Menpar: Kita Jadikan KEK Pariwisata Di Riau

No comment 35 views

Berikut artikel Menpar: Kita Jadikan KEK Pariwisata di Riau, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan bagi membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Riau. Hal itu lantaran potensi pariwisata Riau, salah satunya ombak bono di Sungai Kampar, yg mampu jadi daya tarik unggulan.

“Kita mulai jadikan KEK Pariwisata di Riau. Rumusnya ada tiga A. Atraksinya apa? Kalau bono itu mampu surfing tingkat dunia, jadi surfing di sungai,” kata Arief dalam sambutan pada acara Peluncuran Kalender Pariwisata Riau di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

BACA: Gubernur Riau: Ombak Bono, Destinasi Wisata Kelas Dunia

Arief menyampaikan KEK Pariwisata Riau rencananya mulai dibangun di atas lahan seluas 600 hektar. Ia menyebut KEK Pariwisata Riau mulai berkonsep ecotourism.

Paling mungkin (konsepnya) seperti Danau Toba, ekoturisme digabungkan dengan bisnis. Ada wisata golfnya,” jelas Arief.

MELVINAS PRIANANDA Calon penumpang melintas di koridor Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru usai pengumuman pembatalan penerbangan pada Jumat (4/9/2015). Aktivitas penerbangan di bandara tersebut lumpuh akibat pekatnya kabut asap yg mengakibatkan jarak pandang terbatas sehingga mampu membahayakan penerbangan. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA

Arief menyampaikan penginapan berbintang minimal empat mulai disiapkan di KEK Riau. Ia menyebutkan KEK Pariwisata Riau nantinya mulai menjadi kawasan eksklusif seperti Nusa Dua.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal Usman menyampaikan bahwa rencana lahan yg mulai digunakan sebagai KEK Pariwisata berada di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Tempat tersebut berada di sekitar tempat ombak bono muncul merupakan dekat Sungai Kampar.

BACA: Mengenal Ombak Bono: Mitos di Antara Tujuh Hantu Lama dan 1.000 Hantu Baru

Arief menyampaikan bahwa secara aksesibilitas, Riau telah memiliki bandara yg mumpuni. Hal itu lantaran Bandara Sultan Syarif Kasim II sudah memiliki landasan pacu sepanjang 2.400 meter.

“Yang kurang di airlines. Nanti Rakornas itu bicara konektivitas,” tambahnya.

Hidangan khas Melayu di Kantin Bude, Siak, Riau.

Menurutnya, KEK Pariwisata Riau nantinya mulai menjadi KEK Pariwisata kelima di Indonesia. Sampai ketika ini, Indonesia sudah memiliki empat KEK Pariwisata yakni Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Danau Toba, dan Morotai.

Data Kementerian Pariwisata menyebutkan 27.810 wisatawan asing masuk ke Riau melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sementara sepanjang tahun 2016, angka tersebut naik menjadi 32.810 atau tumbuh 17,98 persen.

BACA: Gencar Tarik Pelancong, Ini Tiga Festival Wisata Unggulan di Riau

Kini, Kementerian Pariwisata memberi target pada Provinsi Riau buat dapat mendatangkan 60.000 wisatawan asing pada tahun 2017. Pemerintah Provinsi Riau mengunggulkan tiga festival selama tahun 2017 agar mampu menarik minat wisatawan bagi berkunjung ke Riau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan tiga festival tersebut adalah Festival Bekudo Bono, Bakar Tongkang, dan Pacu Jalur. Menurutnya, festival-festival tersebut diunggulkan dibandingkan festival-festival lainnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/17/180600927/menpar.kita.jadikan.kek.pariwisata.di.riau
Terima kasih sudah membaca berita Menpar: Kita Jadikan KEK Pariwisata di Riau. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menpar: Kita Jadikan KEK Pariwisata Di Riau"