Mengunjungi Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki Dalam Sehari

Berikut artikel Mengunjungi Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki dalam Sehari, Semoga bermanfaat

DERAWAN, KOMPAS.com – Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, maupun pulau-pulau di sekitarnya memiliki magnet kuat.

Pantai pasir putih, banyak nyiur ataulah pinus melambai, tempat memuja keindahan matahari terbit maupun tenggelam. Laut nan biru apalagi bawah airnya, seluruh sudut itu adalah spot selfie dan wefie.

Nah, buat mengabadikan seluruh spot itu bukan tak mungkin dikerjakan dalam sesuatu hari dan dengan ongkos tak berlebihan.

Sepasang wisatawan, Galih Mulya dari Bandung, Jawa Barat, bepergian dengan Anggita dari Surabaya, Jawa Timur. Keduanya jalan-jalan ke Derawan dan tiga pulau yang lain di sekitarnya cuma dalam sehari. Galih dan Gita membuktikan Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki mampu dinikmati kurang dari 12 jam.

“Semuanya bagus banget. Empat pulau dapat terkejar meskipun gelombang (lumayan besar),” kata Galih.

KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA Pulau Derawan, pulau andalan pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyajikan pemandangan bawah air dan atas air yg memesona, Minggu (7/12/2014).

Itu berarti keindahan pantai Derawan dan Maratua, menyaksikan barisan resort dan homestay yg menjorok ke pantai, mengagumi beningnya air laut, menyaksikan gerombolan barakuda dan satwa air yang lain bermain di antara kaki bangunan di tepi pantai, segala dapat diabadikan.

Lalu dapat berenang sepuasnya dengan ubur-ubur tanpa sengat di Kakaban. Dilanjutkan dengan menyaksikan penangkaran penyu sebelum kembali ke Derawan dan masuk ke penginapan.

“Rencananya berakhir menyaksikan matahari terbit dari Derawan. Tapi tak terlihat karena pagi ini hujan,” kata Gita.

Perjalanan berkeliling empat pulau itu rupanya tak perlu merogoh dana besar. Galih dan Gita merancang perjalanannya sendiri. Modalnya cuma keteguhan hati karena berani tawar menawar dengan para transportasi yg mengantar perjalanan keduanya.

“Saya serahkan soal tawar menawar ke Gita,” kata Galih.

Stanley Ravel/KompasOtomotif Berinteraksi dengan ubur-ubur di Danau Kakaban, Kalimantan Timur.

Semua diawali keberangkatan dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, ke dermaga penyeberangan Tanjung Batu, ketika pagi. Galih-Gita memilih mobil roda empat yg disewa harga Rp 450.000 sekali antar. Tanjung Redeb ke Tanjung Batu ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Banyak pilihan perahu cepat di dermaga itu buat menyeberang ke Derawan atau ke pulau lain, baik speedboat bagi 4 penumpang atau longboat buat lebih 8 penumpang. “Beruntung segera ketemu driver speedboat ketika tawar menawar. Kebetulan juga dia orang Derawan,” kata Galih.

Harga sewa speedboat Rp 1,6 juta buat jalan seharian hingga kepulangan mereka ke Tanjung Batu keesokan harinya. “Tiba di Derawan jam 10.00. Dapat penginapan Rp 300.000 per malam per kamar, fasilitas 1 tempat tidur, televisi, AC, dan masih baru,” kata Galih.

Keduanya tidak menyia-nyiakan waktu. Usai masuk penginapan, keduanya bertolak ke Maratua sebagai tujuan pertama. Pulau ini memiliki model pantai, resort, penginapan dan resto di atas laut, mirip di Derawan. Hanya saja, wisatawan mancanegara lebih banyak ditemui di sana.

DOK INDONESIA.TRAVEL Keindahan bawah laut di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Usai mengabadikan dua sudut pantai, keduanya melanjutkan ke Kakaban. Lebih dari sesuatu jam di Kakaban. Keduanya berenang di antara ubur-ubur tak menyengat.

Dari Kakaban, mereka segera melanjutkan ke Sangalaki buat menyaksikan sebentar penangkaran penyu. “Dari Sangalaki menuju ke penginapan di Derawan,” kata Galih.

Perjalanan dengan speedboat dari Sangalaki cuma 60 menit. Mereka datang menjelang senja. “Menurut saya, perjalanan ini cukup murah karena mampu bisa seluruh pulau dengan waktu sehari. Tidak didapat di tempat yang lain seperti ini,” kata Galih.

Harga Standar

Sejatinya telah banyak paket wisata ke Derawan dan pulau-pulau di sekitarnya. Banyak pula yang  ditawarkan lewat situs-situs online. Bukan cuma wisata pulau, tapi juga snorkeling, menyelam, bahkan ada paket menyelam bersama hiu paus dan pari manta, juga Biduk-biduk.

KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Pemandangan Pantai Maratua. Pulau Maratua adalah salah sesuatu pulau terluar di Indonesia.

Namun, lantaran belum ada harga standar berwisata, kata Sulaiman yang berasal Tanjung Redeb, tawar menawar dengan driver mobil ataupun speedboat sangat menentukan. Hati-hati dengan banyak calo speedboat di sana. Mereka sulit dibedakan dari para driver speedboat.

“Bila tak terbiasa mulai kena harga tinggi,” kata Sulaiman.

Sulaiman memaparkan, karena keadaan ini banyak wisatawan semacam Galih dan Gita,  di mana mereka merancang rencana perjalanan sendiri dengan budget minim tetapi dapat menikmati segala eksotika kepulauan Derawan.

Sulaiman yaitu rekanan perusahaan batu bara PT Berau Coal. Ia kadang menemani para tamu perusahaan itu mengunjungi dua destinasi Berau, khususnya Derawan dan pulau-pulau di sekitarnya, bahkan titik-titik penyelaman.

Tak sedikit dari antara para tamu itu memiliki kisah yg sama dengan Galih dan Gita, yakni memilih bermalam di Derawan atau Maratua, lantas paginya pulang setelah keliling ke pulau-pulau lain. Namun ada pula yg memilih tak menginap tetapi segera pulang ke Tanjung Redeb.

KOMPAS.com/Dani J Sudah 47 stupa yg dilepaskan ke dalam laut. Semua masih di sekitaran pulau Rabu Rabu.

“Seharian keliling empat pulau juga tidak apa, karena memang bisa. Kita lihat saja waktunya. Menginap di Tanjung Batu pun bisa. Atau mau segera pulang. Semua tergantung permintaan,” kata Sulaiman.

“Saya mengikuti kemauan tamu saja,” tambah Sulaiman.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/28/150600027/mengunjungi.derawan.maratua.kakaban.sangalaki.dalam.sehari
Terima kasih sudah membaca berita Mengunjungi Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki dalam Sehari. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengunjungi Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki Dalam Sehari"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.