Mengunjungi “The Batlle Of Waterloo” Di Belgia

No comment 68 views

Berikut artikel Mengunjungi “The Batlle of Waterloo” di Belgia, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Menyaksikan  film dokumenter tentang Pertempuran Waterloo di youtube, membuat hati saya  terenyuh emosional. Bayangkan suara pedang “tang teng tang teng” saling tusuk, tubrukan seribu derap kaki kuda pasukan kavaleri, hentak langkah pasukan infanteri, gemuruh dentuman meriam yg memporak-porandakan kerumunan pasukan. Hancur! Darah di mana-mana sangat menyeramkan. Drama peperangan tersebut seakan nyata dalam realitas yg terjadi, sungguh mengerikan.

Perang terjadi karena pihak-pihak bertikai memiliki kepentingan masing-masing. Kepentingan mulai ambisi kekuasaan, ideologi, perebutan wilayah, sumber daya alam serta motif perubahan sistem kekuasaan.

Tapi benarkah, perang juga membawa sebuah “perubahan baik”? Barangkali mampu dibenarkan. Misalnya perubahan berupa hak-hak pribadi dan kepemilikan warga sipil yg setara dan memiliki kedudukan yg sama dalam seluruh hal.

Warga sipil tak terbelenggu lagi dengan tekanan kaum bangsawan monarki yg berstatus sosial lebih tinggi. Mereka berhak membela hak-haknya sebagai warga masyarakat dan negara.

Berkaitan dengan hal tersebut, salah sesuatu “perubahan baik” akibat dari peperangan seperti tersebut di atas adalah peristiwa The Batlle of Waterloo.

The Batlle of Waterloo yg terjadi hari Minggu, tanggal 18 Juni 1815 adalah perang maha dahsyat antara pasukan Napoleon Bonaparte dan pasukan koalisi pimpinan Duke of Wellington. Pasukan koalisi terdiri dari gabungan pasukan Inggris, Prusia, Belanda, Hannover, Nassau, dan Brunswick.

Pasukan koalisi Inggris-Belanda berjumlah 68.000 orang, Pasukan Prusia berjumlah 50.000 orang, sedangkan pasukan Napoleon berjumlah 73.000 orang. Peristiwa bersejarah ini  menyebabkan perubahan fantastis di Eropa bahkan di dunia. Ingin tahu cerita dan di mana kejadiannya? Yuk, ikuti saya!

Sore itu menjelang musim dingin bulan November di Belgia,  angin dingin berembus kencang menyapa pipi yg kedinginan.  Mendung hitam bergumpal, menghalau Sang Surya menyinari area pertanian di kawasan Braine-l’Alleud.

Angin kencang berembus membuyarkan pandangan, menerbangkan dedaunan kering di sekitarnya. Tampak jelas, pohon kentang yg tertanam di daerah tersebut bergoyang massal mengikuti irama embusan angin ke kiri dan ke kanan.

Di tempat ini menjulang monumen Butte du Lion (Bukit Singa ) yg didirikan setelah berakhirnya pertempuran Waterloo. Sebuah monumen peringatan para korban, khususnya Pangeran William II dari Belanda yg terluka saat pertempuran berlangsung di sana.

Gundukan Bukit Singa atau Butte du Lion (baca: But du liong) dengan ketinggian 41 meter tampak hijau ditumbuhi rerumputan dalam kemiringan. Di puncaknya berdiri patung Singa dari besi sedang menginjak bola dunia.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/18/053300127/Mengunjungi.The.Batlle.of.Waterloo.di.Belgia
Terima kasih sudah membaca berita Mengunjungi “The Batlle of Waterloo” di Belgia. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengunjungi “The Batlle Of Waterloo” Di Belgia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.