Menyeruput Kopi Di Garasi Mobil Ali Sadikin

No comment 206 views

Berikut artikel Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin , Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari depan, tampak rumah mewah berukuran besar dengan tembok berwarna kuning gading. Pintu samping rumah yg terletak di Jalan Jati Murni Nomor 6, Jati Padang, Jakarta Selatan, itu terbuka lebar.
 
Papan bergambar seorang pria tersenyum lebar seakan menyapa bagi masuk. Papan tulisan tersebut bertuliskan “Kedai Bang Ali”. Namun, sebelum ada papan itu, masyarakat Jati Padang menyebut rumah itu rumah Bang Ali Sadikin. 
 
“Rumah ini memang rumah Bang Ali, rumahnya ada dua. Rumah pertama di daerah Menteng, dekat dengan bioskop Metropole, rumah yg itu seperti rumah dinasnya. Kalau rumah yg ini rumah hari tuanya, rumah istirahat Bang Ali,” kata Yasser, anak Ali Sadikin. 
 
(Baca: Kopi Utek, Rasakan Pahitnya Kopi dan Manisnya Nira…)
 
Ali Sadikin adalah sosok Gubernur Jakarta paling terkenal yg menjabat dari tahun 1966-1977. Sosok beliau tidak pernah lepas dari kontroversi.
 
Kebijakan gubernur berdarah Sunda yg akrab disapa Bang Ali ini tidak jarang ditentang meskipun akhirnya kini ia dikenal sebagai gubernur paling sukses membangun Jakarta. 
 
Kompas.com/Silvita Agmasari Kedai Bang Ali, cafe di bagasi mobil rumah Ali Sadikin.

Mampir ke rumah Bang Ali menjadi pilihan tepat buat bernostalgia zaman keemasan Bang Ali sembari menyeruput secangkir kopi buatan Yasser. 

 
“Kedai Bang Ali ini baru buka empat bulan, kita (Yasser, Maikel, Aga, Cindy, dan Vino) membuka ini berlima. Orang sekitar sini memang tahunya ini rumah Bang Ali. Jadi, kalian mau meningkatkan lagi awareness orang tentang Bang Ali,” kata Yasser. 
 
Maikel, rekan Yasser, mengatakan, kedai kopi ini juga bagi mengingatkan kembali sosok Bang Ali yg akan dilupakan.
 
“Kadang ada tamu yg tanya Bang Ali itu siapa? Tetapi, ada yg malah foto-foto di sana (tembok yg dipajang foto-foto Bang Ali) biasanya yg telah berumur,” kata Maikel. 
 
Kedai Kopi Bang Ali sendiri memiliki konsep “merakyat” dengan menyediakan hidangan dengan harga bersahabat. Di media sosial Instagram, Kedai Bang Ali menyebut khalayak sebagai rakyat. 
 
Kompas.com/Silvita Agmasari Cappucino dan nasi bakar di Kedai Bang Ali.
KompasTravel berkesempatan mencicipi cappucino dan nasi bakar di Kedai Bang Ali. Hanya dengan harga Rp 20.000, KompasTravel dapat menikmati cappucino dari biji kopi campuran yang berasal Malabar, Bali, dan Toraja.
 
Rasa dan tampilan cappucino ini bahkan lebih baik dibanding rasa cappucino di kedai kopi dalam mal.
 
“Walau di garasi, kalian pakai mesin kopi yg serius. Kami mau memperkenalkan ke orang banyak kalau dengan harga segini dapat bisa kopi berkualitas,” kata Yasser. 
 
Nasi bakar di Kedai Bang Ali juga patut dicoba. Dengan harga Rp 15.000, nasi bakar dengan isian abon ikan roa dan teri menjadi teman pas buat minum kopi dan mengobrol bersama sahabat. 
 
Karena masih terbilang baru, dekorasi di Kedai Bang Ali masih belum sempurna.
 
“Rencananya mau kita tempel quote dari Bang Ali di tembok,” kata Yasser.
 
Ada bagian tembok yg memamerkan barang memorabilia Bang Ali, seperti potret fotonya dari masa kecil sampai tua, kamera kuno, dan buku-buku biografi Bang Ali.
 
“Kita berharap tamu yg tiba ke sini mendapat kehangatannya beliau,” kata Yasser. 
 
Kedai Bang Ali buka pukul 10.00-20.00 buat hari Senin sampai Kamis dan Sabtu, hari Jumat buka pukul 10.00-21.00.
 
Kabar baiknya pada momen Valentine, tanggal 14-18 Februari, Kedai Bang Ali memberi promo beli sesuatu cangkir kopi hangat gratis sesuatu cangkir kopi hangat.
 
Pada tanggal 15 Februari ketika pilkada, promo potongan harga sebesar 50 persen diberikan bagi tamu yg memamerkan jari tercelup tinta, tanda ikut serta dalam pesta demokrasi. 
 

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/02/14/085506227/menyeruput.kopi.di.garasi.mobil.ali.sadikin.
Terima kasih sudah membaca berita Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin . Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyeruput Kopi Di Garasi Mobil Ali Sadikin"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.