Menyesap Cuko Di Kapal Selam

No comment 271 views

Berikut artikel Menyesap Cuko di Kapal Selam, Semoga bermanfaat

MENYEBUT pempek, melayang pikiran ke Palembang. Meskipun kota asalnya terentang ratusan kilometer, penganan ini populer dan gampang ditemui di tiap sudut Jakarta.

Di sejumlah restoran, cita rasa pempek berikut cukonya diracik mirip dengan pempek di ”Bumi Sriwijaya”.

Pempek atau empek-empek di daerah asalnya menggunakan ikan belida ataupun ikan gabus sebagai bahan utama. Di Jakarta, bahan penting pempek umumnya ikan tenggiri.

Daging ikan dihaluskan dan dicampur dengan tapioka atau sagu, telur, dan bumbu lain. Rasa gurih pempek berbaur dengan asam, manis, dan pedas si kuah cuko. Nikmat….

Salah sesuatu restoran yg menyajikan cita rasa serupa dengan kota asalnya ada di Warung Pempek Cawan Putih di Jalan H Agus Salim atau yg lebih dikenal Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Varian pempek di sini cukup lengkap. Ada pempek ukuran besar seperti kapal selam dan lenjer. Ada pula pempek kecil yg terdiri dari pempek belah (pempek lenjer yg digoreng kemudian dibelah dan diisi udang kering dan kecap), lenjer, telur kecil, adaan, kulit, dan keriting.

”Saya suka makan pempek. Beberapa kali mencari pempek dengan rasa asli, baru di sini yg aku dapatkan. Ikan tenggiri berasa dan kuah cukonya pas banget. Kuahnya kental dengan rasa asam, pedas, dan manis yg menyatu,” kata Aries (32), warga Palembang yg juga karyawan sebuah perusahaan swasta di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Apa beda pempek Cawan Putih dengan pempek di tempat lainnya?

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Rumah makan pempek Cawan Putih di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

”Pempek di sini sangat terasa ikan tenggirinya dibandingkan aci. Kuah cukonya juga lebih kental dan ada rasa asam, pedas, dan manisnya yg sangat berasa,” kata Ika Furi (30), karyawati Warung Pempek Cawan Putih.

Pempek dibuat natural, tanpa pengawet dan pemutih. ”Pempek yg dibuat hari ini seluruh habis pada hari ini juga,” tambah Ika.

Cukonya berasal dari asam jeruk tanpa memakai cuka sama sekali sehingga terasa lebih gurih dan nikmat.

Menikmati pempek tak lengkap tanpa irisan ketimun berbentuk kotak kecil-kecil dan ebi kering yg dihaluskan, mirip koya pada soto ayam.

”Kalau di Palembang, pempek ini menjadi makanan utama. Tidak cuma sebagai sarapan, tapi juga buat makan siang dan makan malam,” ujar Ika.

Pempek kapal selam dan lenjer besar dijual Rp 30.000 per porsi, sedangkan pempek kecil Rp 5.000 saja per buah.

Bagi penggemar makanan berkuah, Cawan Putih juga menyediakan pempek model (pempek rebus yg disajikan dengan kuah berbumbu), tekwan, dan pindang patin.

Pindangnya yg kental dengan rasa asam di lidah membuat makanan itu terasa segar ketika dicicipi.

Sebagai teman pendamping, tersedia es kacang dan berbagai jus buah.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Pempek, salah sesuatu makanan khas Palembang, banyak disajikan di rumah makan-rumah makan di Jakarta. Salah satunya di Cawan Putih di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Usaha punya Endang Sri Hariatie BK yg dibuka sejak 2010 ini sudah membuka cabang di dua tempat lain, yakni Ruko Griya Inti Sentosa Sunter, Pecenongan, dan Hotel Sahid (Food Street).

”Sebelumnya, kita buka juga di Pasar Santa, tapi sekarang telah tutup,” kata Ika.

Sentra pempek

Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, juga menjadi sentra pempek. Di sepanjang jalan ini ada dua tempat makan pempek yg masing-masing memiliki kekhasan dalam rasa.

Ada yg kuat aroma ikannya, ada pula yg menyajikan cita rasa kompromi dengan selera orang. Lokasi yg terentang antara Bungur dan Jalan Benyamin Sueb ini cocok menjadi lokasi rujukan wisata kuliner.

Asmoro (32), pengunjung Pempek Garuda Putra, adalah salah sesuatu pelanggan pempek di Jalan Garuda. ”Di sini, ikannya lebih terasa daripada tempat lain,” ucapnya.

Andi alias Kumis (55), karyawan Pempek Nelly 10 Ulu di Jalan Garuda, mengatakan, usaha pempek tersebut dimulai pada 1998. Jalan Garuda dipilih sebagai lokasi karena kawasan itu yaitu pusat jajanan.

Menurut Tomas (30) yg juga karyawan Pempek Nelly 10 Ulu, bahan baku pempek seperti tepung sagu (tapioka) dan ikan tenggiri diperoleh di Jakarta, tapi gula merah buat bahan cuko didatangkan dari Palembang karena mempunyai cita rasa dan warna yg khas.

”Bahan baku pempek dari ikan tenggiri sering dicampur ikan gabus. Tetapi, ikan gabus di sini (Jakarta) kurang enak,” kata Tomas.

Racikan yg pas dari bahan-bahan ini menampilkan cita rasa pempek yg menggoyang lidah.

Pempek panggang

Cara penyajian pempek yg yang lain ada di Sari Sanjaya di The Flavour Bliss II, Jalan Alam Sutera Boulevard Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Menu pempek lenjeran di rumah makan pempek Cawan Putih, Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

”Kalau ke sini (Sari Sanjaya), aku senang pempek panggang dan pistel (pempek rebus dengan isi irisan pepaya muda yg telah ditumis dan dibumbui),” kata Joniansyah (38), warga yang berasal Lampung yg tinggal di Kabupaten Tangerang.

Kuah cuko di restoran ini juga sengaja disajikan tak terlalu asam dan agak cair. Tentu saja, pempek goreng seperti kapal selam, lenjer, telur, adaan, dan belah ada di sini.

Tidak cuma menyajikan pempek, pengunjung dapat menikmati model, tekwan, pindang ikan, pepes ikan dan tempoyak, celimpungan, mi celor, rujak mi, pangsit ikan, dan laksa.

Berbagai macam kerupuk khas Palembang atau kemplang tersedia di tempat ini.

Kini, siapkan waktu dan perut buat menjelajah kuliner Palembang di akhir minggu ini! (Wisnu Aji Dewabrata/Pingkan Elita Dundu)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Desember 2016, di halaman 28 dengan judul “Menyesap Cuko di Kapal Selam”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/18/153900727/menyesap.cuko.di.kapal.selam
Terima kasih sudah membaca berita Menyesap Cuko di Kapal Selam. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyesap Cuko Di Kapal Selam"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.