Menpar: E-Tourism Tidak Bisa Dihindari

No comment 98 views

Berikut artikel Menpar: e-Tourism Tidak Bisa Dihindari, Semoga bermanfaat

BANDUNG, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penggunaan teknologi informatika bagi memasarkan pariwisata Indonesia tak mulai mampu dihindari.

Dengan memanfaatkan teknologi informatika, Kementerian Pariwisata ketika tengah mencanangkan penggunaan e-tourism di semua travel agent.

“Sekarang 70 persen wisatawan termasuk turis memakai digital. Saya dorong anggota Asita kesana (menggunakan IT) karena nanti mati kalau tak memakai digital,” kata Arief Yahya kepada wartawan usai menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/3/2017).

(BACA: Dalam Sehari Gili Trawangan Dikunjungi 2.600 Wisatawan)

Menurut Arief, wisatawan ketika ini dipastikan berselancar di media sosial sebelum berwisata. Saat ini, 8 dari 10 penumpang internasional melakukan search, share dan booking lewat online.

“Rata-rata sumbangan online travel agent (OTA) terhadap tingkat hunian kamar di Kota Bandung sekitar 30 sampai 40 persen,” katanya.

E-tourism, lanjut Menpar, telah tidak mampu lagi dihindari seluruh pengusaha pariwisata. Pasalnya, internet ketika ini telah menjadi kebutuhan dasar manusia dalam mencari kemudahan. Selain itu, dengan sistem online mampu menekan biaya operasional.

(BACA: Ini Kalender Horas Samosir Fiesta 2017 buat Menarik Wisatawan)

Bahkan, sambung Arief, buat mengetahui pergerakan dan perpindahan wisatawan mancanegara maupun wisawatan domestik, Kementerian Pariwisata ketika ini telah memakai sistem online.

Ira Rachmawati Wisata hutan pinus di Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, cocok bagi wisatawan yg suka selfie.

“E-tourism harus men-transform life style pariwisata ini. Karena telecommunication, transportation, tourism memang harus mengikuti teknologi,” ungkapnya.

Arief tak memungkiri seandainya ketika ini masih ada orang yg membeli paket wisata secara manual.

“Nanti tak mulai ada yg tiba lagi ke travel agent secara manual. Pasar yg tadinya tiba manual mulai ganti dengan digital,” katanya.

E-tourism ini, tambah Arief, pada prinsipnya sama dengan travel agent manual yakni, mempertemukan antara wisatawan (buyer) dengan penjual (seller).

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/03/14/084200027/menpar.e-tourism.tidak.bisa.dihindari
Terima kasih sudah membaca berita Menpar: e-Tourism Tidak Bisa Dihindari. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menpar: E-Tourism Tidak Bisa Dihindari"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.