Menjajal Tiga Tongseng Legendaris Indonesia

No comment 83 views

Berikut artikel Menjajal Tiga Tongseng Legendaris Indonesia, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan masakan berbahan dasar kambing, tongseng. Tongseng dipercaya berasal dari Kecamatan Klego, Boyolali, Jawa Tengah dan kemudian menyebar ke semua pelosok nusantara.

Kecap Bango lewat acara Pelestarian Warisan Kuliner Nusantara dengan Sajian Tongseng di Idul Adha, Selasa (30/8/2016) memboyong tiga tongseng legendaris ke Restoran Oasis di Jakarta.

(BACA: Inilah Asal Usul Masakan Tongseng)

KompasTravel mencicipi tiga tongseng dari tiga daerah berbeda dan tentunya memiliki rasa yg berbeda pula. Inilah tiga tongseng legendaris dengan cita rasa istimewa:

1. Tongseng Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan, Jakarta

Rumah makan yg dibangun tahun 1994 oleh Pak Sukatni ini adalah salah sesuatu pondok sate dan tongseng paling legendaris di Jakarta. Rasa tongsengnya klasik, dengan perpaduan bumbu yg sempurna. Sehingga menimbulkan rasa yg pas, tidak ada yg kekurangan atau kelebihan.

Daging tongseng berpotongan besar, meskipun begitu tetap empuk dan memiliki tekstur yg gampang dikunyah, Menurut Pak Sukatni, rahasia tongsengnya adalah penggunaan nanas yg dilumatkan ketika menumis daging, sehingga daging lebih empuk.

Tongseng Pondok Sate Kambing Muda Pejompongan terletak di Jalan Pejompongan Raya Nomor 2B, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kompas.com/Silvita Agmasari Tongseng Kicik Pak Jade dari Sleman.

2. Tongseng Kicik Pak Jede

Tongseng Kicik Pak Jede dijual di Warung Sate Klatak Pak Jede di Jalan Nologaten Nomor 46, Depok, Sleman, Yogyakarta. Warung ini telah ada sejak tahun 1960-an, dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Tongseng kicik, salah sesuatu menu andalan di Warung Sate Klatak Pak Jede memiliki keunikan dibanding tongseng lainnya.

Kuahnya sedikit, hampir kering dengan bumbu yg menyerap ke dalam daging. Tak kelak daging memiliki rasa bumbu yg kuat. Keistimewaan lainnya adalah cita rasa manis dari kecap manis mendominasi tongseng kicik. Sehingga sangat cocok untuk Anda para pecinta makanan manis.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Tongseng Petir buatan Pak Nano dari Bantul, Yogyakarta.

3. Tongseng Petir Pak Nano

Warung Sate Pak Nano yg terletak di Jalan Ring Road Selatan 90, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul menjual makanan dengan berbagai tingkat kepedasan.

Pak Nano mewakili tingkat penggunaan cabai pada masakannya dengan tingkatan sekolah yg dimulai dari tingkat PAUD (tak menggunakan cabai), sampai Profesor (menggunakan cabai lebih dari 50 buah). Tak heran tongseng buatan Pak Nano cenderung pedas, dan cocok untuk Anda pecinta makanan pedas.

Uniknya dibanding beberapa tongseng di atas, tekstur daging kambing Tongseng Pak Nano lebih halus, karena dipotong lebih tipis. Tekstur justru didapat dari perpaduan kol, tomat, dan cabai rawit yg melimpah ruah.

Ketiga tongseng di atas memiliki keunikan rasa yg berbeda. Namun mampu disimpulkan, ketiganya adalah tongseng yg nikmat dan sangat sayang buat tidak dicoba seandainya Anda berkunjung ke Jakarta atau Yogyakarta. 

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/01/050300727/Menjajal.Tiga.Tongseng.Legendaris.Indonesia
Terima kasih sudah membaca berita Menjajal Tiga Tongseng Legendaris Indonesia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menjajal Tiga Tongseng Legendaris Indonesia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.