Menyusuri “Jalur Reptil” Di Taman Nasional Sebangau Kalimantan

Berikut artikel Menyusuri “Jalur Reptil” di Taman Nasional Sebangau Kalimantan, Semoga bermanfaat

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Hutan belantara Kalimantan adalah “rumah” untuk beragam spesies reptil, tidak kecuali ular. Salah sesuatu tempat buat menemukannya adalah Taman Nasional Sebangau yg terletak di Kalimantan Tengah. 

Secara administratif, TN Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Taman nasional seluas 568.700 hektar ini yaitu ekosistem rawa gambut yg terbentuk jutaan tahun lalu.

Sebelum didaulat menjadi Taman Nasional pada 2004, Sebangau yaitu hutan produksi yg dikelola dua HPH. Pembalakan liar pun merajalela usai berakhirnya izin HPH di kawasan tersebut.

Namun kini, meskipun bekas kebakaran hutan masih jelas terlihat, TN Sebangau adalah lokasi ekowisata terutama bagi melihat segera satwa liar.

Ada 54 spesies ular yg ditemukan di taman nasional ini, selain juga 15 macam mamalia dan 182 macam burung. Saat mengunjungi taman nasional ini dua waktu lalu, KompasTravel diajak menyusuri “jalur reptil” yg berada di belakang Pos Jaga Sungai Koran.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah yaitu lahan hutan gambut yg dilalui dua sungai, salah satunya Sungai Koran yg berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yg ada di dalam rawa gambut.

Area Sungai Koran adalah spot terdekat bagi didatangi wisatawan. Anda tinggal menyambangi Desa Kereng Bangkirai yg letaknya sekitar 15 menit perjalanan dari Kota Palangkaraya. Dari desa tersebut, ada speedboat milik taman nasional yg dapat disewa.

Keunikan Sungai Koran terletak pada warnanya yg hitam pekat. Ini karena sungai tersebut memiliki kandungan tannin yang tinggi akibat rawa gambut di bagian dasarnya. Dari dermaga di Desa Kereng Bangkirai, perjalanan speedboat menuju Pos Jaga Sungai Koran memakan waktu sekitar 20 menit.

Sepanjang perjalanan, Anda mulai melewati “labirin” rasau. Ini adalah sejenis tumbuhan pandan dengan duri tajam di bagian daun dan batangnya. Namun begitu masuk ke “jalur reptil” di belakang Pos Jaga, jumlah tumbuhan rasau semakin berkurang.

Jalur tersebut tidak lebar, cuma sekitar 2-3 meter. Begitu masuk jalur ini, hawa dingin menyeruak. Ini karena pepohonan yg cukup meeting menaungi kedua sisi sungai.

“Di sini banyak ditemukan ular viper, sanca, dan ular hijau,” tutur Abdullah, salah sesuatu penjaga TN Sebangau kepada KompasTravel,  Rabu (27/7/2016).

Viper (Viperidae) adalah salah sesuatu ular paling berbisa di dunia. Abdullah menjelaskan, biasanya ular tersebut bertengger di batang pohon dengan ketinggian 1-2 meter dari permukaan sungai.

“Jika masuk ke dalam (hutan), mulai lebih banyak lagi ditemukan ular. Bahkan dua waktu dahulu ada yg menemukan tarantula besar,” papar dia.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI “Jalur reptil” di TN Sebangau terletak di bagian belakang Pos Jaga Sungai Koran.

“Jalur reptil” yg kita lewati cukup panjang, hingga akhirnya harus berbalik arah buat kembali ke Pos Jaga Sungai Koran. Sayangnya, cuma sesuatu ular yg ditemukan hari itu. Abdullah menemukan seekor sanca di pinggir sungai.

Menyusuri Sungai Koran yg berwarna hitam, di tengah belantara Kalimantan, sungguh terasa mendebarkan. Jika Anda termasuk orang bernyali tinggi, cobalah masuk ke “jalur reptil” ini pada sore hingga malam hari.

“Kemungkinan besar mereka mulai keluar sore hingga malam. Banyak turis wisata minat khusus yg datang, dan pulang dengan perasaan puas,” papar Abdullah.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/29/224000627/Menyusuri.Jalur.Reptil.di.Taman.Nasional.Sebangau.Kalimantan
Terima kasih sudah membaca berita Menyusuri “Jalur Reptil” di Taman Nasional Sebangau Kalimantan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyusuri “Jalur Reptil” Di Taman Nasional Sebangau Kalimantan"