Menpar Tantang Emirates Terbang Ke Lombok

No comment 117 views

Berikut artikel Menpar Tantang Emirates Terbang ke Lombok, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika bertemu Senior Vice President Aeropolitical & Industry Affairs, Salem Obaidalla di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (8/6/2016), ngotot menanyakan kapan Emirates terbang segera ke Lombok, Nusa Tenggara Barat?

Salem didampingi Country Manager Emirates Indonesia, Satish Sethi, yg telah meninjau Bandara Internasional Lombok dan dua lokasi strategis di “Kota 1.000 Masjid” itu.

Keduanya menjelaskan, Emirates sangat tertarik buat terbang ke Lombok yg telah ditetapkan sebagai sesuatu dari “10 Bali Baru” atau 10 tujuan wisata penting itu.

“Lombok cantik, pulau yg indah, alam yg istimewa, pantai berpasir putih dan lautnya jernih. Mandalika kawasan yg luar biasa,” kata Salem dalam siaran pers Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar kepada KompasTravel, Jumat (10/6/2016).

Lantas Menpar kembali menanyakan kepada Salem, kapan Emirates memulai penerbangan segera Dubai-Lombok.

KOMPAS/LASTI KURNIA Wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan, Lombok, Kamis (4/2/2016). Gili Trawangan adalah pulau dengan kunjungan wisata tertinggi di antara pulau lainnya, seperti Gili Air dan Gili Meno, serta menjadi andalan wisata Nusa Tenggara Barat.

“Kami mulai mempromosikan destinasi Lombok lalu melalui channel publikasi kami, inflight magazine, website, majalah Emirates ke segala dunia agar publik tahu lebih dalam keindahan Lombok. Sambil memperkuat awareness Lombok, kita mulai promosikan di setiap event Emirates. Kami ingin sustainable, terbang berkelanjutan, tak sporadis, bukan karena season saja,” jawab Salem.

Menpar Arief Yahya pun kembali bertanya mengenai target direct flight ke Lombok, berapa lama tenggang waktu promosi, serta apakah berani terbang segera ke destinasi wisata sebelah timur Bali itu.

Salem dan Satish pun berusaha menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu Gubernur NTB KH Zainul Majdi di Mataram, Lombok. Dalam rapat tersebut, pihak Emirates menyatakan ketertarikan buat terbang ke Lombok.

“Betul, kalian sekarang terbang setiap hari Dubai-Jakarta dan Dubai-Bali, rata-rata load factor-nya di atas 90 persen. Bahkan dalam 3 bulan ke depan destinasi Bali 100 persen booked,” jelasnya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) bertemu dengan Senior Vice President Aeropolitical & Industry Affairs Emirates, Salem Obaidalla di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (8/6/2016).

Menpar menyambut positif paparan tersebut karena mulai lebih banyak wisman Timur Tengah memilih berwisata ke Indonesia. Namun, pertanyaan Menpar masih sama. “Kalian masih meragukan pasar Lombok ya? Kalian masih belum mau terbang segera ke Lombok?” tanya Menpar lagi.

Satish coba menjelaskan kembali, bahwa Emirates sangat tertarik terbang ke Lombok. Pihaknya juga harus mengurus Aviation Agreement dan izin terbang dulu. Pihaknya juga harus mempersiapkan promosi ke Lombok dulu, karena ini adalah pasar baru.

“Kami mulai bantu kalau soal izin terbang. Dengan cepat. Saya inginnya Emirates terbang sekarang, aku butuhnya sekarang, bukan kapan-kapan atau 1 tahun dari sekarang,” ujar Arief.

Alasan Menpar begitu ngotot agar Emirates terbang ketika ini karena, pertama, bisnis itu harus fair.

“Kami mulai bantu Emirates terbang lagi di pasar yg telah gendut, dan rata-rata load factor-nya telah di atas 90 persen. Kami bantu buat terbang lagi ke Surabaya dan Denpasar. Khusus Denpasar, slot cuma mampu di atas pukul 00.00 sampai 06.00. Giliran kami minta menghidupkan Lombok, mereka tak langsung memberi kepastian,” paparnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Suku Sasak di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Warga Desa Sade menjajakan kain tenun khas Lombok kepada wisatawan yg berkunjung ke kampung tradisional tersebut.

Kedua, lanjut Arief, ini langkah konkret buat men-drive Lombok sebagai Halal Destination, yg mengandalkan pasar Timur Tengah. Lombok itu menang di Atraksi, tetapi masih lemah di Akses dan Amenitas.

“Emirates ini adalah solusi buat tidak mengurangi akses Lombok ke Dubai. Lombok jadi pintu utama. Selama ini wisman Lombok itu 90 persen dari Bali. Nah, ke depan Lombok harus menaikkan persentase itu, biar juga mendapatkan benefit yg lebih bagus bagi pelaku industri dan masyarakatnya,” jelas Arief.

Ketiga, sambung Menpar, kalau Emirates betul-betul tertarik, dan percaya bahwa Lombok itu keren, milik masa depan bagus dan dapat menjadi destinasi andalan, seharusnya seorang pebisnis segera ambil risiko.

“Ambil keputusan, pastikan ambil dahulu jatah slot itu, baru soal promosi dan teknis mendapatkan pasar itu dibicarakan belakangan,” katanya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Hasil karya para perajin gerabah dipajang di Pasar Seni Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

“Ini jadinya kan seperti telur dan ayam, mana yg duluan? Harusnya airlines ikut men-create market. Kemenpar juga mau kok joint promotion, dan bikin sales mission di Timur Tengah, bagi men-support Emirates ke Lombok,” tegas Arief Yahya.

Menpar memang tak banyak berbasa-basi dengan Emirates, karena destinasi Lombok itu milik atraksi yg sangat istimewa bagi originasi Timur Tengah.

“Kalau Emirates tak mengambil Lombok, dapat jadi maskapai yang lain yg agresif dan lebih lalu masuk lho,” kata Arief Yahya.

Kalau soal tidak mengurangi penerbangan ke Denpasar dan Surabaya, tak masalah, karena juga mendatangkan banyak wisman. Tetapi, Menpar memang ingin menjadikan momentum ini bagi membangun pariwisata Lombok.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Wisatawan mengunjungi air terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/1/2016). Sendang Gile menjadi salah sesuatu situs geologi Gunung Rinjani yg mendukung dijadikannya Gunung Rinjani sebagai taman bumi (geopark) dunia.

Koneksi dengan maskapai Emirates ini boleh dibilang ngebut. Pertemuan pertama terjadi di booth-nya Emirates di Arabian Travel Market (ATM) di Dubai International Exhibition and Convention Center 25-28 April 2016 lalu.

Kala itu Menpar dan Dubes RI bertemu Sheikh Akhmad, CEO Emirates Airlines. Sehari sesudahnya segera membuat MoU, yg ditandatangani oleh Badr Abbad, Senior Vice Presiden Commercial Operators Far East dan Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar. (*)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/10/214200827/Menpar.Tantang.Emirates.Terbang.ke.Lombok
Terima kasih sudah membaca berita Menpar Tantang Emirates Terbang ke Lombok. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menpar Tantang Emirates Terbang Ke Lombok"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.