Menyusuri Kota Bawah Tanah Ramla, Jejak Kejayaan Islam Di Israel

Berikut artikel Menyusuri Kota Bawah Tanah Ramla, Jejak Kejayaan Islam di Israel, Semoga bermanfaat

Ramla – Dahulu, Kota Ramla di Israel pernah menjadi ibukota provinsi dari Palestina. Traveler pun masih bisa melihat jejak kejayaan Islam saat tiba ke kota ini.

Dilansir detikTravel dari BBC, Jumat (17/3/2017), Ramla sempat dikuasai oleh umat Islam pada tahun 715 dulu. Ketik itu, kota ini dihiasi oleh banyak masjid megah hingga bangunan dengan kebun indah dan air mancur.

Begitu indahnya, sampai ahli bumi ternama Muhammad Ibn Ahmad Shams al-Din al-Muqaddasi membandingkan indahnya Ramla dengan kampung halamannya di Yerusalem saat dulu tiba pada abad ke-10.

Sayang, gempa bumi dahsyat yg terjadi pada abad ke-11 meluluhlantakkan Ramla. Sejumlah pembangunan pun dilakukan, tetapi tak berhasil bagi mengembalikan kejayaannya seperti lalu lagi.

“Anda hampir tak bisa melihat apa-apa lagi sekarang,” ujar kepala arkeologi dari divisi barang antik Israel, Gideon Avni

Gempa meluluhlantakkan Ramla pada abad ke-11 (Sara Toth Stub/BBC)Gempa meluluhlantakkan Ramla pada abad ke-11 (Sara Toth Stub/BBC)

Kini Ramla merupakankota kecil Israel yg terdiri dari kaum Yahudi dan Arab yg berlokasi dekat Bandara Ben Gurion, atau sekitar 25 Km arah tenggara dari ibukota Tel Aviv.

Traveler mungkin telah tak bisa melihat jejak kejayaan Islam secara gamblang di Ramla. Namun, ternyata Ramla memiliki kota bawah tanah yg menjadi jejak kejayaan Islam.

Tersembunyi di bawah tanah, terdapat waduk yg ditopang oleh pilar-pilar yg menyimpan bukti dan tulisan arab yg menandakan kejayaan Islam. Akses masuk ke dalamnya pun berlokasi di sebuah bangunan kecil yg terhimpit apartemen dan kebun, di mana menyimpan sebuah tangga menuju dermaga bawah tanah.

Dermaga bawah tanah di Ramla (Sara Toth Stub/BBC)Dermaga bawah tanah di Ramla (Sara Toth Stub/BBC)

Menggunakan boat, traveler mampu berkeliling waduk bawah tanah yg dulu berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. Ukurannya pun begitu besar dengan langit-langit setinggi 9 meter, membuatnya tampak seperti katedral atau istana ketimbang waduk.

Para arkeologis percaya, bawah waduk tersebut menjadi arsitektur Islam pertama di dunia Arab. Serupa dengan sejumlah monumen di Istana Alhambra, Spanyol.

Menariknya lagi, waduk tersebut juga menjadi bukti rapat dari budaya Timur dan Barat. Antara yang lain dari Kerajaan Persia dan Yunani.

“Ini yaitu meeting dari Timur dan Barat,” terang Avni.

Tulisan dengan bahasa Arab di tembok waduk (Sara Toth Stub/BBC)Tulisan dengan bahasa Arab di tembok waduk (Sara Toth Stub/BBC)

Sejumlah arkeologis di Ramla bahkan menemukan ratusan koin kuno yg menjadi penanda mulai dunia Islam, seperti koin dari Algeria hingga Uzbekistan. Hal itu menjadi penanda mulai lokasi Ramla yg strategis dulu.

Kehadiran waduk ini pun begitu tersembunyi hingga tahun 1960, di mana pemda Ramla berinisiatif bagi membersihkan dan membuka waduk ini untuk wisatawan. Air yg mengisi waduk kini juga berasal dari tumpahan air kota modern yg kini dibangun di atasnya.

Menyusuri kota bawah Ramla pun seakan membawa traveler kembali ke masa kejayaan Islam dulu kala. Sungguh suatu pengalaman yg luar biasa. (bnl/bnl)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/17/133410/3449519/1520/menyusuri-kota-bawah-tanah-ramla-jejak-kejayaan-islam-di-israel
Terima kasih sudah membaca berita Menyusuri Kota Bawah Tanah Ramla, Jejak Kejayaan Islam di Israel. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyusuri Kota Bawah Tanah Ramla, Jejak Kejayaan Islam Di Israel"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.