Menpar Tagih Menhub Soal Izin Rute Penerbangan Baru

No comment 101 views

Berikut artikel Menpar Tagih Menhub Soal Izin Rute Penerbangan Baru, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta perkembangan status permohonan izin rute-rute baru kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Izin tersebut telah diusulkan maskapai penerbangan sejak akhir September 2016 kepada Kementerian Perhububungan.

Beberapa maskapai itu memang selalu didesak dan dikejar oleh Menpar buat membangun jaringan konektivitas baru, atau disebut juga akses. Menpar sudah menemui maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Group dan Sriwijaya. Beberapa maskapai tersebut juga telah membuat surat permohonan izin rute baru.

“Mereka giliran menagih kami, dan kita segera forward ke Kementerian Perhubungan yg memiliki otoritas terhadap slots,” kata ujar Arief dalam siaran pers yg diterima KompasTravel, Senin (24/10/2016).

Adapun sampai akhir  September 2016, permohonan izin rute baru yg masuk ke Kemenhub adalah Garuda Indonesia Guangzhou-Bali dan Shanghai Bali, Chengdu-Bali, Xiamen-Bali, Mumbai-Jakarta, Bali-Wakatobi dan Makasar-Wakatobi.

Maskapai Citilink Indonesia telah mengirimkan surat ke Menteri Perhubungan soal rute baru reguler charter China ke Batam dan Bintan, China ke Solo dan Jogja, China ke Morotai, juga China ke Lombok.

“Mereka meminta eksklusivitas selama beberapa tahun bagi rute baru, rute perintis. Saya kira dalam bisnis, itu masuk akal dan fair,” kata Arief Yahya.

Lion Air membuka banyak rute domestik baru ke Solo, menjadikan Solo sebagai Hub Selatan. Ada pula permohonan izin penerbangan Kuala Lumpur-Solo dan Kuala Lumpur-Lombok dengan Malindo Air.

Menpar mengatakan, Sriwijaya Air yg mulai membuka rute China-Solo juga dua rute domestik pun belum memeroleh kabar.

“Saya yakin, ini telah diproses di pemerintah. Secara prinsip kalian setuju buat langsung dioptimalkan segala slots yg masih memungkinkan dibuka,” kata dia.

Menpar juga meminta para eselon di Kemenhub agar lebih cepat dalam hal deregulasi, seperti izin terbang private jet, bagi CIQ In dan CIQ Out di bandara basis yacht. Ia memberi contoh seperti AMQ-SQQ PP bagi destinasi Raja Ampat. Ia menilai perlunya penerbitan kebijakan berisi prosedur tetap (protap) pemberian izin kepada private jet yg terbang antar bandara domestik.

“Kalau dilarang, ini juga tak masuk akal. Misalnya ada investor yg tiba membawa private jet, turun di Jakarta atau Bali, bagi menuju ke destinasi yg dimaksud tak boleh memakai private jet-nya, melainkan harus memakai regular flight. Ini yg aneh dan tak sejalan dengan perkembangan zaman,” ungkap Arief Yahya yg didampingi Dirjen Pengembangan Destinasi dan Industri Dadang Rizky, serta Stafsus Menpar Bidang Connectivity, Judi Rifajantoro.

Judi menambahkan soal airlines, diharapkan ada kemudahan perizinan bagi pengembangan rute baru. Juga diharapkan melakukan pengembangan Network Airlines bagi mendukung pertumbuhan kunjungan wisman. Juga membuka rute baru ke pasar-pasar penting wisman.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/10/24/121000527/menpar.tagih.menhub.soal.izin.rute.penerbangan.baru
Terima kasih sudah membaca berita Menpar Tagih Menhub Soal Izin Rute Penerbangan Baru. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menpar Tagih Menhub Soal Izin Rute Penerbangan Baru"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.