Mengintip Sang Burung Surga Dari Tanah Papua

No comment 64 views

Raja Ampat – Selain milik pemandangan alam bak surga, Papua masih menyimpan keindahan yang lain berwujud burung Surga Cendrawasih. Mari intip seperti apa kecantikannya!

Burung Cendrawasih adalah salah sesuatu fauna asli Papua. Burung ini tidak jarang mendapat predikat sebagai burung surga. Tak salah memang, karena keindahan bulu sayapnya memang luar biasa. Tak ada sesuatu pun burung yang lain yg dapat menandinginya.

Dari keterangan yg dikumpulkan detikTravel, Kamis (26/5/2016), burung Cendrawasih masih mampu traveler lihat saat melancong ke Desa Sawinggrai. Desa ini terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat.

Untuk mencapai Desa Sawinggrai, traveler mampu menempuh perjalanan dengan memakai moda transportasi speedboat dari Ibukota Kabupaten Raja Ampat, yakni Waisai. Waktu tempuhnya sekitar 1-2 jam, tergantung kecepatan serta keadaan laut ketika itu.

Perjalanan trekking menuju ke hutan Sawinggrai (Sastri/detikTravel)

Burung surga yg hidup di Desa Sawinggrai adalah macam Cendrawasih Merah, atau ‘Red Bird of Paradise’. Burung ini memiliki nama ilmiah Paradisea rubra, dengan ciri fisik yg paling menonjol adalah warna bulu dominan merah, serta pada bagian ekornya terdapat beberapa buah bulu memanjang serupa tali atau pita berbentuk pilin ganda berwarna hitam.

Namun selain Cendrawasih Merah, masih ada dua macam yang lain yg lebih langka yakni Wilson’s Bird of Paradise yg bernama ilmiah Cicinnurus respublica, Lesser Bird of Paradise alias Burung Cendrawasih kecil, dan juga Greater Bird of Paradise alias Burung Cendrawasih besar.

Untuk mampu melihat burung-burung surga ini, traveler harus trekking serta mendaki bukit terlebih lalu selama kurang lebih 30 menit. Setelah hampir mencapai puncak, barulah burung surga ini akan terlihat.

Kicauan burung ini terdengar jelas seperti sedang menyambut kedatangan traveler. Tak cuma itu, seandainya beruntung traveler mampu melihat tarian sang burung surga. Tarian biasanya dikerjakan oleh burung jantan bagi memikat sang betina.

Dua burung Cendrawasih sedang menari (Wahyu/detikTravel)

Tarian itu berlangsung cukup lama, sekitar 20-30 menit. Sungguh sebuah keberuntungan untuk siapa saja traveler yg berkesempatan menyaksikan fenomena langka ini!

Waktu terbaik bagi melihat Cendrawasih di Desa Sawinggrai adalah pukul 06.30-07.30 WIT, atau 16.30-18.30 WIT. Ini adalah waktu-waktu burung Cendrawasih melakukan ritual tarian menarik pasangan.

Desa Sawinggrai menjadi destinasi terbaik buat traveler yg ingin melihat penampakan Burung Surga Cendrawasih. Selain dapat birdwatching, traveler juga mampu mengagumi keindahan alam Papua yg tiada duanya.

Sang burung surga dipotret dari bawah (Sastri/detikTravel)

(wsw/krn)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/05/26/105000/3218149/1519/mengintip-sang-burung-surga-dari-tanah-papua
Terima kasih sudah membaca berita Mengintip Sang Burung Surga dari Tanah Papua. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengintip Sang Burung Surga Dari Tanah Papua"