Menjelajah Rasa Di Kampung Dunia

No comment 84 views

Berikut artikel Menjelajah Rasa di Kampung Dunia, Semoga bermanfaat

MENCICIPI menu di Restoran Agung, Club Med Bali, tidak sekadar meraup sensasi inderawi tentang rasa. Restoran menjelma sebentuk gelanggang pembauran antartamu dari sejumlah negara dan latar belakang budaya.

Siang itu kalian duduk bertiga mengitari meja di Restoran Agung, restoran penting punya Resor Club Med, Bali, awal September lalu. Satu kursi kosong ada di antara kami, menunggu salah sesuatu rekan yg langsung datang.

Tiba-tiba muncul seorang pria berusia 25-an tahun mendekati dan meminta izin buat duduk bergabung. Dengan santun, kita bilang kursi itu telah ada yg mulai menempati. Dengan santun pula dia menyampaikan tak masalah. Lalu dia duduk di kursi lain.

Belakangan, aku menemui peristiwa serupa dua kali. Meeting and Events Manager Club Med Bali Jerry Tanan menjelaskan, itu bagian dari cara tamu dan staf Club Med membaur. ”Mereka itu GO kami,” ujarnya. GO atau Gentil Organisateur adalah sebutan bagi staf Club Med.

(BACA: Restoran dari Singapura Ini Hadir di Jakarta)

Restoran Agung memang terasa lebih bersahabat. Jika pramusaji atau koki menebar senyum, itu sih biasa, di restoran yang lain juga demikian. Namun, ini para tamu yg bahkan baru pertama kali bertemu menebar senyum dan menyapa ramah.

Lebih-lebih para pramusaji atau koki. Mereka mulai menjelaskan secara detail setiap pertanyaan tentang menu masakan. Juga melayani dengan tidak lupa tersenyum ramah. Keramahan seolah menjadi bumbu dasar dari setiap menu masakan restoran.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Salad udang dan panzanella di Restoran Agung, Club Med Bali.

”Mas suka fotografi, ya? Saya juga suka fotografi. Tapi biasanya motret makanan. Food photography,” sapa seorang koki ketika melihat aku sibuk memotret makanan. Dia kemudian mengajak bertukar info akun Instagram. Itu secuil gambaran keramahan tadi.

(BACA: Sukses dengan Kepiting)

Selain Restoran Agung, Club Med Bali juga milik The Deck, restoran yg dikhususkan bagi late breakfast, late lunch, dan late dinner. Semua tempat itu untuk mereka yg telat makan.

Menu antarnegara

Restoran Agung menyediakan beragam menu. Di restoran yg melayani tamu dari 393 kamar di Club Med ini terdapat Asian Corner yg menyuguhkan beragam makanan dari Korea, Malaysia, Jepang, dan tentu saja Indonesia. Juga ada tempat khusus buat makanan Perancis, Italia, dan negara-negara lain.

Untuk menu Indonesia, yg banyak diburu tamu antara yang lain nasi goreng, gado-gado, mi goreng, dan soto ayam. Agung juga menyediakan rendang dan nasi kuning. Untuk kudapan, dadar gulung termasuk yg paling diburu.

”Kami ke sini bukan cuma menikmati matahari, makanan seperti ini tentu tantangan rasa buat kami,” kata seorang tamu dari Perancis sembari membawa sepiring gado-gado.

Saya sendiri menjelajah rasa dengan coba beragam masakan, akan dari Korea, Jepang, sampai Italia. Tidak ada yg tidak mengundang selera, terutama masakan berbahan dasar ikan.

Seperti malam itu, aku mencicipi tuna yg dipanggang kemudian dicampur kecambah dan tumbukan kentang. Sensasi tuna segar mendorong aku untung menambah.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Gado-gado, salah sesuatu makanan khas Indonesia yg banyak diminati tamu di Restoran Agung, Club Med Bali.

Setelah itu, aku menyantap bebek panggang yg diselimuti sayur dan kulit tepung membentuk gulungan yg mereka sebut New Fashioned Roasted Duck Roll. Paduan sayur segar dan daging bebek yg dibakar sempurna itu begitu legit, apalagi aroma amis atau apek bebek tidak berjejak di sana.

Jerry menjelaskan, kunci segala masakan itu adalah keahlian koki dan bahan segar. Semua bahan, akan dari daging, sayur, rempah, dan minyak, dibeli di pasar lokal Bali, kecuali bahan-bahan khusus yg menjadi kunci bagi masakan-masakan Italia atau Perancis, misalnya, harus diimpor. Itu pun jumlahnya tak seberapa dibandingkan dengan bahan yg dibeli dari pasar lokal Bali.

Gratis

Para tamu bebas memilih menu buat sarapan, makan siang, ataupun makan malam tanpa takut dikenai biaya tambahan. Ini karena manajemen Club Med memberlakukan sistem all inclusive, tamu cuma cukup bayar sekali dan bebas menikmati segala fasilitas, seperti kolam renang, wahana bagi anak, penitipan anak, lapangan golf, dan tentu saja restoran tadi.

Restoran menjadi salah sesuatu tempat favorit buat para tamu Club Med karena di sini mereka bisa dengan leluasa menikmati berbagai menu serta berinteraksi dengan tamu lain. Para tamu Club Med pada umumnya adalah keluarga: pasangan suami istri dengan anak-anaknya.

Di Restoran Agung, anak-anak belia leluasa menentukan menu yg mereka inginkan. Mereka tiba sendiri ke para koki.

”Restoran ini mengajarkan kepada anak tentang kebebasan. Kebebasan menentukan pilihan. Ini salah sesuatu yg utama di Restoran dan Club Med,” kata President CEO Club Med Henri Giscard d’Estaing.

Club Med telah ada sejak 1950 dan berkantor di Paris, serta memiliki cabang di sejumlah negara, seperti Thailand, Maladewa, Jepang, Italia, Tiongkok, Malaysia, dan tentu Indonesia. Selain di Bali, Club Med juga ada di Bintan, Kepulauan Riau.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Ikan tuna dicampur kecambah dan kentang tumbuk di Restoran Agung, Club Med Bali.

Para tamu Club Med rata-rata pernah menikmati Club Med saat usia kanak-kanak. Ketika dewasa dan berkeluarga, mereka ingin mengulang nostalgia dengan mengajak serta anak-anak mereka.

Nah, restoran menjadi salah sesuatu tempat bernostalgia itu saat mereka diajarkan cara makan yg baik serta mengenal beragam menu makanan dari berbagai belahan dunia. Juga berbaur dengan tamu dari sejumlah negara.

Berada di Restoran Club Med seperti menjelajah rasa di kampung dunia. (MOHAMMAD HILMI FAIQ)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 Oktober 2016, di halaman 30 dengan judul “Menjelajah Rasa di Kampung Dunia”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/10/084100627/menjelajah.rasa.di.kampung.dunia
Terima kasih sudah membaca berita Menjelajah Rasa di Kampung Dunia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menjelajah Rasa Di Kampung Dunia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.