Merasakan Keramahan Asli Indonesia Di Wae Rebo

No comment 135 views

Berikut artikel Merasakan Keramahan Asli Indonesia di Wae Rebo, Semoga bermanfaat

Manggarai Tengah – Traveler yg jenuh dengan kebencian di media sosial, rasanya harus liburan ke Wae Rebo. Di desa ini, kita mulai merasakan keramahan asli Indonesia.

Saat menyebut destinasi yg mendatangkan senyum, mengundang tawa, atau pun rasa bahagia, rasanya yg terlintas di dalam kepala adalah Wae Rebo. Wae Rebo adalah sebuah desa sederhana yg jauh dari keramaian kota, nun jauh di pedalaman Flores.

Di destinasi cantik ini, traveler dapat belajar banyak soal kebahagiaan, serta senyum tulus yg berbalut kesederhanaan. detikTravel pernah berkunjung ke desa ini dua waktu yg dahulu dan merasakan sendiri, betapa rasa bahagia tak dapat diukur dengan uang apapun.

Desa Wae Rebo ada di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Untuk dapat sampai ke Wae Rebo, dibutuhkan perjalanan jalur yg cukup panjang dan melelahkan. Dari Bandara Labuan Bajo diperlukan waktu sekitar 7 jam dengan mobil bagi sampai ke Dintor atau Denge.

Desa itu adalah desa terdekat yg masih mampu dijangkau dengan mobil. Selepas Denge, kami harus berjalan kaki lagi naik dan turun bukit yg memakan waktu sekitar 4 jam buat sampai Wae Rebo.

Indahnya Desa Wae Rebo (Asmawiati WieWie/d'Traveler)Indahnya Desa Wae Rebo (Asmawiati WieWie/d’Traveler)

Berkunjung ke Wae Rebo, traveler harus meminta izin terlebih lalu kepada tetua atau pemangku adat yg tinggal di Rumah Gendang, salah sesuatu dari tujuh rumah adat di Wae Rebo. Setelah mengutarakan maksud dan tujuan berkunjung, kamu mulai disambut sebuah ritual adat sederhana sebagai bentuk ucapan selamat datang.

Setelah ritual selesai, barulah traveler dapat mengelilingi buat menikmati keindahan yg tersembunyi dari sentuhan kehidupan kota yg hedonistik dan individualis. Cobalah berinteraksi dengan warga lokal, dan belajarlah dari mereka tentang arti kehidupan.

Senyuman tulus anak-anak Wae Rebo (Shafa/detikTravel)Senyuman tulus anak-anak Wae Rebo (Shafa/detikTravel)

Sapalah anak-anak kecil yg tinggal di Wae Rebo dan ajaklah mereka berinteraksi. Mereka mulai menyambut kami dengan senyuman terbaik mereka. Senyuman yg tulus, dan secara tak sadar mulai membuat kami ikut tersenyum pula.

Jadilah kamu dan anak-anak kecil yg tinggal di Wae Rebo saling tersenyum lepas tanpa beban. Lupakan sejenak hiruk pikuk kehidupan kota, dan tertawalah lepas dengan anak-anak yg senyumnya cantik ini.

https://s19.postimg.org/wut7iadyr/wae3.jpg
Senyumnya cantik, bukan? (Shafa/detikTravel)

Kalau ingin lebih menarik perhatian mereka, ajaklah berfoto dengan kamera yg telah kamu siapkan sebelumnya. Senyum lebar pasti mulai tersungging di bibir mereka.

Apalagi kalau mereka ikut melihat hasil foto yg baru saja kamu jepret. Anak-anak kecil ini pasti mulai mengerubungimu karena begitu penasarannya. Maklum, kamera jadi barang mewah yg jarang mereka lihat sebelumnya.

Mereka berkerumun di belakang fotografer karena penasaran (Shafa/detikTravel)Mereka berkerumun di belakang fotografer karena penasaran (Shafa/detikTravel)

Untuk berbagi kebahagiaan, sebaiknya kamu membawa sedikit buah tangan yg telah dipersiapkan dari kota. Setumpuk buku bergambar atau buku cerita pasti mulai membuat anak-anak kecil polos ini makin bertambah bahagia. Melihat buku-buku bergambar ini, anak-anak Desa Wae Rebo tentunya mulai makin bertambah gembira. Kita yg melihatnya pasti mulai ikut tertawa.

Jika kamu berkunjung sekitar bulan November, suasana Wae Rebo mulai lebih meriah dari biasanya. Itu karena di Wae Rebo mulai diselenggarakan Penti, suatu perayaan adat akhir tahun yg unik buat mengungkapkan rasa syukur.

Anak-anak ini menerima buku pemberian traveler (Julie Kirey/d'Traveler)Anak-anak ini menerima buku pemberian traveler (Julie Kirey/d’Traveler)

Di upacara ini biasanya ditampilkan Tari Caci. Tari ini biasanya dibawakan oleh 2 orang laki-laki yg saling cambuk. Walau banyak yg luka karena cambukan, namun tidak ada sedikitpun dendam di antara mereka.

Upacara ini seakan menjadi bukti bahwa Wae Rebo memang cocok dikunjungi bagi traveler yg ingin merasakan keramahan asli Indonesia. Di desa ini jauh dari rasa permusuhan atau saling benci antar sesamanya.

Kalau kamu lupa caranya tertawa, mungkin telah waktunya kamu bagi kemasi ranselmu dan segera pergi liburan ke destinasi seperti Wae Rebo. Ayo, coba!

Saat Tari Caci dipentaskan (Asmawati Wiewie/d'Traveler)Saat Tari Caci dipentaskan (Asmawati Wiewie/d’Traveler)

(rdy/fay)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/01/075547/3359332/1519/merasakan-keramahan-asli-indonesia-di-wae-rebo
Terima kasih sudah membaca berita Merasakan Keramahan Asli Indonesia di Wae Rebo. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Merasakan Keramahan Asli Indonesia Di Wae Rebo"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.