Menyesap Nikmat Dan Kisah Si Hitam

No comment 109 views

Berikut artikel Menyesap Nikmat dan Kisah Si Hitam, Semoga bermanfaat

BAGI pencinta minuman kopi, mengulik lebih jauh cita rasa kopi dan kisah di balik secangkir kopi yaitu hal menarik. Rumah Kopi Ranin menyediakan ruang eksplorasi rasa kopi, khusus untuk mereka yg ingin menikmati setiap sesapan kopi sembari bertukar kisah tentang yang berasal si kopi.

Rumah Kopi Ranin berlokasi di Jalan Kresna Raya Nomor 46, Bogor Utara, Kota Bogor. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari simpang Jalan Ahamad Sobana-Jalan Pajajaran.

Masuk ke rumah kopi ini, harum biji kopi yg tengah disangrai menerobos dari jendela ruang sangrai yg ada di sebelah kanan pintu masuk. Bersamaan dengan itu, barista menyapa pengunjung dari balik meja bar yg cuma tiga-empat langkah dari pintu masuk.

”Mau tubruk, espresso, french press, chemex, atau cold brew?” tanya Angga, sesuatu dari tiga barista di situ. Ia menawarkan pilihan racikan kopi.

Di papan menu dan rak pajang kopi terpampang aneka produk kopi, antara yang lain kopi toraja (asal Sulawesi Selatan), enrekang (Sulawesi Selatan), bener meriah (Aceh), kepahiang (Bengkulu), kalibendho (Banyuwangi), kotanopan mandailing (Sumatera Utara), lintong (Humbang Hasundutan, Sumatera Utara), kintamani (Bali), dan wamena (Papua). Selain itu, tersedia juga Ranin Blend, kopi asli racikan Rumah Kopi Ranin.

Iyan (32), salah sesuatu pelanggan, meminta kopi java preanger kepada sang barista. Itu salah sesuatu kopi yang berasal Jawa Barat yg tersedia di Ranin. ”Java preanger yg ini dari Ciwidey,” kata Angga sambil cekatan meracik pesanan tamunya.

Rekan bisnis Iyan memesan kopi bogor. Warga asli Bogor itu belum pernah tahu kalau Bogor menghasilkan kopi. Ia cuma akrab dengan merek kopi asli Bogor yg dijual di pasaran, yakni Liong, Nikmat, dan Oplet. Yang ia tak tahu, apakah biji kopinya 100 persen dari perkebunan di Bogor.

Tejo Pramono, salah seorang pemilik Ranin, mengatakan, di Bogor belum ada perkebunan kopi yg luas. Kebanyakan pohon kopi ditanam petani sebagai pohon sampingan. Pengolahan biji kopi pun seadanya, tanpa seleksi ketat dan tepat.

”Kami juga baru menyediakan kopi bogor tahun 2015 meskipun Ranin telah ada sejak 2012. Kopi bogor yg kita sajikan berasal dari Cibulao (Cisarua, Kabupaten Bogor). Tidak setiap bulan kita mampu menghadirkan kopi bogor karena keterbatasan produksi petani di sana. Sementara, karena mutunya yg sangat baik, peminat kopi yang berasal Cibulao selalu meningkat. Produknya kerap diborong orang buat dijadikan oleh-oleh ke mancanegara,” tutur Tejo.

Tejo tak pernah marah saat Ranin tak menjadi prioritas bagi dipasok kopi bogor oleh para petani Cibulao meskipun Ranin membimbing petani Cibulao bagi menghasilkan biji kopi kualitas prima. Bagi Tejo, kehadiran Ranin memang bagi mempertemukan penikmat kopi dengan petani kopi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/06/173000527/Menyesap.Nikmat.dan.Kisah.Si.Hitam
Terima kasih sudah membaca berita Menyesap Nikmat dan Kisah Si Hitam. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyesap Nikmat Dan Kisah Si Hitam"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.