Menyambangi Titik Nol Sekaligus Gedung Tertinggi Di Batavia

No comment 34 views

Berikut artikel Menyambangi Titik Nol Sekaligus Gedung Tertinggi di Batavia, Semoga bermanfaat

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebelum Monumen Nasional ditetapkan menjadi titik nol Jakarta, sebenarnya kota yg sudah berusia 489 tahun ini memiliki titik nol yg ditetapkan sejak zaman kolonial. Titik nol Kota Batavia terletak di Menara Syahbandar yg sekarang berada di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Jakarta Utara.

“Kemarin ada peneliti dari luar negeri ke sini (Menara Syahbandar) diukur memang ini titik nol. Juga ditemukan ada batu bertuliskan bahasa China di bawah sana,” kata pemandu di kawasan Kota Tua Jakarta, Maruri ketika memandu perjalanan Komunitas Jelajah Budaya, Sabtu (18/3/2017).

BACA: Seabad Pasang Surut di Pintu Gerbang Kota Batavia

Maruri menjelaskan bahwa awalnya Menara Syahbandar adalah bastion dari Kubu Culemborg yg dihancurkan oleh Daendels pada tahun 1808. Kemudian pada tahun 1838, didirikan Menara Syahbandar atau dalam Bahasa Belanda disebut De Uitkjik Post sebagai menara pemantau sekaligus kantor pabean (pajak ekspor-impor).

Kompas.com/Silvita Agmasari Pemandangan dari Menara Syahbandar di Kota Tua Jakarta.

“Tingginya sekitar 18 meter dan ketika itu jadi gedung tertinggi Batavia,” tambahnya.

Saat zaman penjajahan, fungsi Menara Syahbandar termasuk vital. Dari menara ini, para petugas mengawasi keluar masuk kapal yg membawa komoditas terutama rempah.

Dari Menara Syahbandar kelihatan lokasi pasar ikan pertama Batavia, gudang rempah yg sekarang menjadi Museum Bahari, galangan kapal VOC yg kini berfungsi menjadi restoran, sampai Jembatan Kota Intan.

BACA: Museum Bahari Kini Dilengkapi Kafe dan Perpustakaan

“Pada abad ke 17 dan 18 air kali di depan Menara Syahbandar itu jernih sekali, dapat segera diminum. Sampai dijual-jualin,” kata Maruri.

Jangan tanya apa warna kali di depan Menara Syahbandar sekarang. Dari baunya saja, telah jelas tidak layak konsumsi.

Menara Syahbandar juga dijuluki Menara Miring, karena miring ke arah selatan akibat turunnya permukaan tanah. Untungnya bangunan Menara Syahbandar sendiri cukup terawat dengan tangga kayu jati yg kokoh serta cat yg baru. Bagian luar dan dalamnya pun bersih.

BACA: Kisah Si Molek dan Penari Ronggeng di Batavia Kecil

Menara Syahbandar yg telah melewati masa kejayaanya kini berubah fungsi menjadi lokasi rekreasi sejarah. Menara ini telah tidak lagi menjadi yg tertinggi. Meski begitu, dari jendelanya, kalian dapat memandang gedung-gedung pencakar langit yg menjulang dari Jakarta nan modern.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/19/140500127/menyambangi.titik.nol.sekaligus.gedung.tertinggi.di.batavia
Terima kasih sudah membaca berita Menyambangi Titik Nol Sekaligus Gedung Tertinggi di Batavia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyambangi Titik Nol Sekaligus Gedung Tertinggi Di Batavia"