Mengintip Pembangunan “Eco Resort” Di Pulau Bawah

No comment 133 views

Berikut artikel Mengintip Pembangunan “Eco Resort” di Pulau Bawah, Semoga bermanfaat

TAREMPA, KOMPAS.com – Kapal yacht yang kita naiki akan merapat ke perairan Pulau Bawah. Laguna berwarna biru terang semakin terlihat. Zahari, kapten yacht “KEMANA” yg kita naiki sengaja memutarkan kapal berkeliling pulau eksotis tersebut. 

Pulau Bawah termasuk dalam Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Riau. Ada empat pulau lainnya yg berukuran lebih kecil, semuanya berkeliling Pulau Bawah.

Situs berita CNN pernah menuliskan gugusan Pulau Bawah sebagai salah sesuatu kepulauan tropis terindah di Asia. Tak tanggung-tanggung, pulau ini memiliki tiga laguna. Sungguh lanskap alam yg jarang ditemukan di pulau-pulau tropis dunia.

(BACA JUGA: Anambas, Inilah Saingannya Raja Ampat)

Kapal melabuhkan jangkar di tengah perairan. Menggunakan speedboat, KompasTravel dan rombongan jurnalis menginjakkan kaki di Pulau Bawah. Dermaga panjang mengantarkan kita ke bibir pantai. Perairan di bawah dermaga luar biasa jernih. Ikan-ikan koral seperti parrot fish tampak hilir mudik.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pulau Bawah tengah ‘disulap’ menjadi resor mewah ramah lingkungan.

Dari dermaga pula, tampak deretan Water Villa yg menjulur ke perairan dan Tent Villa yg sedikit nyungsep ke dalam rimbun pepohonan. Pulau Bawah tengah didesain menjadi sebuah private resort yang super mewah, sekaligus ramah lingkungan. 

“Resor ini menerapkan konsep ekowisata pertama di Taman Wisata Perairan (TMP) di Indonesia. Seluruh wilayah Pulau Bawah ini yaitu kawasan konservasi,” tutur Direktur Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat PT Pulau Bawah, Aji Sularso kepada awak media ketika mengunjungi Pulau Bawah akhir minggu lalu.

Seorang pekerja yg tengah membawa gerobak semen tersenyum sambil melewati kami. Direktur Komunikasi Penjualan dan Pemasaran PT Pulau Bawah, Bala Navaratnam menyampaikan ada sekitar 200 pekerja yg didatangkan dari berbagai penjuru negeri.

“Para pekerja didatangkan dari berbagai wilayah sesuai spesialisasinya. Misal para tukang batu didatangkan dari Jawa Timur. Para ahli bambu didatangkan dari Jawa Barat, khususnya Bogor dan Bandung,” papar Bala.

Zero waste

Konsep ramah lingkungan bukanlah hal baru di dunia pariwisata. Banyak hotel dan resor yg berlomba-lomba menjadi yg paling green, atau eco friendly, atau apapun sebutan lainnya. Pihak penginapan harus benar-benar pandai mengelola limbah agar seluruh limbah yg dihasilkan dari aktivitas penginapan dapat dimanfaatkan. 

“Kami mulai pastikan seluruh macam limbah dimanfaatkan dan menjadi zero waste ke manapun, termasuk ke lautan,” tutur Bala.

Pria keturunan India itu lantas menjelaskan, bagaimana proses pengolahan seluruh macam limbah yg nantinya dihasilkan di Pulau Bawah. Limbah pembuangan mulai melewati proses filtrasi dari tumbuhan, dipompa kembali ke atas bukit, kemudian masuk ke dalam tanah. Limbah mandi dan cuci tangan mulai diproses agar dapat digunakan kembali bagi menyiram tanaman, mencuci lantai, dan keperluan lainnya. 

“Sementara itu solid waste akan dibawa oleh kapal yg tiba tiap minggu. Di pulau ini tak mulai ada botol plastik,” tambahnya.

Bagaimana dengan kitchen waste alias limbah dapur? Bala menjelaskan, seluruh bekas makanan mulai masuk ke dalam sesuatu pond (tempat pembuangan khusus) kemudian diproses menjadi bio gas. Gas itulah yg kemudian digunakan bagi memasak. Begitu seterusnya.

Untuk sumber energi dan pembangkit listrik, PT Pulau Bawah memakai energi terbarukan dari angin dan sinar matahari. Pengadaan air bersih juga diambil dari berbagai proses termasuk rainwater harvesting.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pengadaan air bersih diambil dari berbagai proses termasuk rainwater harvesting. Di Pulau Bawah, terdapat tujuh tempat buat rainwater harvesting.

“Kami ada tujuh tempat bagi rainwater harvesting. Kami juga melakukan penyulingan air laut sehingga banyak sumber selain pompa air di bawah tanah,” jelasnya. 

Ekosistem

Melihat Pulau Bawah yg eksotis bak surga ini, tentu ada rasa khawatir tentang keberlangsungan ekosistem asli. Pulau Bawah dipenuhi hutan tropis yg jadi habitat aneka flora dan fauna. Perairan Kepulauan Anambas pun sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan Taman Wisata Perairan (TWP). Oleh karena itu, aktivitas memancing dan eksploitasi perairan sangat dilarang di kawasan ini.

“Resor pun dibangun sedemikian rupa sehingga tak merusak ekosistem asli yg ada di sini. Sepanjang pembangunan kalian membuat jalur angkut yg dibatasi pagar bambu, agar material bangunan tak tercecer ke tanah,” papar Bala.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Panorama perairan Pulau Bawah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Riau.

Perairan di sekitar Pulau Bawah lebih tak dapat diganggu-gugat. Salah sesuatu sisi Pulau Bawah juga yaitu hutan bakau yg sangat alami, dan menjadi habitat biawak. Pada pagi hari, perairan di sekitar hutan bakau tersebut dilintasi banyak anak hiu.

Salah sesuatu laguna, yg disebut Bala sebagai ‘sungai’ karena bentuknya yg memanjang, menjadi habitat ikan pari. Saat snorkeling keesokan harinya, salah sesuatu wartawan melihat penyu di dekat dermaga.

Kampung Pekerja

Total ada 37 Water Villa dan Tent Villa yg tengah dibangun di Pulau Bawah. Semua dibangun dengan konsep ramah lingkungan, memakai bambu dan batang kelapa.

Ada juga sebuah beach bar, perpustakaan, sesuatu lagi bar di bagian atas pulau, fasilitas spa, juga infinity pool. Namun selain itu, yg membedakan Pulau Bawah dengan resor mewah lainnya adalah Kampung Pekerja yg terletak di bagian belakang resor.

“Kampung Pekerja atau Staff Village menjadi tempat tinggal pekerja. Mulai dari kamar tidur dan kamar mandi, kantin, tempat beribadah, sampai klinik,” tutur Bala.

Pria itu melanjutkan, nantinya ada 150 kasur yg terbagi dalam dua kamar. Satu kamar mampu berisi empat, dua, atau sesuatu kasur tergantung posisi si pekerja. Namun, nantinya wisatawan yg menginap juga dapat ikut membaur dengan pekerja. 

“Bahkan kalau mau makan masakan khas Indonesia, mereka dapat ikut makan di kantin,” tambahnya.

2.500 dollar AS per malam?

Bala maupun Aji belum membocorkan berapa publish rate yang mulai berlaku di Pulau Bawah. Namun bocorannya, harga per malamnya mulai mencapai 2.500 dollar AS (Rp 33 juta) per malam dengan minimum stay empat hari tiga malam. 

“Nanti mulai kalian kondisikan apakah ingin menginap tiga hari beberapa malam. Harganya nanti mulai all in. Tamu dijemput di Batam dan naik seaplane segera mendarat di dermaga Pulau Bawah. Harga tersebut juga termasuk seluruh makanan dan minuman (kecuali alkohol) dan welcome spa. 

DOK. PT PULAU BAWAH Tent Villa dari resor Pulau Bawah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bala menuturkan, meskipun belum resmi dibuka, ada dua tamu khusus yg telah booking untuk menginap di Pulau Bawah.

“Salah satunya pesepakbola Inggris. Masih rahasia pokoknya,” tambah dia

Selain tamu dan para pekerja, wisatawan dilarang masuk ke Pulau Bawah. Jika ingin melihat segera keindahan pulaunya, Anda dapat menyewa kapal dari Tarempa (ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas) dan bersandar di perairan Pulau Bawah.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/30/070800527/mengintip.pembangunan.eco.resort.di.pulau.bawah
Terima kasih sudah membaca berita Mengintip Pembangunan “Eco Resort” di Pulau Bawah. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengintip Pembangunan “Eco Resort” Di Pulau Bawah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.