Menyepi Sejenak Ke Wae Rebo, Desa Di Atas Awan Yang Mendunia

No comment 162 views

Berikut artikel Menyepi Sejenak ke Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Mendunia, Semoga bermanfaat

Manggarai Tengah – Buang jauh-jauh penat kamu. Rasakanlah kesejukan udara tanpa sinyal telepon dan internet. Inilah Desa di atas awan yg mendunia: Wae Rebo.

7 Rumah kerucut kelihatan dari jauh. Terselimut kabut, dengan latar belakang pegunungan hijau. Berada di Manggarai Tengah, Pulau Flores, NTT ada sesuatu tempat wisata yg setidaknya harus kamu datangi sekali seumur hidup. Wae Rebo namanya.

Dalam catatan detikTravel, menuju Wae Rebo bisa ditempuh dari Labuan Bajo selama 5 jam jalur darat. Wae Rebo sendiri yaitu salah sesuatu jagoan destinasi wisata NTT yg telah mendunia. Desa di atas awan, begitu kata orang-orang yg pernah ke sana.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan trekking selama 9 km atau sekitar selama 3-4 jam. Capek, iya. Tapi bukankah ini adalah esensi traveling, seperti peribahasa berakit-rakit lalu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudian.

Menembus hutan mencapai Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)Foto: Menembus hutan mencapai Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)

Ah, layangkan dahulu pandangan kamu 360 derajat selama trekking. Lihatlah hijaunya hutan, sungai yg dindin dan dengarkan semilir angin. Makin berjalan jauh, makin segar juga udara yg terhirup. Pelan-pelan, sinyal telefon menghilang. Pelan-pelan, kamu meninggalkan duniamu sementara.

Selangkah demi selangkah, 7 rumah kerucut khas Wae Rebo telah tertangkap dalam mata. Rumah kerucut unik yg bahasa setempat namanya Mbaru Niang, milik tinggi 15 meter dengan di dalamnya ada 5 lantai. Lantai sesuatu tempat berkumpul keluarga, lantai beberapa buat menyimpan bahan makanan, lantai tiga buat menyimpan benih-benih tanaman pangan, lantai empat bagi tempat stok persedian pangan dan lantai paling atas buat tempat sesajian persembahan kepada leluhur.

Tampak Wae Rebo dari kejauhan (Faela Shafa/detikTravel)Foto: Tampak Wae Rebo dari kejauhan (Faela Shafa/detikTravel)

Begitu menginjakan kaki di sana di ketinggian 1.117 mdpl, kami mulai disambut dengan ritual upacara terhadap leluhur. Kiita pun diwajibkan membunyikan alat tabuh yg disediakan di rumah Kasih Ibu sebagai penanda datangnya tamu.

Sekitar 600 orang tinggal di Wae Rebo. Mereka hidup masih sangat sederhana dengan menanam kopi sebagai salah sesuatu cara buat bertahan hidup. Biji kopi di sana sangat dinikmati untuk para penikmat kafein di segala dunia, sangat terkenal!

Kehidupan di Wae Rebo, masih sangat alami (Agung Pambudhy/detikTravel)Foto: Kehidupan di Wae Rebo, masih sangat alami (Agung Pambudhy/detikTravel)

Berkebun menjadi mata pencaharian penting (Agung Pambudhy/detikTravel)Foto: Berkebun menjadi mata pencaharian penting (Agung Pambudhy/detikTravel)

Mereka hidup dengan penuh sederhana, jauh dari kata modern. Senyum dan sapanya sangat ramah, menyentuh hati siapa saja pengunjung yg tiba ke sana. Jangankan sinyal telefon, listrik saja tak ada.

Tidak ada sinyal telepon dan listrik bukan berarti membuat mereka hidup dalam kekurangan. Mereka justru hidup damai dan bahagia, jauh dari perselisihan dan perdebatan. Mereka hidup benar-benar menyatu dengan alam. Temboknya hutan, halaman rumahnya padang rumput dan beratapkan bintang-bintang. Di sana kalimat itu bukan kiasan melainkan kenyataan.

Sempatkan diri, buat bermalam di sana. Tenang, banyak operator tur di NTT atau kota-kota besar di Indonesia yg menawarkan paket bermalam di Wae Rebo. Bermalam sehari saja di sini, telah cukup bagi menyegarkan pikiran dan raga.

Turis yg tiba ke Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)Foto: Turis yg tiba ke Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)
Turis yg melihat dari dekat kehidupan di Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)Foto: Turis yg melihat dari dekat kehidupan di Wae Rebo (Faela Shafa/detikTravel)

Wae Rebo juga telah mencuri minat perhatian turis mancanegara. Bahkan UNESCO di tahun 2012, menyematkan Wae Rebo sebagai UNESCO Asia-Pacific Heritage Award for Cultural Heritage. Dunia telah mengakuinya, masa kamu tak penasaran bagi tiba ke sana.

Wae Rebo, sungguh tiada beberapa di dunia. Hanya ada satu, di Bumi Pertiwi Indonesia.

Anak-anak di Wae Rebo yg penuh senyum, menggemaskan (Faela Shafa/detikTravel)Foto: Anak-anak di Wae Rebo yg penuh senyum, menggemaskan (Faela Shafa/detikTravel)

(aff/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/11/17/085000/3347329/1519/menyepi-sejenak-ke-wae-rebo-desa-di-atas-awan-yang-mendunia
Terima kasih sudah membaca berita Menyepi Sejenak ke Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Mendunia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyepi Sejenak Ke Wae Rebo, Desa Di Atas Awan Yang Mendunia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.