Menyusup Ke Dapur Pembuatan Kerupuk Kulit Kerbau

No comment 110 views

Berikut artikel Menyusup ke Dapur Pembuatan Kerupuk Kulit Kerbau, Semoga bermanfaat

SURAKARTA, KOMPAS.com – Fendri kelihatan duduk di lantai sambil setengah berselonjor di teras rumah. Tangannya memegang pisau buat memangkas bulu-bulu hitam di sebuah kulit yg ia pegang.

Kulit-kulit itu berwarna coklat dengan motif-motif bulu yg beragam. Kulit berbentuk persegi itu diletakkan di sebuah papan kayu.

Di depan tempat Fendri duduk, terbentang potongan-potongan kulit yg tengah dijemur. Potongan-potongan itu berbentuk persegi panjang.

Persis di belakang Fendri duduk, Suwarni juga tengah sibuk menggoreng di wajan besar. Api dari tungku kayu membara memanaskan minyak.

Suasana di dalam ruang dapur penggorengan terasa panas. Uap penggorengan dari wajan kelihatan akibat terpapar pancaran matahari yg masuk melalui atap rumah.

Di sisi kanan dalam dapur, lembaran-lembaran kulit kerbau tertumpuk. Tumpukannya hampir setinggi sesuatu meter.

Seperti itulah suasana pembuatan kerupuk rambak di Rumah Pak Ramlan di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rambak sendiri adalah kuliner kerupuk pelengkap makanan yg biasa ditemui di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Ibu Suwarni dan Fendri berada di dapur tempat pemrosesan kuliner Rambak di Sentra Industri Rambak di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolayan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Wisatawan mampu melihat aneka proses pembuatan rambak dari akan pengolahan bahan kulit kerbau, penjemuran, pembersihan bulu, dan penggorengan rambak.

Waktu sudah memperlihatkan sekitar pukul 09.38 WIB, saat KompasTravel tiba ke Rumah Pak Ramlan. Fendri adalah anak sulung dari hasil pernikahan antara Ramlan dan Suwarni yg kini menolong industri pembuatan rambak.

Di dapur itulah, Suwarni terus sibuk buat menggoreng rambak bagi kemudian dijual di pasar-pasar tradisional maupun rumah makan. Fendri juga bertugas buat menolong jalannya industri khususnya dalam bidang pemasaran.

“Ini pembuatan rambak dari warisan mbah. Dari bapak saya. Jadi aku generasi kedua. Fendri ini anaknya pertama,” jelas Suwarni kepada KompasTravel ketika ditemui di rumahnya.

Rambak yaitu kuliner kerupuk yg terbuat dari kulit kerbau. Proses pengolahannya sendiri berawal dari perendaman kulit kerbau di air, diberi bumbu, dipotong, dijemur, dan kemudian digoreng.

Fendri menjelaskan, rambak yg ia bagi berasal dari kulit-kulit kerbau yg berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Rambak sendiri terbagi beberapa macam yakni rambak goreng dan rambak makan.

“Kalau kulit kerbau tebal dapat sampai bikin 15 kilogram rambak. Kulitnya tipis paling 10 kilogram. Kulit kerbau bagian badan itu biasanya untuk bikin rambak goreng, kalau bagian kaki buat bikin rambak sayur,” ungkap Fendri ketika berbincang dengan KompasTravel.

Industri kerupuk rambak yg dijalankan Suwarni bersama suaminya, Ramlan bukan hal yg baru. Suwarni mengatakan, awalnya ia bersama suami menjalankan usaha pembuatan shuttlecock sebelum akan membuat rambak.

Di sana, wisatawan mampu mengunjungi dan melihat proses pembuatan rambak. Jika ingin membeli di sana, setengah kilo Rp 85.000 bagi rambak goreng dan Rp 80.000 bagi rambak sayur.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/30/140200627/Menyusup.ke.Dapur.Pembuatan.Kerupuk.Kulit.Kerbau
Terima kasih sudah membaca berita Menyusup ke Dapur Pembuatan Kerupuk Kulit Kerbau. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyusup Ke Dapur Pembuatan Kerupuk Kulit Kerbau"