Menyentuh Atap Sumatera Barat

No comment 103 views

Berikut artikel Menyentuh Atap Sumatera Barat, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Gunung Marapi yg berada di Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Agam yaitu salah sesuatu gunung favorit pendaki. Tingginya 2.891 mdpl, menawarkan pengalaman seru.

Gunung ini lokasinya berada tak jauh dari dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang. Untuk mencapai puncaknya terdapat dua jalur namun yg paling populer ialah Jalur Koto Baru. Bersama seorang teman yang berasal Bukittinggi, aku coba mendaki gunung yg memiliki ketinggian puncak 2.891 mdpl ini.

Dari Bukittinggi kita mengendarai sepeda motor menuju Koto Baru yg kalian tempuh selama 45 menit. Setelah sampai di basecamp ternyata kita disambut oleh hujan lebat disertai angin kencang, sempat ragu bagi melanjutkan pendakian namun selang dua menit kemudian langit kembali cerah hal ini membuat kita kembali semangat buat langsung memulai pendakian.

Setelah mendaftarkan diri serta membayar retribusi pendakian, kalian akan melangkahkan kaki menuju Puncak Marapi, target pendakian kita hari itu sampai di Cadas dan mendirikan tenda buat beristirahat kemudian esok harinya baru ke puncak.

Di awal jalur kita disuguhkan pemandangan berupa ladang perkebunan punya warga, nampak sayur – sayuran tumbuh subur disini. Setelah 15 menit berjalan kita sampai di tempat lapang yg disebut Pesanggrahan, disini banyak sekali kelompok pecinta alam yg mendirikan tenda, selain karena tempatnya lapang dari sini disuguhkan pemandangan indah berupa Gunung Singgalang.

Setelah beristirahat dari Pesanggrahan kalian lanjutkan lagi perjalanan dan kali ini kita sudah memasuki kawasan hutan, awalnya berupa hutan bambu dulu kemudian berupa pepohonan.

Karena memulai pendakian terlalu sore menyebabkan kalian masih berada di jalur pendakian saat hari sudah gelap, beruntung perlengkapan yg kita bawa cukup lengkap seperti head lamp dan senter yg dapat kalian gunakan bagi menerangi perjalanan kami.

Melakukan aktivitas pendakian di Gunung Marapi perlu berhati – hati sebab banyak binatang liar yg aktif di malam hari seperti babi hutan, kalian waktu itu berjumpa dengan rombongan babi hutan yg sedang melintasi jalur, beruntung babi tersebut tak menyerang kami.

Setelah 5 jam pendakian kita sudah sampai di Pintu Angin yg artinya telah dekat dengan Cadas namun karena pertimbangan ramainya pendaki waktu itu membuat kita menetapkan bagi mendirikan tenda sebelum Cadas dimana tak banyak pendaki yg mendirikan tenda disana.

Pagi menjelang, hawa dingin menyapa dan membangunkan kalian dari tidur. Usai shalat dan sarapan kalian pun melanjutkan perjalanan menuju Puncak Marapi. Pagi itu cuaca sangat cerah, dari kejauhan terdengar suara siamang yg bersahutan – sahutan dari balik rimbanya hutan. Gunung Singgalang dan Tandikek menyapa dari seberang, pemandangan yg sungguh indah.

Meski berupa bebatuan cadas, jalur menuju puncak sangat jelas. 1 jam dari tempat kalian mendirikan tenda akhirnya kalian sampai di puncak tertinggi Gunung Merapi yg diberi nama Puncak Merpati. Kami sangat bersyukur sekali dapat sampai disini.

Selain Puncak Merpati, ada sesuatu lokasi lagi yg biasanya dikunjungi oleh para pendaki merupakan Taman Edelweiss, dari puncak Merpati kita harus menuruni jalur terjal, perjalanan kita tidak sepenuhnya mulus karena sempat dihadang oleh kabut pekat yg menutupi jalur, setelah menunggu sekian lama kabut akan menghilang dari pandangan. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Edelweiss hingga akhirnya kalian sampai juga disebuah tempat yg dihiasi oleh bunga – bunga abadi ini.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/13/102000/3228070/1025/menyentuh-atap-sumatera-barat
Terima kasih sudah membaca berita Menyentuh Atap Sumatera Barat. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyentuh Atap Sumatera Barat"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.