Menyambangi Kubur Dan Tengkorak Di Gua Londa

No comment 125 views

Berikut artikel Menyambangi Kubur dan Tengkorak di Gua Londa, Semoga bermanfaat

TORAJA, KOMPAS.com – Jika Anda ke Toraja, sebuah tujuan wisata yg berjarak sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Makassar, Sulawesi Selatan, pastikan anda tak melewatkan Londa.

Para pemandu wisata di Toraja bilang, seandainya anda belum ke Londa maka Anda belum ke Toraja. Ya, di Londa Anda mulai berwisata yg tidak lazim. Mengunjungi kubur!

Tapi jangan ngeri lebih dulu. Kubur atau makan di Londa tak seperti makam pada umumnya. Tradisi orang Toraja yg bertahan ratusan tahun, membuat makam di Londa menjadi unik dan layak dikunjungi.

Makam di Londa yaitu gua alam di sebuah tebing batu.

Objek wisata ini berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi. Lokasinya sekitar 7 kilometer arah Selatan Kota Rantepao, yg yaitu pusat pariwisata dan akomodasi untuk wisatawan.

Londa gampang dicapai dengan kendaraan umum baik mobil, motor sewaan, ataupun ojek. Sebuah gapura menjadi sambutan selamat tiba di Londa. Bayarlah karcis masuk dan sewalah lampu petromaks.

Jangan lupa petromaks

Anda wajib membawa penerang bagi masuk ke gua alam Londa. Seorang pemandu yg mulai membawa petromaks mulai menemani perjalanan anda.

Sewa petromaks cuma Rp 30.000 dan Anda mampu memberikan tips sesuka hati kepada pemandunya.

Sejumlah anak tangga harus dituruni sebelum mencapai tebing batu yg lumayan tinggi. Di tebing batu itulah terdapat gua alam yg dipenuhi labirin dengan stalagtit dan stalagmitnya.

Di depan tebing batu terdapat erong (peti mati) yg diletakkan di celah-celah batu. Posisi erong memperlihatkan strata sosial dari orang yg dimakamkan sewaktu dia hidup. Semakin tinggi posisi erong semakin tinggi strata sosialnya.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Pemandu berlampu minyak mengantar wisatawan berkunjung ke pemakaman di gua masyarakat Toraja di Londa, Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/12/2013).

Beberapa erong nampak digantung di batu. Dahulu kala, erong memang digantung buat menghindari binatang buas dan pencurian. Karena di dalam erong ikut disertakan barang-barang berharga punya yg meninggal.

Di tebing Londa, ada dua erong yg diletakkan di lokasi yg lumayan tinggi. Menurut pemandu, erong itu punya keluarga bangsawan, sehingga harus berada lebih tinggi dari yg lain.

Sebuah lubang batu yg mirip etalase, diletakkan berjajar tau-tau (patung kayu) yg dipahat semirip mungkin dengan orang yg meninggal. Satu patung mewakili sesuatu orang, dan didandani sesuai dengan strata sosialnya sewaktu masih hidup.

Beberapa tau-tau bernilai tinggi karena telah berusia ratusan tahun. Bawalah senter kepala bagi masuk ke gua.

Tak berbau

 

Sediakan sedikit nyali, karena begitu memasuki gua yg gelap dan lembab itu, tengkorak dan tulang belulang berserakan di mana-mana.

Beberapa tengkorak dan tulang belulang telah diatur di celah-celah goa. Tengkorak dan tulang belulang itu jatuh ketika erong rusak karena dimakan usia.

Untuk memindahkan tengkorak dan tulang belulang juga tak sembarang. harus ada upacaranya dan seizin keluarga yg meninggal.

Untuk meletakkan kembali tengkorak dan tulang belulang ke dalam erong, harus dilaksanakan upacara adat yg biayanya sangat besar, layaknya pesta pemakaman yg harus menyembelih puluhan bahkan ratusan kerbau.

Oleh karena itu banyak tengkorak yg dibiarkan tergelatak di dasar gua. Gua makam alam Londa memiliki kedalaman hingga 1.000 meter.

Menelusuri gua makam ini, Anda perlu berhati-hati. Di dua bagian, ketinggian gua cuma sekitar 1 meter, sehingga perlu berjalan membungkuk. Kondisi gua juga tidak mengurangi aura mistis.

Namun perjalanan menelusuri gua makam Londa tentulah yaitu sebuah pengalaman yg tidak mulai didapatkan di tempat lain.

Satu lagi, jangan khawatir dengan bau, tidak ada bau mayat di gua alam Londa.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Para wisatawan berkunjung ke pemakaman di gua masyarakat Toraja di Londa, Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/12/2013).

Cinderamata

 

Untuk balik ke pintu masuk, pengunjung mulai mengitari tangga-tangga dengan arah berbalik dari tangga masuk.

Jalan yg mendaki lumayan menguras tenaga. Tapi jangan khawatir, tersedia dua gazebo bagi beristirahat. Dari gazebo itu, tebing batu dan gua alam kelihatan secara keseluruhan.

Nampak dua erong yg terletak hampir di puncak tebing. Itulah erong punya para bangsawan. Jika telah cukup beristirahat, mampirlah di kios-kios yg menjual berbagai souvenir.

Cukup banyak dan beragam cendera mata yg disediakan. Mulai dari miniatur tau-tau, ukiran dan pahatan ornamen Toraja, tas, selempang, kalung hingga ke kain tenun Toraja.

Harga yg ditawarkan berbeda antara wisatawan lokal dan wistawan mancanegara. Tentu lebih mahal buat wisatawan mancanegara.

Di kompleks pintu masuk ini juga tersedia warung makan. Untuk akomodasi penginapan, di Rantepao tersedia cukup banyak penginapan dan hotel.

Ada hotel yg menawarkan tarif Rp 100.000 per malam, dengan fasilitas kamar mandi di dalam, hingga ke hotel dengan tarif lebih mahal dengan fasilitas lebih lengkap.

Toraja adalah sebuah destinasi wisata yg menawarkan keindahan panorama alamnya yg memesona dan tradisi serta budayanya yg tak kalah menariknya. Pastikan, Toraja menjadi salah sesuatu destinasi yg Anda mulai tuju mengisi liburan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/08/120148627/menyambangi.kubur.dan.tengkorak.di.gua.londa
Terima kasih sudah membaca berita Menyambangi Kubur dan Tengkorak di Gua Londa. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menyambangi Kubur Dan Tengkorak Di Gua Londa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.