Menyapa Penghuni Pulau Ular

No comment 169 views

Berikut artikel Menyapa Penghuni Pulau Ular, Semoga bermanfaat

ULAR laut yg terkenal berbisa menjadi begitu jinak dan gampang sekali disentuh di Pulau Ular. Keunikan dan ”keramahan” ular-ular laut inilah yg kemudian menjadi daya tarik penting pulau yg berada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tersebut.

Pulau tersebut sebetulnya yaitu sebuah batu karang seluas sekitar 800 meter persegi yg berjarak kurang lebih 500 meter dari bibir pantai di Desa Pai, Kecamatan Wera. Karena batu karang ini menjadi habitat untuk ratusan, bahkan ribuan ular laut (Laticauda colubrina), warga sekitar menamainya Pulau Ular.

Pada Rabu (11/1/2017) pukul 14.00, suasana pantai di Desa Pai sepi. Hidman (45), nelayan, tersenyum dan menawarkan jasa antar menuju ke Pulau Ular. Ia meminta tarif Rp 10.000 per orang.

”Sepi Pak kalau hari biasa. Kalau hari Minggu atau hari libur dapat ratusan orang yg datang,” katanya.

(BACA: Pulau Ular yg Tak Berpenghuni Malah Menyimpan Sejuta Pesona)

Belum ada data akurat mengenai jumlah pengunjung karena sejak tahun 1990-an, saat Pulau Ular menjadi obyek wisata, pengelolaannya dipegang warga sekitar tanpa pembukuan yg rapi.

Meski ketika itu gerimis dan awan gelap menggantung di langit, Hidman memastikan kunjungan ke Pulau Ular mampu dilakukan. Ia pun menyiapkan sebuah perahu motor berkapasitas 15 orang. Nelayan lainnya, Hasan (40), telah di atas perahu bersiap mengemudi.

Perjalanan menuju Pulau Ular memakan waktu kurang dari 5 menit. Selama perjalanan itu, wisatawan disuguhi pemandangan Gunung Sangeang di sebelah utara.

Sayang karena gerimis, Gunung Sangeang tertutup kabut. Jika cuaca cerah, Pulau Banta atau Gili Banta (NTB) dan Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur) di bagian tenggara juga mulai jelas terlihat.

Air laut di sekitar Pulau Ular itu jernih sehingga terumbu karang di bawahnya dapat kelihatan dari atas perahu.

Ketika menjejakkan kaki di Pulau Ular, rasa cemas akan bercampur aduk dengan rasa penasaran. Cemas karena menyadari bahwa ada ribuan ular berbisa di pulau itu dan penasaran karena tak ada sesuatu pun ular yg terlihat.

”Sebentar tunggu lalu di sini Pak,” kata Hasan.

Dengan lincah, dia berjalan di atas bebatuan karang dan mengitari Pulau Ular. Ia selalu mengamati celah-celah yg ada batu karang dan menghilang.

Tidak lama kemudian, ia muncul dengan membawa beberapa ekor ular laut bercorak belang hitam dan putih di tangan kirinya. ”Silakan kalau ingin pegang,” katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/01/30/210900227/menyapa.penghuni.pulau.ular
Terima kasih sudah membaca berita Menyapa Penghuni Pulau Ular. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyapa Penghuni Pulau Ular"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.