Menjaga Indonesia, Membelah Flores Dengan Sepeda…

No comment 131 views

Berikut artikel Menjaga Indonesia, Membelah Flores dengan Sepeda…, Semoga bermanfaat

LABUAN BAJO, KOMPAS.com – Jangan sampai kami mejadi tamu di rumah sendiri. Sepertinya itu pesan yg hendak dibawa Harian Kompas melalui acara Jelajah Sepeda Flores Timur yg mulai berlangsung akan 13 hingga 23 Agustus nanti.

Jelajah sepeda dengan total peserta 98 pesepeda itu mulai dimulai dari Labuan Bajo menuju Ruteng, Sabtu (13/8/2016) pagi, tepatnya pukul 07.30 Wita. Jelajah sepeda ini mulai berakhir di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 23 Agustus nanti.

Flores dengan sejuta pesona yg dimiliki belakangan menjadi magnet untuk wisatawan mancanegara. Pulau eksotis seluas 13.450 km2 tidak cuma menyimpan sejuta pesona alam, melainkan keragaman budaya yg tidak mulai ditemui di wilayah Indonesia lainnya.

“Flores itu sebuah pulau yg masing-masing kabupatennya memiliki bahasa daerah sendiri yg berbeda sesuatu sama lain. Kalau di Sumatera mungkin bahasa daerah berbeda antar-provinsi, tapi kalau di Flores antar-kabupaten atau kota,” kata Ketua Panitia Jelajah Sepeda Flores Timor, Jannes Eudes Wawa ketika diwawancarai di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (12/8/2016).

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Kampung adat Bena di Flores berselimut kabut.

Tentu ada hal yang lain yg membuat kalian berdecak kagum. Dengan perbedaan kultur yg hampir terdapat di segala kabupaten atau kota, konflik sosial justru minim terjadi di Flores.

“Meski penduduk Flores berbeda-beda secara bahasa di setiap daerah, namun ada sesuatu perekat yg membuat kalian seluruh bersatu yakni kebanggaan kita sebagai penduduk Flores yg memiliki kebudayaan hebat sejak dulu,” tutur Jannes.

Persatuan dalam keragaman itu jua yg tampaknya hendak disampaikan kepada semua peserta. Mereka mulai mengayuh sepeda sejauh 1.118 km membelah Pulau Flores hingga Timor menjumpai keragaman budaya yg menggambarkan wajah Indonesia seutuhnya.

Selain itu Janes menyampaikan terpilihnya Labun Bajo sebagai titik start dari jelajah sepeda ini tidak yang lain karena potensi wisata yg melimpah. Mulai dari Pulau Komodo, Pulau Padar, dan selainnya. “Jadi memang disengaja juga supaya peserta mampu berwisata lalu sebelum memulai bersepeda nanti,” ujar Jannes.

Janes menuturkan sejatinya semua peserta yg berjumlah 98 pesepeda telah pernah menjalani touring sepeda jarak jauh. Namun kebanyakan dari mereka justru lebih kadang bersepeda di Eropa, Singapura, dan Australia.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Menjemput tamu dengan berkuda oleh warga Suku Rongga, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Ironisnya, Jannes menyampaikan justru jalur darat Labuan Bajo – Larantuka dan sebaliknya lebih kadang dieksplorasi turis asing ketimbang turis lokal. “Bahkan di Flores, jalur darat Labuan Bajo – Larantuka dan sebaliknya justru ada paket touring sepeda dan itu malah dijual oleh orang Australia, bukan oleh orang Indonesia sendiri,” katanya.

“Jadi jangan kaget nanti kalau kami bersepeda banyak anak kecil yg bilang: ‘halo mister’, karena mereka lebih tidak jarang melihat bule bersepeda ketimbang turis lokal,” lanjut Jannes.

Karena itu Janes berharap melalui acarai jelajah sepeda kali ini, Flores dan wilayah yang lain yg dilalui, ke depannya mulai lebih kadang dieksplorasi oleh orang Indonesia sendiri, selaku pemilik dan tuan rumah.

“Jadi lewat acara Jelajah Sepeda Flores Timor Ini harapannya nanti justru kami nanti yg lebih tidak jarang mengunjungi tempat wisata di segala Indonesia termasuk di Pulau Flores dan Timor yg mulai kalian lalui,” ucap Jannes.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pebalap-pebalap dari tim nasional Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/5/2016). Sedikitnya seratus pebalap dari 16 negara yg tergabung dalam 20 tim mulai mengikuti lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yg menempuh rute Larantuka (Flores Timur) menuju Labuan Bajo (Manggarai Barat) dengan jarak 661,5 kilometer.

Apa yg dipaparkan Janes setali tiga uang dengan Basrie Kamba. Peserta yg telah kadang mengikuti acara jelajah sepeda Harian Kompas itu mengaku baru kali ini mulai bersepeda membelah Pulau Flores sekaligus Timor.

Menurut Basrie bersepeda menyusuri Indonesia memang tidak ada habisnya. Sebab masing-masing tempat memiliki keunikannya sendiri.

“Sejak awal aku tertarik ikut meski sebelumnya telah pernah ikut di jelajah sepeda lainnya karena mengenal Indonesia kan harus dari berbagai sudut, dan kali ini kami mulai memulainya dari Flores,” ujar peserta yang berasal Jakarta itu.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/12/221400327/menjaga.indonesia.membelah.flores.dengan.sepeda.
Terima kasih sudah membaca berita Menjaga Indonesia, Membelah Flores dengan Sepeda…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menjaga Indonesia, Membelah Flores Dengan Sepeda…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.