Menjaring Wisatawan Taiwan

No comment 98 views

Berikut artikel Menjaring Wisatawan Taiwan, Semoga bermanfaat

KAOHSIUNG, KOMPAS.com – Berbagai upaya selalu dikerjakan Kementerian Pariwisata bagi menjaring wisatawan mancanegara (wisman) agar dapat mencapai target 12 juta orang pada 2016.

Salah sesuatu target wisman yg disasar adalah yang berasal Taiwan yg diyakini juga bakal banyak berkunjung ke Indonesia. Meskipun jumlah wisatawan Taiwan yg berkunjung belum terlalu banyak, tetapi memamerkan pertumbuhan signifikan.

Pada 2015, wisatawan Taiwan mengunjungi Indonesia 211.528 orang naik 5,10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan pada 2016 ditargetkan mencapai 275.000 orang.

Kementerian Pariwisata juga sudah menargetkan turis dari daratan China, Hongkong, dan Taiwan selama 2016 mencapai beberapa juta orang.

Untuk mencapai target wisatawan Taiwan dan menjaring sebanyak mungkin, Indonesia mempromosikan potensi pariwisata di semua daerah melalui kegiatan “Junior Chamber International Asia Pacific Conference” pada 3-5 Juni 2016 di Kaohsiung, Taiwan.

“Taiwan yaitu salah sesuatu pasar penting buat pariwisata Indonesia karena masuk dalam peringkat 10 besar,” kata Penasihat Senior buat Kementerian Pariwisata Harry Waluyo, di Kaohsiung, Jumat (3/6/2016).

KOMPAS/MADINA NUSRAT Wisatawan asing menikmati matahari terbenam dengan berpesiar ke sejumlah area perairan di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Fasilitas pesiar sunset cruise ini disediakan di Pulau Putri, salah sesuatu pulau resor di Kepulauan Seribu.

Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan itu dinilai sangat penting, mengingat sejumlah faktor mendukung bagi dapat menarik wisatawan Taiwan, antara yang lain letak geografis yg tak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan Taiwan terhadap daya tarik dan destinasi wisata yg dimiliki Indonesia.

Bersama Junior Chamber International (JCI) Indonesia, Kementerian Pariwisata pada kegiatan tersebut menampilkan “branding Wonderful Indonesia”.

Promosi pada kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Taiwan, sehingga bisa berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal Taiwan ke Indonesia.

Kementerian Pariwisata mencatat jumlah target 275.000 orang tersebut sangat realistis mengingat letak geografis keduanya tidak terlalu jauh.

Menurut Harry, wisatawan yang berasal Taiwan kebanyakan tiba ke Indonesia bagi urusan bisnis di Jakarta. Namun setelah melakukan bisnis mereka menginginkan santai dan sebagian besar masih tertuju ke Bali.

“Akan tapi ada wisatawan Taiwan yg ternyata ingin ke Kepulauan Seribu. Tentu kalian fasilitasi ke Kepulauan Seribu dan juga kalian promosikan ke daerah menarik lainnya,” katanya.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Seorang wisatawan menikmati ketenangan pantai Pulau Sepa, salah sesuatu pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Ketenangan dan alam pantai yg asri adalah nilai lebih yg dapat diperoleh di pulau-pulau resor.

Taiwan ketika ini sangat maju kawasannya dan wisatawannya banyak dari kalangan pebisnis yg sedang berkembang serta berusia muda. “Mereka ini yg kalian sasar buat tiba ke Indonesia,” katanya.

Harry memaparkan, Indonesia memang mengharapkan kedatangan wisatawan sebanyak-banyaknya. Namun, supaya terlayani dengan baik, harus mempersiapkan destinasi sehingga mampu menjadi tuan rumah yg baik.

Seorang pengusaha, Anak Agung Gede Agung Wedhatama, menyampaikan kehadiran dirinya ke Taiwan dalam upaya mempromosikan usahanya yg bergerak di bidang agro pertanian kepada wisatawan setempat.

“Selain Bali terkenal dengan pariwisata, kalian juga ingin mempromosikan wisata agro kepada wisatawan Taiwan,” katanya yg juga anggota JCI Indonesia.

Dia menilai peluang usaha itu sangat prospektif bagi dikembangkan dan mampu menjadi daya tarik wisatawan agar berkunjung ke Bali.

Tampilkan tarian

Untuk lebih memperkenalkan dan meyakinkan potensi keindahan Indonesia, Kementerian Pariwisata dan JCI Indonesia menampilkan tarian serta alat musik tradisional dan berhasil memukau beberapa ratusan warga lokal dan asing di Kaohsiung, Taiwan pada kegiatan yg dikemas dalam “Indonesia Night”.

KOMPAS/LASTI KURNIA Ratusan wisatawan memenuhi tempat pemberangkatan kapal cepat di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (4/2/2016). Jumlah wisatawan yg berkunjung ke NTB selalu naik tiap tahun seiring diadakannya beragam festival, termasuk Festival Budaya Tambora 2016.

“Sambutan warga Taiwan dan asing ternyata sangat antusias dan mereka bahkan ikut menari dan memainkan angklung,” kata Harry Waluyo.

Tarian yg ditampilkan adalah dari Bali, merupakan Cenderawasih, Condong, Oleg, Barong, Kecak, serta Rangda. Selain itu, tari Kagandrung, tari di bawah Sinar Bulan, serta angklung dari Jawa Barat. Dalam kesempatan itu juga diputar video potensi tujuan wisata di Bali dan Jawa Barat.

Indonesia dalam kegiatan itu juga membagikan cendera mata berupa udeng (ikat kepala Bali) yg banyak diminati pengunjung sehingga harus antre bagi mendapatkannya.

Masyarakat Taiwan dan Asia Pasifik yg menjadi anggota JCI tampak antusias menyaksikan tarian yg disajikan, bahkan dua di antaranya ada yg coba bagi ikut menari.

“Kesempatan ini kalian manfaatkan buat mempromosikan pariwisata Indonesia tak cuma ke Taiwan tetapi juga negara-negara di Asia Pasifik bahkan kawasan lain,” kata Harry.

Dary Dek, seorang warga Kamboja, menyampaikan walaupun dirinya belum pernah berkunjung ke Indonesia namun telah kadang mendengar keindahan Bali dari berbagai media.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Pinisi yg dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).

Dia mengaku sangat berminat tiba berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali, dan Jakarta. “Tentu aku ingin tiba ke Indonesia apalagi tidak membutuhkan visa, sehingga tentunya mudah,” katanya.

Seo-hyeon, warga Korea Selatan, mengaku tiga tahun yg dahulu pernah berkunjung ke Jakarta bagi urusan bisnis namun belum sempat tiba ke Bali atau tujuan wisata lainnya. “Saya ingin tiba ke Bali bersama suami tetapi masih ada waktunya. Tapi pasti aku mulai ke sana,” katanya.

Carrie Hsieh, seorang warga Taiwan, mengaku ketika usia beberapa tahun pernah diajak ayahnya berkunjung ke Jakarta dalam rangka bisnis. Ia ingin mengetahui keindahan Indonesia. “Itu telah 25 tahun yg dahulu dan sampai kini belum sempat ke
Indonesia lagi,” katanya.

Carrie sebenarnya tidak asing mengenal Indonesia mengingat kadang membaca dan melihat promosi pariwisata di media cetak dan elektronika di Taiwan. Dia menyebut lokasi wisata yg diketahui adalah Bali, Jakarta, dan Batam.

Indonesia dan Taiwan tak memiliki hubungan diplomatik, karena Indonesia menganut Kebijakan Satu China (One China Policy).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Destinasi wisata Pianemo di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

Namun, kerja sama kedua pihak berjalan dengan baik, bahkan memperlihatkan banyak kemajuan di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan ketenagakerjaan.

Di sisi lain, pihak Taiwan sendiri menghormati asas dan arah politik luar negeri Indonesia yg bebas-aktif serta menganut Kebijakan Satu China. (Ahmad Wijaya)
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/06/140600727/Menjaring.Wisatawan.Taiwan
Terima kasih sudah membaca berita Menjaring Wisatawan Taiwan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menjaring Wisatawan Taiwan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.