Mengintip Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah

No comment 117 views

Berikut artikel Mengintip Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua adalah ikonnya Jakarta. Di sini tersimpan pula sejarah kelam di zaman penjajahan Belanda, suatu penjara bawah tanah yg menyeramkan!

Tentunya tidak asing bila mendengar nama museum ini. Ya museum Fatahillah yg menjadi ikon kota Jakarta ini berada di kawasan kota tua,dulunya kawasan ini adalah kawasan pusat pemerintahan sewaktu Belanda masih berkuasa di Indonesia. Museum Fatahillah sendiri dulunya adalah balai kota dimana gubernur Batavia (nama Jakarta dulu) melakukan aktivitas pemerintahannya.

Untuk mencapainya kamu cuma perlu naik busway jurusan kota dan berhenti di perhentian terakhir. Kemudian sedikit berjalan kaki (tidak sampai 10 menit dari halte busway) ke kawasan Kota Tua dan kamu mulai menemukan Museum Fatahillah!

Museum ini dikelilingi oleh Museum Seni Rupa, Museum Wayang, Museum Pos dan dua kafe-kafe khas Jakarta yg sebagian dikunjungi orang asing. Untuk masuk ke Museum Fatahilah, pengunjung dikenakan biaya administrasi sebesar 5.000 rupiah. Pertama kali menginjakkan kaki di sini sangat terasa panas udaranya karena museum ini tak memiliki pendingin ruangan.

Museum Fatahillah menjadi salah sesuatu saksi sejarah Jakarta atau dikenal Batavia dulu. Banyak tersimpan lukisan orang belanda dan benda peninggalan sejarah yg dahulu digunakan, seperti meja, kursi dan guci. Ada juga meriam yg berada di belakang museum. Museum ini sempat mengalami pemugaran karena ada dua bagian dalam gedung yg mengalami kerusakan. Terdiri dari 2 lantai dan dari atas museum ini kami bisa melihat suasana di depan museum yg menyerupai alun-alun dengan banyak warga Jakarta yg menghabiskan waktunya buat bersantai sejenak atau berfoto-foto di sana.

Menariknya, di belakang museum ini terdapat penjara bawah tanah, khusus wanita dan pria yg terpisah. Penulis pun coba melihat penjara bawah tanah bagi wanita, terkesan seram dan masih dibiarkan apa adanya.

Terdapat genangan air yg berada di penjara wanita. Penjara wanita ini pun sangat kecil dan sempit dengan ukuran cuma 6x 9 meter. Konon, dahulu penjara ini dihuni sekitar 40-50 orang di dalam nya dan mereka dibiarkan begitu saja tanpa diberi makanan dan minuman, sebagian dari tahanan ini meninggal sebelum adanya proses persidangan. Tahanan yg sempat merasakan dinginnya penjara wanita ini, dikabarkan pahlawan wanita dari Aceh, Cut Nyak Dhien.

Beralih ke penjara pria, menurut penulis dari segi ukuran lebih manusiawi penjara pria karena lebih besar dan terdapat dua ruang penjara pria yg berjejer. Di dalam penjara ini, masih terdapat bola-bola berat yg lalu digunakan buat mengikat kaki para tahanan agar tak melarikan diri. Namun dalam penjara ini, tak terdapat lampu sama sekali sehingga saat penulis masuk ke dalamnya sangat gelap dan hawa di dalam penjara tersebut yg tak enak.

Coba lewatkan akhir pekanmu dengan mengunjungi museum ini dan masuk ke dalam bekas penjara tersebut! Sangat seru dan tentunya mulai jadi pengalaman tidak terlupakan mengingat museum inilah salah sesuatu saksi sejarah kota Jakarta!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/29/111500/3263643/1025/mengintip-penjara-bawah-tanah-museum-fatahillah
Terima kasih sudah membaca berita Mengintip Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengintip Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah"