pintu masuk kelihatan kusam, menandakan rumah tak terawat.

Rumah-rumah besar perpaduan arsitektur Tiongkok-Hindia di kawasan pecinan Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu seolah di ambang kehancuran.

Kawasan itu tumbuh pesat seiring pesatnya perdagangan candu di Pulau Jawa pada abad ke-19. James R Rush dalam bukunya, Opium to Java, mencatat Lasem sebagai corong candu pada 1860-an.

Seiring hancurnya perdagangan candu, sebagian besar warganya beralih menjadi pengusaha batik. Namun, Lasem kembali mati suri, cuma sebagai pelintasan di antara kesibukan jalur pantura yg dirintis ketika pemerintahan Daendels pada 1808.

Seiring menggeliatnya tren batik, batik tulis lasem perlahan bangkit lagi. Lasem pun akan dibicarakan lagi tidak cuma batiknya, tapi juga budaya dan tradisinya. Tradisi budaya Islam, Tiongkok, dan Jawa yg mengakar diceritakan lagi sebagai narasi baru, merupakan pariwisata.

Adalah anak-anak muda yg gelisah melihat jejak sejarah Lasem di ambang kepunahan. Mereka membuat gerakan pelestarian cagar budaya di Lasem melalui pendekatan pariwisata yg bisa diterima seluruh kalangan.

”Kami akan menyemangati warga lokal bagi terlibat segera dalam gerakan ini dari usaha pelestarian bangunan, menjaga situs, sampai membuat paket tur wisata,” kata Agni Malagina, warga Jakarta, yg bersama sejumlah kawannya, antara yang lain Feri Latief, kontributor foto majalah National Geographic Indonesia, dan Ellen, pegiat media sosial, membuat gerakan pelestarian cagar budaya di Lasem.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/01/071000927/mereka.yang.kesengsem.lasem
Terima kasih sudah membaca berita Mereka yang Kesengsem Lasem. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mereka Yang Kesengsem Lasem"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.