Menyelamatkan Sejarah Dunia Di Morotai

No comment 120 views

Berikut artikel Menyelamatkan Sejarah Dunia di Morotai, Semoga bermanfaat

”Demi nanga ngopa denanga dano,

Mitagi-tagi mimas didiki,

Mima idu mimas gogorena,

Sioko…ooo…ooo…dedengomi”

(Demi anak dan cucu kita,

Di ketika kita berjalan, kalian jadikan sebagai kontak,

Di ketika kita tidur, kalian jadikan sebagai pantai,

Kasihanlah…ooo…ooo…dengan kami)

SYAIR pengharapan agar diberi kemudahan perjalanan itu disenandungkan Muhlis Eso (36), penggiat sejarah di Pulau Morotai, Maluku Utara, ketika mendaki Bukit 40, Minggu (17/7/2016).

Meski badannya meriang, langkahnya mantap menyusuri tanjakan becek dan jalan setapak yg penuh ilalang. Semak rimbun berduri bukan halangan.

Hujan deras yg mengguyur dan koyo yg menempel di kedua pelipis tidak menyurutkan langkahnya buat selalu berjalan sambil bercerita tentang sejarah Perang Dunia (PD) II di Morotai. Saat dua wisatawan yg dia dampingi akan kelelahan, tenaga Muhlis justru seperti bertambah.

”Kalau meriang, obatnya harus masuk hutan seperti ketika ini,” katanya sambil tersenyum.

Kala itu, bagi kesekian kalinya Muhlis mendaki Bukit 40 (Hill 40), tempat berlangsungnya pertempuran besar-besaran antara pasukan Sekutu dan Jepang yg berakhir dengan penyerahan kekuasaan tentara Jepang ke Sekutu, 9 September 1945.

Dari puncak bukit setinggi sekitar 500 meter di atas permukaan laut, bagian selatan Pulau Morotai dan Selat Morotai kelihatan jelas. Untuk mencapainya butuh 2,5 jam perjalanan dari Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai. Perjalanan itu ditempuh dengan mobil selama setengah jam dan dilanjutkan berjalan kaki.

Saat matahari tepat di atas kepala, rombongan wisatawan yg dipandu Muhlis datang di air terjun Nakamura. Derasnya suara air telah terdengar sebelum air terjun itu terlihat. Saat berada di samping air terjun, uap air terbawa angin menyejukkan wajah.

”Di tempat inilah tentara Jepang, Teruo Nakamura, yg menolak menyerah kepada Sekutu pernah bersembunyi. Dia baru dibawa keluar hutan oleh tentara Indonesia tahun 1974 atau hampir 30 tahun setelah perang berakhir,” katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/15/172800727/Menyelamatkan.Sejarah.Dunia.di.Morotai
Terima kasih sudah membaca berita Menyelamatkan Sejarah Dunia di Morotai. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyelamatkan Sejarah Dunia Di Morotai"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.